Lelah Nurjamilah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intensitas Membaca Al-Qur’an Dengan Kecerdasan Emosional Peserta Didik Moh. Syaeful Ulum; Lelah Nurjamilah; Siti Warisiyah
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2024): THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/tjpi.v7i2.811

Abstract

Penelitian ini didasari dari hasil observasi rendahnya kecerdasan emosional peserta didik seperti kurang bisa mengendalikan emosinya seperti mudah tersinggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas membaca Al-Qur’an dengan kecerdasan emosional peserta didik di MTs Swasta Muslimin Panjalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dengan populasi 72 orang, penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa intensitas membaca Al-Qur’an di MTs Swasta Muslimin Panjalu tergolong tinggi (x ̅=70,65 berada pada skala penafsiran 69,534-71,748 dengan klasifikasi tinggi). Sedangkan kecerdasan emosional peserta didik MTS Swasta Muslimin Panjalu tergolong cukup (x ̅=65,75 berada pada skala penafsiran 65,4-68,6 dengan klasifikasi cukup). Dan hubungan intensitas membaca Al-Qur’an dengan kecerdasan emosional peserta didik MTS Swasta Muslimin Panjalu mempunyai hubungan positif dan signifikan berdasarkan rs sebesar 0,59 berada pada klasifikasi cukup. Derajat determinasi hubungan antara variabel (X) dan variabel (Y) adalah 34,81%. Hasil pengujian hipotesis ternyata harga t hitung sebesar 4,24 sedang t tabel pada taraf 1,72 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak.
Analisis Semantik Lafadz Basyar, Insān, Nās, dan Banī Ādam dalam Al-Qur'an: Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer serta Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Lelah Nurjamilah; Jaenal Mutaqin; Badruzaman M. Yunus; Endi Suhendi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): Mei: CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cendekia.v6i2.9037

Abstract

The Qur'an al-Karīm employs at least four principal terms in referring to human beings, namely al-basyar, al-insān, al-nās, and banī Ādam. These terms are not merely synonymous; rather, each represents distinct yet complementary dimensions of humanity in constructing a holistic concept of the human being. This study aims to: (1) analyze the semantic meanings of these four terms based on mufrodat studies, Makkiyah-Madaniyah classification, and asbābun nuzūl; (2) compare the interpretations of classical scholars - Al-Ṭabarī, Ibn Kathīr, Al-Qurṭubī, and Fakhr Al-Rāzī - with those of contemporary scholars - Sayyid Quṭb, Ibn ‘Āshūr, M. Quraish Shihab, and Buya Hamka; and (3) formulate their implications for Islamic education. This research employs a library research method using the tafsīr maudhū‘ī approach integrated with Izutsu’s semantic analysis model. The findings reveal that al-basyar represents the physical-biological dimension of human beings; al-insān represents the spiritual dimension in relation to ‘ubūdiyyah toward Allah; al-nās represents the social-collective dimension; and banī Ādam represents the intellectual-rational dimension inherited from Adam through the divine gift of teaching al-asmā’ (Qur'an 2:31). Collectively, these four dimensions provide fundamental implications for the development of objectives, curriculum, methodology, and evaluation within holistic and comprehensive Islamic education.