Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ideologi Trans-Nasionalisme Sebagai Gerakan: Hizbut Tahrir Indonesia Halimi, Dwiki Nur; Yusufa, Uun
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i2.6079

Abstract

Hizbut Tahrir Indonesia merupakan suatu gerakan organisasi transnasional dengan berlandaskan pada ideologi pan-Islamisme yang bertujuan untuk dapat mewujudkan negara khilafah sehingga dapat menerapkan segala hukum dalam suatu negara berdasarkan ajaran islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia sehingga dapat memahami ideologi pemikirannya dan mendeskripsikan mobilitas atau pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan model studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia diawali dengan kehadiran Abdul Rahman al-Baghdadi sebagai anggota Hizbut Tahrir dari Yordania yang berdakwah dengan pendekatan ideologis dan intelektual dalam menyebarkan islam pada tahun 1983. Kedua, ideologi pemikiran Hizbut Tahrir Indonesia yakni berdasarkan konsep dasar, prespektif ideologis, landasan hukum serta metode perjuangan thariqah secara menyeluruh berdasarkan ajaran islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama dan Al-Hadist sebagai sumber hukum kedua yang ditopang oleh yakni ijma’ sahabat dan qiyas dalam urusan pribadi, kelompok bahkan bernegara. Ketiga, mobilitas Hizbut Tahrir Indonesia bergerak dalam ruang lingkup demonstrasi terbuka, pelaksanaan seminar dan forum diskusi, penyebaran gagasan melalui media sosial, melakkan pendekatan kepada berbagai tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi dakwah dan perluasan pengaruh ideologis mereka
Transformasi Nilai-Nilai Spiritual Ibnu 'Arabi Dalam Kitab Al-Futūḥāt al-Makkiyyah Pada Kehidupan Kontemporer Halimi, Dwiki Nur; Mursalim, Mursalim; Yusufa, Uun
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4809

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era kontemporer telah memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun, kemajuan tersebut juga membawa dampak negatif berupa krisis spiritual yang ditandai dengan melemahnya nilai-nilai moral, menguatnya orientasi materialisme, serta meningkatnya kegelisahan dan kekosongan psikologis. Dominasi rasionalisme yang berlebihan cenderung mendorong manusia menjauh dari dimensi transendental, sehingga aspek spiritual dalam kehidupan semakin terpinggirkan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan spiritual sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan intelektual dengan kebutuhan batin manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nilai-nilai spiritual dalam kitab Al-Futūḥāt al-Makkiyyah karya Ibnu ‘Arabi, mengkaji latar belakang sosial yang memengaruhi pemikiran tokoh tersebut, serta menelaah relevansi dan transformasi nilai-nilai spiritualnya dalam konteks kehidupan kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh melalui penelitian kepustakaan. Sumber data terdiri atas data primer berupa karya-karya Ibnu ‘Arabi dan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik pembacaan simbolik, semantik, dan pencatatan sistematis, dengan menggunakan kerangka analisis teori Margarete Schreier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual utama dalam Al-Futūḥāt al-Makkiyyah meliputi konsep Wahdat al-Wujūd, Insān Kāmil, dan al-Ḥubb al-Ilāhī. Pemikiran Ibnu ‘Arabi tidak terlepas dari pengaruh konteks sosial zamannya, seperti latar belakang status sosial, tingkat religiusitas masyarakat, serta kondisi politik dan ekonomi. Nilai-nilai spiritual tersebut memiliki relevansi transformatif dalam membentuk kesadaran hidup, penguatan akhlak, keharmonisan relasi sosial, serta pengembangan spiritualitas Islam dalam kehidupan masyarakat kontemporer.