Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PREDIKSI PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA TENAGA PENDIDIK DI SEKOLAH DASAR Irawaty, Enny; Novendy; Iqram, Muhammad; Amadea, Stephanie
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i1.29193

Abstract

Cardiovascular disease is one of the leading causes of death in Indonesia. According to Global Burden of Disease and Institute for Health Metrics and Evaluation data from 2014 to 2019, cardiovascular disease is the leading cause of death in Indonesia. Basic Health Research data for 2018 also reveal an increase in cardiovascular disease, with an incidence of 1.5% higher than the previous year, with an incidence of 0.5% lower in 2013. Teaching is a wonderful vocation, but the welfare of teachers, especially their health, receives little attention from many parties. Teachers may be unable to perform routine health exams, including analyzing the risk of heart disease, due to a lack of funds. As a result, the Faculty Medicine Universitas Tarumanagara health service staff took the initiative to conduct cardiovascular disease screenings. The Framingham Risk Score is a tool for determining the risk of cardiovascular disease. The activity was attended by 21 members of teacher. The participants' average age was 40.24 years, with a range of 30 to 56 years. Females made up 66.7% of all participants. The cardiovascular disease risk assessment revealed that practically all participants (90.5%) were at low risk. This is a good result, but you must be careful not to get overly optimistic about it. Routine checkups are still recommended to ensure good outcomes and avoid potential health problems.
LINKING SERVICE QUALITY TO PATIENT LOYALTY THROUGH PATIENT SATISFACTION IN AN INDEPENDENT MEDICAL PRACTICE Amadea, Stephanie; Cokki
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/022cjy94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran kualitas layanan dalam mempengaruhi loyalitas pasien di praktik medis independen di Tangerang, Indonesia, melalui variabel mediasi yaitu kepuasan pasien. Meskipun sebagian besar penelitian sebelumnya mengenai kualitas layanan dan loyalitas berfokus pada pengaturan perawatan kesehatan rumah sakit atau institusional, penelitian dalam praktik medis independen masih relatif terbatas, khususnya dalam interaksi yang berpusat pada dokter di mana konsultasi pribadi adalah pertemuan layanan utama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan pengambilan sampel berurutan, dan menganalisis 180 jawaban yang dikumpulkan melalui Google Forms online. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji efek langsung dan mediasi antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa kualitas layanan secara positif dan signifikan mempengaruhi kepuasan pasien dan loyalitas pasien, dengan kepuasan pasien bertindak sebagai variabel mediasi dalam hubungan ini. Di antara lima dimensi kualitas layanan, empati diidentifikasi sebagai komponen yang paling signifikan, menunjukkan bahwa komunikasi pribadi dan interaksi interpersonal sangat penting dalam layanan medis independen. Temuan ini berkontribusi pada perluasan teori kualitas layanan dalam konteks perawatan kesehatan yang berpusat pada dokter dan menawarkan implikasi praktis bagi praktisi independen untuk memprioritaskan dimensi relasional dan empatik dalam mengembangkan strategi yang berpusat pada pasien.   The aim of this study is to examine the role of service quality in influencing patient loyalty at an independent medical practice in Tangerang, Indonesia, through a mediating variable that is patient satisfaction. While most previous studies concerning service quality and loyalty have focused on hospital or institutional healthcare settings, research within independent medical practice remains relatively limited, particularly in physician-centered interactions where personal consultation is the primary service encounter.  This study used a quantitative cross sectional design with consecutive sampling, and analyzed 180 responses collected through an online Google Forms. The analysis of the data was conducted through Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) utilizing SmartPLS 4 software to test the direct and mediating effects between the variables. The results indicate that service quality positively and significantly impacts both patient satisfaction and patient loyalty, with patient satisfaction acting as a mediating variable in this association. Among the five dimensions of service quality, empathy was identified as the most significant component, suggesting that personal communication and interpersonal interaction are central in independent medical services. These findings contribute to extending service quality theory within physician-centered healthcare contexts and offer practical implications for independent practitioners to prioritize relational and empathetic dimensions in developing patient-centered strategies.
UPAYA MENURUNKAN KASUS BARU HIPERTENSI DI DESA X, WILAYAH KERJA PUSKESMAS Z KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2025 Buntardi, Meta Angelia; Ernawati, Ernawati; Amadea, Stephanie; Virgie, Marisca Clarissa; Nugroho, Dodo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56111

Abstract

Hipertensi adalah sebuah kondisi dimana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal. Data yang tercatat pada tahun 2024 memperkirakan ada 1,4 miliar orang dewasa menderita hipertensi di seluruh dunia. Data yang tercatat di Kabupaten Tangerang tahun 2024 memperlihatkan bahwa terdapat 162.105 kasus hipertensi dan menjadikan hipertensi masuk ke dalam sepuluh besar penyakit terbanyak di Puskesmas, termasuk di Puskesmas Z. Tujuan dari kegiatan intervensi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa X di wilayah kerja Puskesmas Z mengenai penyakit hipertensi dan upaya pencegahannya. Pendekatan dengan Paradigma Blum digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penentuan prioritas masalah dilakukan dengan menggunakan teknik non-skoring Delphi, serta menggunakan fishbone diagram dan metode five whys untuk menentukan akar-akar penyebab masalah. Intervensi yang dilakukan adalah kegiatan edukasi mengenai hipertensi dan pencegahannya. Pengukuran keberhasilan intervensi berupa pre-test dan post-test. Pengawasan dilakukan dengan menggunakan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan dievaluasi dengan menggunakan pendekatan sistem. Intervensi terhadap 36 masyarakat telah dilakukan dengan hasil yaitu peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata pre-test 5,7 menjadi 7,2 pada post-test. Selain itu, ditunjukkan juga dengan sebanyak 63,89% masyarakat (23 orang) mencapai nilai post-test ≥ 7.0. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi dan upaya pencegahannya pada masyarakat yang hadir dalam kegiatan intervensi.