Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perjalanan Balaghah Dari Pengetahuan Menjadi Disiplin Ilmu(بين المعرفة والصناعة) Puji Sumeh Pangestu; Ahmad Dardiri; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/w0jkca82

Abstract

Karya sastra menjadi sangat populer dalam sejarah sastra Arab, karena bangsa Arab pada masa itu dikenal sebagai orang yang sangat pandai berbicara serta cerdas dalam memilih setiap kata, diksi, hingga penyusunan kalimat yang sarat akan makna. Terbukti dari banyaknya kata-kata bijak (hikam), pribahasa (matsal) yang digunakan oleh masyarakat Arab sebagai bentuk sekadar ekspresi mereka atau sebagai salah satu bentuk mata pencaharian mereka yang pada saat itu memiliki karya sastra sangat tinggi. Sehingga tidak perlu diragukan lagi akan fashohah dan balaghahnya. Sebagai bagian dari tradisi murni bangsa Arab, balaghah setidaknya mengalami perkembangan sampai bisa dikenal menjadi disiplin ilmu yang bisa dipelajari pada saat ini. Dalam khazanah ilmu bahasa Arab, balaghah pada awalnya dikenal hanya sebatas sebagai ma’rifah hingga kemudian dikenal sebagai sina’ah. Penelitian ini akan menjelaskan proses perkembangan ilmu balaghah dimulai dari disebut dengan ma’rifah sampai menuju sina’ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa studi pustaka (library research) yaitu memahami dan mempelajari berdasarkan teori-teori yang diambil dari sumber literatur berupa buku ataupun artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, balaghah setidaknya mengalami dua periode dalam perkembangannya yaitu, periode ma’rifah dan periode sina’ah. Pada periode ma’rifah, balaghah dikenal hanya sebatas ilmu pengetahuan yang dipakai oleh kalangan sastrawan pada masa pra-Islam. Kemudian pada periode sina’ah, balaghah telah mengalami pembakuan sehingga pada masa ini balaghah telah menjadi disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan dipraktikan.
Tela’ah Kurikulum Bahasa Arab Tingkat Madrasah Aliyah (MA) Berdasarkan KMA 183 Tahun 2019 Puji Sumeh Pangestu; Amarullah; Ubaid Ridlo; Maswani
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/fy4qxp78

Abstract

Kurikulum bahasa Arab pada madrasah mengalami pembaruan melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019 sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tuntutan globalisasi, serta kebutuhan peningkatan mutu pembelajaran. Artikel ini bertujuan menelaah latar belakang, landasan filosofis dan teknis, serta kesesuaian komponen kurikulum bahasa Arab untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA). Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan melalui analisis literatur terkait KMA 183 dan 184 Tahun 2019, buku, artikel, dan kajian kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum dilandasi kondisi internal pembelajaran bahasa Arab yang masih bersifat struktural serta faktor eksternal berupa dinamika penggunaan bahasa Arab di dunia global. Kurikulum dirancang berbasis standar kompetensi, berorientasi pada penguatan empat keterampilan berbahasa, dan menuntut implementasi pembelajaran abad 21 berbasis teknologi. Komponen kurikulum pada MA telah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional serta kebutuhan kompetensi peserta didik masa kini. Secara keseluruhan, kurikulum bahasa Arab pada KMA 183 menekankan pembelajaran komunikatif, aplikatif, dan kontekstual agar peserta didik mampu memanfaatkan bahasa Arab sebagai alat komunikasi global dan sebagai sarana memahami sumber ajaran Islam.
Penilaian Autentik Bahasa Arab (Kurikulum Merdeka) Puji Sumeh Pangestu; Mahdi Ibnu Hamid; Raswan Raswan; Ubaid Ridho
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang bertujuan memberikan informasi komprehensif tentang perkembangan peserta didik. Salah satu bentuk asesmen yang dipandang paling relevan dalam konteks pembelajaran abad 21 adalah penilaian autentik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penilaian autentik dalam pembelajaran Bahasa Arab, urgensinya dalam implementasi Kurikulum Merdeka, serta bentuk penerapannya yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan melalui analisis berbagai referensi yang membahas asesmen autentik, Kurikulum Merdeka, dan pembelajaran bahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian autentik mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait kompetensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Implementasi asesmen autentik yang mencakup proyek, kinerja, portofolio, observasi, dan penilaian diri terbukti mampu mendukung pembelajaran Bahasa Arab yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kemampuan komunikatif. Dengan demikian, penilaian autentik sangat relevan digunakan sebagai strategi asesmen dalam Kurikulum Merdeka guna mendorong peserta didik menguasai Bahasa Arab secara fungsional dan kontekstual.