Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Karakteristik Bakteri pada Bus Umum di Daerah Jakarta Utara Deka Prismawan; Michael; Nicky Nathanael; Vivian; Daru Seto Bagus Anugrah
Jurnal Perkotaan Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v15i2.5620

Abstract

Jakarta merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang padat penduduknya sehingga sering terjadi kemacetan lalu lintas. Kondisi ini mendorong penduduk Jakarta untuk menggunakan transportasi umum sebagai sarana bepergian. Namun, padatnya aktivitas dan jadwal operasi transportasi umum menyebabkan pembersihan transportasi umum tidak dapat terlaksana setiap saat. Hal ini dapat menyebabkan tumbuhnya berbagai mikroorganisme, terutama bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik mikroorganisme yang terdapat pada salah satu transportasi umum di Jakarta sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna dalam menggunakan transportasi umum. Hasil penelitian ini juga dilakukan untuk melihat sebaran mikroba berbahaya yang kemungkinan tersebar di transportasi umum perkotaan. Sampel diambil dari salah satu transportasi umum di daerah Jakarta Utara. Sampel akan ditumbuhkan dalam media nutrient agar sehingga dapat diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, serta pewarnaan gram. Tingkat resistensi bakteri diamati dengan menumbuhkan bakteri dalam medium agar antibiotik. Berdasarkan hasil identifikasi dan pewarnaan gram, ditemukan bahwa bakteri pada transportasi umum di daerah Jakarta Utara didominasi oleh bakteri gram negatif. Profil persebaran bakteri di daerah Jakarta Utara masih tergolong aman bagi kesehatan, tetapi bakteri tetap dapat menginfeksi tubuh manusia, khususnya pada saluran pernafasan sehingga masyarakat pengguna transportasi umum harus selalu meningkatkan kesadarannya untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Antibacterial Property Evaluation of Ethanolic Extract of Plantago major L. and Its Fractions Deka Prismawan; Michael; Gwyneth Yovela Gunawan; Pretty Falena Atmanda Kambira
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 10 No. 1, March 2026: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v10i1.26388

Abstract

The escalating global health crisis of antibiotic resistance necessitates the search for novel antibacterial agents from natural sources. This study investigated the potential of Plantago major L., a plant used in traditional medicine, as a source of antibacterial compounds. It aimed to evaluate the antibacterial activity of its ethanol extract and its polarity-based fractions against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Dried P. major L. leaves were extracted with ethanol using maceration. The crude extract was then fractionated using a sequential liquid-liquid extraction with hexane, ethyl acetate, and n-butanol. The antibacterial activity of the extract and all fractions was tested against S. aureus (ATCC 25923) and E. coli (ATCC 25922) using the broth microdilution method to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Results revealed distinct antibacterial profiles based on fraction polarity. The ethyl acetate fraction exhibited the strongest activity against S. aureus with an MIC of 0.104 mg/mL, indicating the presence of potent semi-polar compounds like flavonoids effective against gram-positive bacteria. Conversely, the n-butanol fraction was most effective against E. coli with an MIC of 3.3 mg/mL, suggesting the role of hydrophilic compounds such as saponins in disrupting the more complex gram-negative membrane. The crude ethanol extract showed lower activity, confirming the critical role of fractionation in concentrating the bioactive compounds. Plantago major L. possesses significant antibacterial potential, with its active compounds concentrated in specific polarity-based fractions. These findings validate its traditional use and support its further development as an alternative therapy in the face of growing antibiotic resistance.