Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Law Review of Banjar Community Customs on "Mandi-Mandi Manujuh Bulanan Afif, Muhammad Wildan; Sulaiman Kurdi; Muhammad Fahmi Nurani; Hagis Adetiana; M. Nadhif Ardiaputra; Bunga Lestari
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 2 (2023): The Development of Islamic Law and Culture in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i2.10

Abstract

The study aspect of this research is the Banjar community's custom for women who are seven months pregnant, in which a traditional procession is carried out in which the woman is bathed by her parents, grandmother, and family relatives in turn. The purpose of this research is to find out how an Islamic legal review is taken from the implementation of the Banjar community for generations. With this custom occurring in Indonesia, especially the Banjar tribe, although it is known that when a wife is pregnant in Islam, she can pray and put her trust in Allah ﷻ, but this research has differences in the approach to the meaning of the concept. The research method used in this research is a field research method that occurs in several places in the city of Banjarmasin and is analyzed descriptively qualitatively, namely the discussion obtained by collecting data from interviews and literature sources about the seven-month bath which is then examined using a review of Islamic law. From the results of this study it can be concluded that the custom or custom of bathing seven monthly there are those who say it is not allowed and there are also those who say it is allowed in Islamic law, because something is a matter of difference of opinion in fiqh is a natural thing. The term "Mandi-Mandi Manujuh Bulanan" appears among the Banjar people because it is more widely known, although in fact this "bamandi-mandi" custom for the Banjar people there are many kinds and certain conditions. Aspek kajian pada penelitian ini adalah oleh masyarakat Banjar dalam melakukan adat bagi perempuan yang hamil tujuh bulan yang dilaksanakan suatu prosesi adat dari perempuan tersebut dimandikan oleh orang tuanya perempuannya, neneknya, maupun kerabat keluarganya secara bergantian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana suatu tinjauan hukum islam yang diambil dari pelaksanaan masyarakat Banjar tersebut secara turun menurun. Dengan kebiasaan tersebut terjadi di Indonesia khususnya suku Banjar yang walaupun sudah dapat diketahui bahwa ketika istri hamil dalam Islam dapat dido'akan dan bertawakal kepada Allah ﷻ, namun penelitian ini memilik perbedaan dari pendekatan maksud dari konsep itu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan yang terjadi di beberapa tempat di kota Banjarmasin dan dianalisis secara deskriptif kualitatif, yaitu pembahasan yang diperoleh dengan mengumpulkan data dari wawancara dan sumber kepustakaan tentang mandi tujuh bulanan yang kemudian ditelaah dengan menggunakan tinjauan hukum Islam. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebiasaan atau adat mandi tujuh bulanan itu ada yang menyatakan tidak boleh dan ada juga yang mengatakan boleh dalam hukum Islam, karena sesuatu hal persoalan dalam perbedaan pendapat pada fiqih adalah suatu hal yang wajar. Adaphn Istilah "Mandi-Mandi Manujuh Bulanan" ini muncul di kalangan masyarakat Banjar karena lebih banyak dikenal, meskipun sebenarnya adat "bamandi-mandi" ini bagi masyarakat Banjar terdapat banyak macam dan keadaan tertentu.
Upaya Baznas Kabupaten Banjar Dalam Mengoptimalkan Pengumpulan Zakat Pada Sektor Pertanian Hagis Adetiana; Abdul Hafiz Sairazi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.397

Abstract

Abstract This study aims to examine the efforts of Baznas Banjar Regency in optimizing the collection of agricultural zakat in Banjar Regency. Zakat is one of the pillars of Islam that must be implemented for every Muslim. Agricultural products that have a high enough value that has reached the nishab must be issued zakat. However, in reality, there are still many farmers in Banjar Regency who do not know to whom this agricultural zakat is distributed, causing the distribution of agricultural zakat to miss the eight asnaf that must be given zakat, therefore Baznas Banjar Regency also plays a role in optimizing the collection of agricultural zakat in Banjar Regency This research uses empirical legal research, namely one type of legal research that analyzes and examines the legal behavior of individuals or communities in relation to the law and the data sources used come from primary data. Data were collected through interviews with Baznas Banjar Regency and documentation. The data were analyzed using descriptive analysis techniques. This research found that Baznas Banjar Regency optimizes the collection of agricultural zakat by using four methods, namely: 1) Socialization to the farming community of Banjar Regency, 2) Providing fertilizer assistance to farmers, 3) Cooperating with the Social Service and the Agriculture Office to reach further agricultural information in Banjar Regency, 4) Forming a Zakat Collection Unit (UPZ). Keywords: Efforts, Optimal, Collection, Agricultural Zakat, Baznas. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya Baznas Kabupaten Banjar dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat pertanian pada Kabupaten Banjar. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim. Hasil pertanian yang mempunyai nilai cukup tinggi yang sudah mencapai nishab maka wajib dikeluarkan zakatnya. Namun dalam kenyataanya pada petani masyarakat Kabupaten Banjar dalam penyaluran zakat pertaniannya masih banyak yang belum mengetahui kepada siapa zakat pertanian ini disalurkan sehingga menyebabkan penyaluran zakat pertanian ini luput pada delapan asnaf yang wajib diberikan zakatnya, maka dari itu Baznas Kabupaten Banjar juga berperan dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat pertanian pada Kabupaten Banjar Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris yaitu salah satu jenis penelitian hukum yang menganalisis dan mengkaji tentang perilaku hukum individu atau masyarakat dalam kaitannya dengan hukum dan sumber data yang digunakan berasal dari data primer. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada pihak Baznas Kabupaten Banjar dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Penelitian ini menemukan Baznas Kabupaten Banjar dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat pertanian dengan menggunakan empat cara yaitu: 1) Sosialisasi kepada masyarakat petani Kabupaten Banjar, 2) Memberikan bantuan pupuk kepada petani, 3) Bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pertanian aga menjangkau lebih jauh informasi pertanian pada Kabuapaten Banjar, 4) Membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ). Kata kunci : Upaya, Optimal, Pengumpulan, Zakat Pertanian, Baznas.