Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana hambatan yang dialami mahasiswa Batak Karo dalam beradaptasi dengan masyarakat Minahasa di Tataaran II dan Bagaimana upaya mengatasi hambatan yang dialami mahasiswa Batak Karo dalam beradaptasi dengan masyarakat Minahasa di Tataaran II. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian di Minahasa Tataaran II dengan subyek penelitian yaitu mahasiswa Batak Karo yang berkuliah di Unima. Hasil penelitian tentang hambatan mahasiswa Batak Karo dalam beradaptasi yaitu kesulitan bahasa Manado yang membuat mereka kesulitan untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama terutama di Minahasa Tataaran II. Adapun upaya mengatasi hambatan dalam beradaptasi yaitu dengan belajar bahasa Manado. Bahasa Manado merupakan bahasa yang sering digunakan sehari-hari di Minahasa Tataaran II. Dan untuk dapat berkomunikasi dengan baik saat berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang budaya maka mahasiswa Batak Karo menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi agar memahami satu sama lain dan terhindar dari kesalahpahaman, cara tersebut dilakukan mahasiswa Batak Karo dalam proses adaptasinya untuk bisa mencapai tujuan yang akan mereka capai baik dalam kehidupan sosialnya maupun tujuan akademiknya.