Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Sistem Precision Aquaculture Berbasis IoT Untuk Sistem Pelaporan Berbasis Web Pada Budidaya Kepiting Muhammad Muflih Muhsinin; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i1.9237

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu spesies yang hidup di ekosistem mangrove, terutama di Indonesia, dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Untuk mendukung budidaya kepiting bakau, diperlukan teknologi yang dapat memberikan data kualitas air secara real-time, sehingga membantu pengelola mencegah kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem Internet of Things (IoT) berbasis web untuk memantau kondisi air secara akurat. Sistem ini menggunakan metodologi prototyping, yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah web yang mampu menampilkan nilai sensor kualitas air serta gambar secara real-time dengan dukungan Firebase. Web ini diharapkan dapat memvisualisasikan data dengan baik, memudahkan pengelola dalam pengambilan keputusan, serta mendukung keberhasilan budidaya kepiting bakau.
Pengembangan Backend Sistem Dashboard Berbasis Internet Of Things Dan Manajemen Distribusi Vertical Crab House Imam Mukhlash; Putra, Seno Adi; Duddy Soegiarto
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v3i2.10024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem backend untuk dashboard berbasis Internet of Things (IoT) yang mendukung operasional Vertical Crab House, sebuah konsep budidaya kepiting vertikal yang dirancang untuk memaksimalkan penggunaan ruang dan meningkatkan efisiensi produksi. Data sensor IoT yang digunakan, seperti Dissolved Oxygen (DO), pH, salinitas, suhu, Total Dissolved Solids (TDS), dan amonia, data yang dikirim kan berupa dummy data yang dihasilkan oleh perangkat ESP32 dan dikirim ke Firebase. Backend berperan sebagai pengelola utama data ini, serta menangani logika bisnis dan manajemen distribusi produk kepiting, memastikan distribusi yang efisien dan menjaga kualitas produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Extreme Programming (XP), yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak secara iteratif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan. Dengan memisahkan pengembangan antara frontend dan backend, sistem dapat dioptimalkan untuk memberikan antarmuka pengguna yang intuitif sekaligus mengelola pengelolaan data dan distribusi secara efisien. Sistem ini juga dibagi menjadi dua bagian utama: manajemen logistik dan manajemen distribusi. Manajemen logistik berfokus pada penyediaan kebutuhan budidaya, seperti alat dan bahan, sedangkan manajemen distribusi mengatur proses penjualan kepiting ke pasar. Pemisahan ini memungkinkan solusi yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari masing-masing area, mendukung keberhasilan ekosistem budidaya kepiting secara keseluruhan.
Pengembangan Backend Sistem Dashboard Berbasis Internet Of Things Dan Manajemen Logistik Vertical Crab House Aquatic Zaky Zahrani Fauzi; Putra, Seno Adi; Duddy Soegiarto
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v3i2.10044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan backend sistem dashboard berbasis Internet of things (IoT) dan manajemen logistik pada platform Vertical crab house Aquatic, sebuah inovasi dalam budidaya kepiting yang menggunakan pendekatan vertikal. Pendekatan ini berbeda dengan metode budidaya tradisional karena memungkinkan pemantauan individual terhadap kepiting dalam modul yang terpisah dan tertumpuk, sehingga penggunaan ruang menjadi lebih efisien. Dalam penelitian ini, teknologi IoT diintegrasikan untuk memberikan kemampuan pemantauan real-time terhadap kondisi lingkungan kepiting, termasuk parameter penting seperti suhu, kelembaban, dan kualitas air. Hal ini diharapkan dapat membantu peternak kepiting dalam menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan kepiting. Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah Extreme programming, yang dipilih karena sifatnya yang iteratif dan kolaboratif, sehingga memungkinkan penyesuaian cepat terhadap kebutuhan pengguna. Backend yang dikembangkan mendukung berbagai fitur seperti manajemen data kepiting, integrasi IoT untuk pemantauan kondisi lingkungan, serta pengelolaan logistik yang mencakup distribusi dan suplai kebutuhan budidaya. Fitur ini terhubung dengan berbagai faktor utama dalam sistem, seperti Super Admin dan Supply merchant, yang memiliki peran penting dalam operasional budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem backend yang dikembangkan mampu mendukung operasional Aquatic dengan baik, khususnya dalam hal pemantauan dan pengelolaan logistik. Penggunaan teknologi IoT dalam sistem ini memungkinkan peternak untuk melakukan pengawasan secara lebih detail dan terstruktur, serta mengoptimalkan proses distribusi dan suplai. Dengan demikian, platform ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan perluasan pasar industri budidaya kepiting, terutama dalam konteks budidaya vertikal yang inovatif.
Sistem Sensor Untuk Pemantauan Kualitas Dan Temperatur Air Bryan Verdhatama; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i2.9334

Abstract

Sebagai negara dengan hutan mangrove terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan hayati berupa kepiting soka yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Indonesia juga merupakan negara eksportir krustasea laut tersebut. Namun, pada tahun 2021 nilai ekspor kepiting hanya mencapai 614,25 juta USD. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor alami dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan teknologi precision aquaculture yang dapat meningkatkan efisiensi budidaya melalui pemantauan kualitas air dengan memanfaatkan sensor, seperti sensor TDS (DS18B20), pH (SEN0161), dan temperatur (DS18B20), untuk mengetahui kondisi air pada media budidaya kepiting. Selain itu, digunakan juga aplikasi Firebase untuk mendukung sistem Internet of Things (IoT). Kepiting soka sendiri memiliki kebutuhan spesifik, yaitu temperatur 22–25°C, pH 7,5–7,7, dan salinitas 10–25 ppt. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sensor temperatur air mencatat 24,7°C dengan akurasi 98,33%, sensor pH mencatat 9,15 dengan akurasi 99,66%, dan sensor salinitas mencatat 2,83 ppt dengan akurasi 89,27%. Selisih nilai antara sensor dan alat ukur standar adalah 0,43 untuk temperatur, 0,04 untuk pH, dan 0,37 untuk salinitas. Informasi nilai-nilai tersebut ditampilkan pada LCD 16x2 dan Realtime Database Firebase.
Penggunaan Kamera Untuk Pemantauan Kondisi Kepiting Felix Vinansius Sihaloho; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i2.9831

Abstract

Indonesia memiliki banyak hutan mangrove yang berperan sebagai ekosistem penting, mendukung kehidupan berbagai makhluk, termasuk kepiting bakau. Ekosistem mangrove di Indonesia juga menawarkan peluang besar untuk pengembangan budidaya kepiting. Masalah utama yang dihadapi dalam pemantauan kepiting bakau adalah kurangnya sistem monitoring yang efektif untuk memantau pertumbuhan kepiting, yang dapat berdampak langsung pada hasil produksi kepiting, diharapkan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan peluang ekonomi dalam pembudidayaan kepiting bakau. Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi inovatif dalam mengoptimalkan budidaya kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring berbasis IoT menggunakan ESP32-CAM untuk memantau kondisi kepiting bakau, terutama dalam hal pertumbuhan kepiting bakau secara visual tanpa melakukan pengukuran ukuran secara langsung. Dengan mengambil gambar secara berkala dan mengirimkan gambar secara real-time ke database Firebase. Firebase berperan sebagai pusat penyimpanan data yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja sehingga sistem ini memungkinkan pengelola untuk memantau kondisi dengan lebih efektif. Metode yang saya gunakan adalah studi literatur, diskusi dan prototipe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ESP32-CAM dan Firebase mampu berfungsi dengan baik, dengan ESP32-CAM yang mampu mengambil gambar dan Firebase menunjukkan performa yang baik dalam menyimpan gambar secara realtime.
Sistem Sensor Untuk Pemantauan Kekeruhan Air Dan Oksigen Terlarut Muhammad Fakhrial Latief; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i2.9960

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu jenis kepiting yang mempunyai habitat alami, terutaman karena keberadaan ekosistem mangrove yang berlimpah di Indonesia. Budidaya kepiting bakau di Indonesia memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi, tetapi masih terdapat beberapa hambatan, salah satunya adalah kurangnya penerapan teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem Precison Aquaculture berbasis Internet of Thing (IoT) pada sensor untuk memantau kekeruhan air dan oksigen terlarut pada budidaya kepiting secara Real-time. Metodologi yang digunakan adalah pengambilan data dari sensor DO, sensor turbidity, dan sensor amonia untuk membaca data kekeruhan air, oksigen terlarut, dan ammonia. Hasil pengujian menunjukkan yang dimana mikrokontroller mengirimkan data sensor kepada dashboard website. Implementasi ini diharapkan dapat memudahkan pengelola dalam memantau nilai dari kekeruhan air, oksigen terlarut dan amonia pada kepiting bakau, sehingga mengurangi resiko kematian, dan meningkatkan hasli panen kepiting bakau.
Pembangunan Sistem Kendali Pergerakan Kamera Untuk Pemantauan Kondisi Kepiting Aldi Ahmad Fadilah; Hendrarini, Nina; Duddy Soegiarto
Journal of Applied Engineering and Social Science (JAESS) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jaess.v3i2.10060

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu makhluk hidup laut yang memiliki peluang ekonomi yang besar. Meskipun memiliki potensi yang besar, pembudidayaan kepiting bakau masih terkesan manual yang menyebabkan kepiting rawan gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem precision aquaculture berbasis Internet of Things (IoT) untuk budidaya kepiting bakau. Tujuan sistem ini dirancang adalah untuk memantau kondisi kepiting secara berkala tanpa campur tangan manusia, dimana motor stepper akan menggerakan kamera untuk mengambil gambar dan mengirim gambar tersebut menuju website. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan Prototipe. Hasil dari penelitian ini adalah motor stepper mampu berhenti tepat diatas box kepiting dan memberikan sinyal kepada ESP32-CAM untuk mengambil gambar dan kembali ke posisi awal setelah sampai pada titik terakhir. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi budidaya kepiting dengan mengoptimalkan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan kepiting, mengurangi risiko kematian, dan meningkatkan hasil produksi secara keseluruhan.