Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era kontemporer telah memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun, kemajuan tersebut juga membawa dampak negatif berupa krisis spiritual yang ditandai dengan melemahnya nilai-nilai moral, menguatnya orientasi materialisme, serta meningkatnya kegelisahan dan kekosongan psikologis. Dominasi rasionalisme yang berlebihan cenderung mendorong manusia menjauh dari dimensi transendental, sehingga aspek spiritual dalam kehidupan semakin terpinggirkan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan spiritual sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan intelektual dengan kebutuhan batin manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nilai-nilai spiritual dalam kitab Al-Futūḥāt al-Makkiyyah karya Ibnu ‘Arabi, mengkaji latar belakang sosial yang memengaruhi pemikiran tokoh tersebut, serta menelaah relevansi dan transformasi nilai-nilai spiritualnya dalam konteks kehidupan kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh melalui penelitian kepustakaan. Sumber data terdiri atas data primer berupa karya-karya Ibnu ‘Arabi dan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik pembacaan simbolik, semantik, dan pencatatan sistematis, dengan menggunakan kerangka analisis teori Margarete Schreier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual utama dalam Al-Futūḥāt al-Makkiyyah meliputi konsep Wahdat al-Wujūd, Insān Kāmil, dan al-Ḥubb al-Ilāhī. Pemikiran Ibnu ‘Arabi tidak terlepas dari pengaruh konteks sosial zamannya, seperti latar belakang status sosial, tingkat religiusitas masyarakat, serta kondisi politik dan ekonomi. Nilai-nilai spiritual tersebut memiliki relevansi transformatif dalam membentuk kesadaran hidup, penguatan akhlak, keharmonisan relasi sosial, serta pengembangan spiritualitas Islam dalam kehidupan masyarakat kontemporer.