Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Islamic Science Community

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BAOSAN LOR DALAM PEMANFAATAN POTENSI LOKAL MELALUI PENGELOLAAN JANGGELAN Rizqy Fadlillah, Muhammad; Farhan, Muhamad; Mutmainnah, Irnawati; Ayu Awalia, Zulfa; Rokesih; Khusna Aisi, Okta
Journal of Islamic Science Community Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/isc.v2i2.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pengelohan janggelan menjadi cincau hitam. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: 1. Tahapan pengolahan daun janggelan menjadi cincau hitam yaitu: menyediakan bahan baku daun janggelan, pencucian bahan baku daun janggelan, perebusan daun janggelan, penyaringan dan pencampuran, pencetakan dan pengemasan cincau hitam. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini Sumber data diperoleh dari Kantor Desa dan PMD Baosan Lor Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi. Dalam Penelitian Peran Pendamping Desa Baosan Lor.
STRATEGI PEMASARAN PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) INDUSTRI TEMPE DAUN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TAHUN 2023/2024 (STUDI KASUS DI DUSUN NGEMBEL NGRAYUN PONORORGO) Heryanda, Rizki; Saftiana, Siti; Khusna Aisi, Okta
Journal of Islamic Science Community Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/isc.v3i1.758

Abstract

Strategi pemasaran memainkan peran yang sangat penting dalam kesuksesan suatu bisnis atau usaha. Di Indonesia terdapat berbagai jenis lahan pertanian yang cocok untuk berbagai tanaman, seperti lahan tegalan yang bisa ditanami jenis tanaman jagung, kedelai ataupun umbi-umbian, lahan sawah bisa ditanami padi, dan lahan perkebunan bisa ditanami kelapa sawit, pisang dan lain sebagainya. Pengelolahan kedelai di Indonesia tentunya menjadi hal yang umum sebagai produk yang bernilai tambah dapat meningkatkan nilai jualnya. Ketika permintaan akan produk kedelai meningkat, hal ini dapat berdampak positif bagi para petani dan penjual kedelai. Selain itu juga, kedelai termasuk sebagai bahan pangan pokok yang banyak diminati masyarakat. Contohnya seperti olahan makanan industri tempe daun yang ada di Dusun Ngembel Desa Baosan Lor Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN MANISAN BUAH KERING MANGGA (DRIED FRUIT) PADA WALI MURID SDN 2 SIDEM Rizal Rifa’i, Muhammad; Khusna Aisi, Okta; Yusril Musyafa’, A’ang; Setiawati, Ika
Journal of Islamic Science Community Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/isc.v4i2.1243

Abstract

Pengolahan manisan buah kering mangga adalah proses mengawetkan buah mangga dengan cara menambahkan gula (sebagai bahan pengawet alami) dan mengeringkannya hingga kadar airnya berkurang secara signifikan. Tujuannya adalah untuk memperpanjang umur simpan buah sekaligus mempertahankan rasa dan aroma khas mangga. Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan. Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.Manisan buah adalah buah yang diawetkan dengan gula. Tujuan pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan buah, selain untuk rasa manis, juga untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme (jamur, kapang). Dalam proses pembuatan manisan buah ini juga digunakan air garam dan air kapur untuk mempertahankan bentuk (tekstur) serta menghilangkan rasa gatal atau getir pada buah.