Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia Terhadap Literasi Qur’anik Rissa Shofiani
IEMJ: Islamic Education and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2025): IEMJ: Islamic Education and Management Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ki Ageng Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64994/iemj.v2i1.56

Abstract

This study aims to identify the relevance of Indonesian language skills learning to the aspects of literacy taught in the Qur'an. This qualitative study is in the form of a literature study. The research approach uses descriptive analysis. Research data were taken from various relevant journals, books, and scientific articles. Meanwhile, data were obtained through documentation techniques. Furthermore, the analysis includes the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that Indonesian language skills (listening, speaking, reading, writing) are relevant to the litercay values in the Qur'an, such as the command to listen (QS. Al-Mulk:10), speak with six qaulan, read (QS. Al-'Alaq:1–5), and write (QS. Al-'Alaq:4–5). This research contributes to the integration that affirms the importance of language skills learning, which also has a theological basis in Islamic teachings.
Urgensi Penerapan Prinsip Kesantunan Berbahasa di Ruang Publik Kampus: Studi Kasus Kantin UIN Gusdur Aulin Hanani; Eska Rojwa Fauziah; Dewi Cahya Ningsih; Muhammad Jamal Aldin Al-Afqhoni At-Sauriy; Rissa Shofiani
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3617

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi penerapan prinsip kesantunan berbahasa pada ruang publik non-formal kampus, dengan mengambil studi kasus di Kantin UIN Gusdur. Kantin ini berfungsi sebagai ruang interaksi dinamis berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, dosen, karyawan, dan pedagang. Fokus utama adalah menganalisis implementasi atau pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa, ditinjau dari empat kriteria: ketepatan bahasa, kelancaran, kesopanan, dan efektivitas komunikasi. Konsep efektivitas komunikasi dan kelancaran didasarkan pada prinsip kerja sama (cooperative principle) dari H. P. Grice. Sementara itu, kesopanan dan kepatuhan pada maksim penghargaan serta pemufakatan berakar pada prinsip kesantunan (politeness principle) oleh Geoffrey Leech. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan partisipatif moderat terhadap interaksi verbal transaksional. Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi di Kantin UIN Gusdur secara umum berlangsung efektif, lancar, dan menjaga kesantunan. Meskipun terdapat penggunaan bahasa lisan yang sangat non-formal, seperti penyingkatan kata, penghilangan kata kerja, dan fenomena campur kode dan alih kode, hal ini justru berfungsi untuk meningkatkan keakraban sosial dan kelancaran komunikasi, sekaligus merefleksikan budaya lokal Pekalongan. Penggunaan sapaan hormat ("Bu," "Om") dan ungkapan lokal ("Monggo," "Maturnuwun," "Nak") menunjukkan kepatuhan yang kuat terhadap maksim penghargaan dan pemufakatan.