Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Al-Washl dan Al-Fashl dalam Kitab Ar-Risalah Imam asy-Syafi'i Fajar Lazuardi; Raswan; Dardiri
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dkr7j208

Abstract

This study aims to analyze the application of Al-Washl and Al-Fashl in the chapter “Bayān” of the Ar-Risālah by Imām al-Shāfiʿī. Al-Washl (connection) and Al-Fashl (separation) are two essential concepts in the science of Maʿānī, a branch of Arabic rhetoric (Balāghah) that deals with the rules of linking and separating sentences. Understanding these two concepts is crucial, as they significantly affect the clarity of meaning and eloquence in Arabic expression. Although many studies have addressed Al-Washl and Al-Fashl, this research presents a novel contribution by focusing on Ar-Risālah as the primary object of study—an approach that has rarely been explored from this perspective. Employing a qualitative descriptive design, the researcher systematically analyzes each sentence in the “Bayān” chapter to identify and classify their usage according to the principles of Washl and Fashl
Semantik (Dalalah) Sebagai Sebuah Disiplin IlmuKajian Linguistik Diakronik Puji Sumeh Pangestu; Fajar Lazuardi; Amarullah Amarullah
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 2 No 01 (2026): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu semantik atau ‘ilm ad-dalālah merupakan salah satu cabang utama dalam linguistik yang mengkaji makna bahasa, baik pada tataran kata, frasa, klausa, kalimat, maupun dalam hubungannya dengan konteks penggunaan bahasa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep semantik, sejarah perkembangannya, objek kajiannya, serta hubungannya dengan disiplin ilmu linguistik dan nonlinguistik lainnya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber klasik dan modern yang relevan dengan kajian semantik, baik dari tradisi Arab-Islam maupun Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa semantik memiliki akar historis yang kuat dalam tradisi keilmuan Arab-Islam, terutama melalui kajian Al-Qur’an, balaghah, dan ushul fiqh yang menekankan relasi antara lafaz dan makna. Tokoh-tokoh seperti Sibawaih, Ibnu Jinni, al-Farabi, dan Abdul Qahir al-Jurjani memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teori makna. Di sisi lain, tradisi Barat juga berperan penting dalam mematangkan semantik sebagai disiplin ilmiah, khususnya melalui pemikiran Michel Bréal, Ferdinand de Saussure, dan Noam Chomsky. Objek kajian semantik mencakup makna denotatif dan konotatif, relasi leksikal seperti sinonimi, antonimi, polisemi, dan hiponimi, serta makna dalam struktur kalimat dan konteks pragmatik. Kajian ini menegaskan bahwa semantik bersifat interdisipliner karena berkaitan erat dengan fonologi, morfologi, sintaksis, pragmatik, semiotika, serta bidang filsafat dan psikologi bahasa. Dengan demikian, semantik berperan penting dalam memahami bahasa sebagai sistem makna dan sebagai sarana utama komunikasi manusia.