Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Aktivitas Nitrat Reduktase (ANR) Tanaman Jagung pada Pola Tumpangsari yang Diberi Serasah Jagung-Kedelai serta Biochar di Lahan Suboptimal Sidondo Sulawesi Tengah Sjarfuddin Ende; Salawati Salawati; Indrianto Kadekoh; Fathurrahman Fathurrahman; Saiful Darman; Lukman Lukman
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 4 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.4.544

Abstract

The aim of the study was to examine the relationship between nitrate reductase activity and N uptake, tissue N content, N uptake, and chlorophyll content of corn plants in intercropping patterns which are given corn-soybean litter and biochar. The use of plant litter and biochar derived from crop residues as a source of organic matter in different intercropping patterns affected nitrate reductase activity, tissue N content, N uptake, and chlorophyll content of maize. This experiment was carried out on sub-optimal Sidondo land, Central Sulawesi with the main limiting factors being the availability of water and alkaline soil pH (7.21) which were arranged in a divided plot design with five litter treatments as subplots and five cropping patterns as the main plot with three replicates. Parameters observed were N levels, plant tissue N uptake, chlorophyll, and nitrate reductase activity. Collected data were analyzed using Anova and Duncan's multiple random tests. The results showed that corn litter, soybean mixed corn + soybean litter and their biochar in different intercropping patterns affected nitrate reductase activity, nitrogen uptake, chlorophyll levels very significantly (P˂0.01), increased nitrate reductase activity by 9710.86 mol NO2- -1g-1hour-1 at the age of 55 DAP, while N uptake (2237 mg.kg-1), tissue N content (4.33%), and total chlorophyll content (10.61 mg.l-1) were the highest in the litter treatment, corn and soybeans as well as biochar in corn and soybean intercropping (1:2), and (2:4). Thus, the provision of corn and soybean litter and biochar in intercropping systems can increase nitrate reductase activity, N uptake, tissue N levels, and corn chlorophyll levels in the corn-soybean intercropping system. Keywords: chlorophyll, N content of corn plant tissue, nitrate reductase activity, N uptake
PENGELOLAAN RESIDU JAGUNG-KEDELAI PADA POLA TUMPANGSARI TERHADAP SIMPANAN C-ORGANIK DAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH Salawati, Salawati; Ende, Sjarifuddin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6741

Abstract

Tanaman Jagung dan kedelay termasuk tanaman pangan penting setelah padi dan gandum namun kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman  tersebut secara monokultur adalah keterbatasan lahan serta kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pertanaman dan peran residu tanaman jagung dan kedelai serta biocharnya terhadap simpanan C-organik tanah,  bobot isi tanah, beberapa sifat kimia tanah dan nisbah kesetraan lahan.  Penelitian ini dilaksanakan di kebun sains Sidondo BPTP Sulawesi  Tengah dan laboratorium tanah Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah. Percobaan disusun berdasarkan rancangan acak kelompok  faktorial 5x5 pola petak terbagi (Split Plot Design) dengan tiga ulangan.  Sebagai petak utama adalah system pertanaman yaitu;  (T1) monokultur jagung, (T2) monokultur kedelai, (T3) tumpangsari jagung/kedelai (1:1), (T4) tumpangsari jagung/kedelai (2:1), (T5) dan tumpangsari jagung/kedelai (2:4). Anak Petak yaitu residu dan biochar jagung-kedelai yang diberi label (R1) tanpa residu, (R2) residu jagung, (R3) residu kedelai, (R4) residu jagung+kedelai, (R5) biochar jagung+kedelai. Setiap ulangan (blok) memiliki 25 plot, masing-masing berukuran 3,5 m x 4,5 m. Hasil penelitian menunjukkan simpanan C-organik dan C oraganik tanah  tertinggi pada  interaksi perakuan tumpangsari  2:4  dengan biochar, Bobot isi tanah terendah pada interaksi perlakuan monokultur kedalai dengan biochar, N Total tertinggi pada interaksi perlakuan tumpangsari 2:4 dengan residu jagung kedelai. P Total pada interaksi perlakuan tumpangsari 2:4 dengan biochar, K total tertinggi pada interaksi perlakuan tumpangsari 1:2 dengan Residu jagung kedelai, nisbah kesetraan lahan  tertinggi pada interaksi perlakuan tumpangsari 2:4 dengan residu kedelai.