Cempaka Timur, Fauzia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI DIPLOMASI PERTAHANAN MELALUI KONTRIBUSI SATUAN TUGAS PENGAMANAN PERBATASAN INDONESIA – TIMOR LESTE SEKTOR BARAT Tampubolon, Ronald; Banyu Perwita, A. A.; Cempaka Timur, Fauzia
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.559-566

Abstract

Keputusan Timor Leste untuk memisahkan diri dari Indonesia dan menjadi negara merdeka, menyisakan masalah tersendiri antara Indonesia dan Timor Leste yaitu mengenai batas kedua negara. Indonesia dengan Timor Leste berbatasan darat langsung di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perbatasan Provinsi NTT dengan Timor Leste di darat secara keseluruhan memiliki panjang 268,8 km. Permasalahan eksodus masyarakat Timor Leste ke Indonesia dan penetapan delimitasi wilayah perbatasan kedua negara yang disebut daerah Un-resolved segment dan Un-Surveyed segment di wilayah perbatasan Sektor Barat masih belum terselesaikan. Keberadaan Satgas pasukan penjaga perbatasan (Satgas Pamtas) sangat penting sebagai implementasi dari diplomasi pertahanan Indonesia dalam menyelesaikan isu tersebut. Kontribusi Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Barat di wilayah perbatasan menjadi hal penting untuk menjaga keamanan negara dan membangun rasa saling percaya antara kedua negara. Dukungan peralatan dan perlengkapan yang memadai sangat dibutuhkan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, pada kegiatan sub meeting bidang keamanan Joint Border Meeting peran Satgas Pamtas menentukan regulasi pengawasan perbatasan bersama pihak Timor Leste dan menjamin daerah un-resolved dan un-surveyed bebas dari pengelolaan yang dapat menyebabkan timbulnya konflik. Diplomasi terdepan dari militer dalam bentuk penjagaan dan penghentian kegiatan illegal pada daerah konflik akan menjamin stabilitas wilayah sehingga penyelesaian secara diplomasi terkait sengketa perbatasan lebih mudah dilakukan.
PELIBATAN SATUAN BRAVO 90 DALAM UPAYA MENGATASI ANCAMAN NON MILITER DI INDONESIA DALAM RANGKA PERTAHANAN NEGARA Isnain Sidin, Muhammad; Cempaka Timur, Fauzia; Nefo Handayani Kertopati, Susaningtyas
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1035-1043

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran Satbravo 90 dalam mengatasi ancaman nonmiliter di Indonesia sebagai bagian integral dari strategi pertahanan negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Satbravo 90 terlibat dalam menghadapi ancaman nonmiliter di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, melibatkan wawancara, analisis dokumen kebijakan pertahanan, dan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satbravo 90 memiliki peran strategis dalam menanggapi ancaman nonmiliter, seperti terorisme, separatisme, dan ancaman nonkonvensional lainnya. Selain memberikan dukungan taktis dan operasional kepada aparat keamanan, Satbravo 90 juga terlibat dalam inisiatif pencegahan dan deradikalisasi. Satbravo 90 memainkan peran yang penting dalam operasi kontijensi, terutama dalam tanggapan darurat terhadap terorisme, baik di lingkungan udara seperti pesawat, bandara, atau aero drome, maupun dalam operasi gabungan dengan pihak terkait. Meskipun begitu, hingga saat ini, keterlibatan Satbravo 90 belum sepenuhnya mencapai tingkat optimal. Pelibatan Satbravo 90 dalam beberapa tugas terbatas pada peran bantuannya kepada kepolisian. Penelitian ini memberikan gambaran holistik tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh Satuan Bravo 90 dalam menjalankan misinya. Implikasi temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk perbaikan kebijakan dan strategi pertahanan negara terutama dalam mengoptimalkan keterlibatan Satbravo 90 demi mewujudkan efektivitas dalam penanganan ancaman non militer di Indonesia.