Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Performa Mahasiswa Profesi Dokter Gigi pada Pelayanan Gigi Mulut terhadap Kecemasan Dental Pasien di RSGMP Universitas Jenderal Soedirman Satrio, Rinawati; Oktavilia, Ernasiwi Astri; Khairunnisa, Ghina
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 01 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.12359

Abstract

Latar belakang: Pendidikan profesi dokter gigi merupakan pendidikan yang diarahkan pada penguasaan dan penerapan ilmu kepada masyarakat dalam bidang kedokteran gigi untuk menghasilkan dokter gigi yang berkompeten. Performa merupakan pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan perancanaan strategis dan operasional organisasi oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi. Kecemasan dental merupakan pemikiran bahwa sesuatu menyeramkan akan terjadi sebelum seseorang melakukan kunjungan atau perawatan gigi. Kecemasan dental tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman traumatis, jenis kelamin, instrumen perawatan gigi, pengetahuan, jenis perawatan gigi, dan dukungan keluarga, tetapi performa dari operator juga memegang peranan penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara performa mahasiswa program profesi dokter gigi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kecemasan dental pasien di klinik integrasi RSGMP UNSOED. Metode: Penelitian ini dilaksanakan secara observasional analitik. Responden penelitian berjumlah 95 orang yang merupakan pasien klinik integrasi RSGMP UNSOED pada tahun 2023-2024. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara performa mahasiswa profesi dengan kecemasan dental pasien (p<0,05) dengan nilai coefficient correlation (CC) sebesar -0.811 yang menunjukkan bahwa hubungan antara variabel kuat. Kesimpulan: terdapat hubungan antara performa mahasiswa program profesi dokter gigi dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kecemasan dental pasien.
A Sabtu Berbagi Dan Toleransi Antarumat Beragama, Kajian Sosiologi Agama Penjual Sayur Kristen Di Mojowangi Perspektif Max Weber-George C. Homans Khairunnisa, Ghina; Hasanah Almusaddadah, Mawil; Yuliana; Nihayati Nafisah; Susi Amilia; Uswatun Hasanah; Nuril Widad; Ramadhan, M. Rizki Syahrul
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i01.10984

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik sosial seorang penjual sayur beragama Kristen yang secara rutin membagikan sayur gratis setiap hari Sabtu kepada masyarakat di lingkungan multikultural Mojowangi, Mojowarno. Fenomena ini menarik dikaji dalam perspektif sosiologi agama karena menunjukkan bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat menjelma menjadi tindakan ekonomi sehari-hari yang tidak hanya bermanfaat secara material, tetapi juga berperan dalam membangun relasi sosial yang harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai motif dan dampak tindakan tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Max Weber tentang tindakan sosial untuk memahami orientasi makna di balik praktik berbagi, serta teori pertukaran sosial George C. Homans untuk melihat dinamika hubungan timbal balik yang tercipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan berbagi sayur merupakan bentuk eksternalisasi nilai kasih dalam ajaran Kristen yang kemudian berkembang menjadi norma sosial di masyarakat. Praktik ini juga memunculkan pertukaran sosial non-material seperti penghargaan, kepercayaan, dan solidaritas lintas agama. Dengan demikian, aktivitas ekonomi yang sederhana dapat menjadi media aktualisasi nilai religius sekaligus memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat majemuk.