Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR VIDEO MONOLOG GIBRAN “GENERASI MUDA, BONUS DEMOGRAFI DAN MASA DEPAN INDONESIA” Hida, Nova
Indonesian Journal of Linguistics Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Linguistics
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijl.v2i1.39

Abstract

Penelitian ini membahas tentang "Ketidaksantunan Berbahasa dalam Kolom Komentar video monolog Youtube Gibran. Latar belakang penelitian ini berfokus pada ungkapan netizen di kolom komentar Video monolog Youtube Gibran yang kurang mematuhi prinsip-prinsip kebahasaan. Sebagai respons, penulis menganalisis karakteristik ketidaksantunan berbahasa yang muncul di komentar video monolog Youtube Gibran dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan terdiri dari kata-kata, ungkapan, istilah, atau kalimat yang dapat ditafsirkan sebagai patuh atau melanggar kesantunan, diambil dari komentar netizen pada video monolog Youtube Gibran berjudul “Generasi Muda, Bonus Demografi Dan Masa Depan Indonesia” yang diunggah pada 22 April 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, pencatatan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui penyajian data, reduksi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kolom komentar video monolog Youtube Gibran, terdapat pelanggaran terhadap kesantunan berbahasa yang dianalisis berdasarkan teori Geoffrey Leech (1993) yang terdiri dari enam prinsip, yang mencakup maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggaran maksim pujian lebih dominan dalam penelitian ini, yakni sebesar 54 data atau 27% dalam komentar video monolog Youtube Gibran.
REGISTER BAHASA GURU KREATOR KONTEN (GKK) DI MEDIA SOSIAL THREADS hida, nova; Hari Sunaryo; Hari Windu Asrini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42384

Abstract

ABSTRACTThe development of social media such as Threads has given rise to the phenomenon of content creator teachers (GKK), which creates a unique linguistic dynamic between the language of formal education and digital communication. This study aims to describe the form, function, and meaning of GKK language registers on the platform. With a descriptive qualitative approach, data were collected from the uploads of five GKK accounts (@fatkoer, @fikrisuhardi, @fiikriabdilah, @fakurly, @muchsinridlo) using listening, screen capture, and note-taking techniques. Data analysis followed the Miles and Huberman model, referring to word form theory (Ramlan, Kridalaksana), language function (Halliday), and meaning theory (Santoso, Keraf). The results show that GKK registers are in the form of single and complex words through affixation, reduplication, and abbreviation, and are mediated multimodally via hashtags and emojis. Language functions are dominated by representational and heuristic, followed by personal, instrumental, regulatory, and interactional, while imaginative functions are not found. On the meaning aspect, the register contains denotative and connotative meanings with meaning changes such as metaphor and peyoration. The conclusion of the study confirms that the GKK register is a form of hybridization that serves multiple functions: as an educational tool and a strategy to build authority, closeness, and professional identity in the digital space. This register represents teachers' linguistic adaptation that combines the brevity and appeal of digital communication without leaving the pedagogical essence.Keywords: register, language, content creator teacher, social media, threads, sociolinguistics