Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utilization Of Pawned Land In Martadah Village Community Based On The Perspective Of Shafi'i Madzhab Khairiyah; Dika Idha Saputri; Nuril Madinah; Abdul Hafiz Sairazi; Ruslan
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 1 (2023): The Development of Fatwa and Islamic Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i1.30

Abstract

Abstract This research is motivated by the problems that occur in Pasar Arba, Sungai Pandan District, where the implementation of the Regional Regulation of Hulu Sungai Utara Regency No. 9 of 2018 concerning Public Order and Community Peace has not been fully implemented optimally. In its implementation, there are still violations by street vendors which result in disruption of road activities and the function of the road shoulder for pedestrians. The purpose of this study is to determine the extent to which the implementation of the North Hulu River Regency Regional Regulation No. 9 of 2018 concerning Public Order and Community Peace in Arba Market, Sungai Pandan District. This research is a field research with a qualitative approach and the research method uses the case study method. Data collection techniques are interviews and documentation. Data processing techniques through editing, classification and interpretation. Data analysis using descriptive qualitative analysis. Based on the results of the research, the Implementation of Hulu Sungai Utara Regional Regulation No.9 of 2018 concerning Public Order and Community Peace towards controlling street vendors in Arba Market, Sungai Pandan District has not been able to be implemented optimally, because on the one hand there are more and more street vendors and on the other hand the limited location to accommodate traders cannot be developed anymore. This can be seen from along the road to Arba Market in Sungai Pandan Subdistrict, which is increasingly filled with street vendors. The inhibiting factors from law enforcers, street vendors or the community itself so that the implementation is not carried out optimally. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan yang terjadi di Pasar Arba Kecamatan Sungai Pandan yang mana pelaksanaan dari Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara No. 9 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat belum sepenuhnya dapat dilaksanakan secara maksimal. Dalam pengemplementasiannya masih terdapat pelanggaran-pelanggaran oleh pedagang kaki lima yang mengakibatkan terganggunya aktivitas jalan dan beralih fungsinya bahu jalan untuk pejalan kaki. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara No. 9 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Pasar Arba Kecamatan Sungai Pandan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data melalui editing, klasifikasi dan interpretasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Peraturan Daerah Hulu Sungai Utara No.9 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat terhadap penertiban pedagang kaki lima di Pasar Arba Kecamatan Sungai Pandan belum dapat terlaksana secara maksimal, karena disatu sisi pedagang kaki lima yang semakin banyak dan disisi lain keterbatasan lokasi untuk menampung pedagang tidak bisa dikembangkan lagi. Hal ini dapat dilihat dari sepanjang jalan menuju Pasar Arba di Kecamatan Sungai Pandan semakin dipenuhi oleh pedagang kaki lima. Faktor penghambat dari penegak hukum, pedagang kaki lima ataupun masyarakat itu sendiri sehingga penerapannya tidak terlaksana dengan optimal. Keywords: Implementasi, Penertiban, Pedagang Kaki Lima.
Upaya Baznas Kabupaten Banjar Dalam Mengoptimalkan Pengumpulan Zakat Pada Sektor Pertanian Hagis Adetiana; Abdul Hafiz Sairazi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.397

Abstract

Abstract This study aims to examine the efforts of Baznas Banjar Regency in optimizing the collection of agricultural zakat in Banjar Regency. Zakat is one of the pillars of Islam that must be implemented for every Muslim. Agricultural products that have a high enough value that has reached the nishab must be issued zakat. However, in reality, there are still many farmers in Banjar Regency who do not know to whom this agricultural zakat is distributed, causing the distribution of agricultural zakat to miss the eight asnaf that must be given zakat, therefore Baznas Banjar Regency also plays a role in optimizing the collection of agricultural zakat in Banjar Regency This research uses empirical legal research, namely one type of legal research that analyzes and examines the legal behavior of individuals or communities in relation to the law and the data sources used come from primary data. Data were collected through interviews with Baznas Banjar Regency and documentation. The data were analyzed using descriptive analysis techniques. This research found that Baznas Banjar Regency optimizes the collection of agricultural zakat by using four methods, namely: 1) Socialization to the farming community of Banjar Regency, 2) Providing fertilizer assistance to farmers, 3) Cooperating with the Social Service and the Agriculture Office to reach further agricultural information in Banjar Regency, 4) Forming a Zakat Collection Unit (UPZ). Keywords: Efforts, Optimal, Collection, Agricultural Zakat, Baznas. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya Baznas Kabupaten Banjar dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat pertanian pada Kabupaten Banjar. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim. Hasil pertanian yang mempunyai nilai cukup tinggi yang sudah mencapai nishab maka wajib dikeluarkan zakatnya. Namun dalam kenyataanya pada petani masyarakat Kabupaten Banjar dalam penyaluran zakat pertaniannya masih banyak yang belum mengetahui kepada siapa zakat pertanian ini disalurkan sehingga menyebabkan penyaluran zakat pertanian ini luput pada delapan asnaf yang wajib diberikan zakatnya, maka dari itu Baznas Kabupaten Banjar juga berperan dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat pertanian pada Kabupaten Banjar Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris yaitu salah satu jenis penelitian hukum yang menganalisis dan mengkaji tentang perilaku hukum individu atau masyarakat dalam kaitannya dengan hukum dan sumber data yang digunakan berasal dari data primer. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada pihak Baznas Kabupaten Banjar dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Penelitian ini menemukan Baznas Kabupaten Banjar dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat pertanian dengan menggunakan empat cara yaitu: 1) Sosialisasi kepada masyarakat petani Kabupaten Banjar, 2) Memberikan bantuan pupuk kepada petani, 3) Bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pertanian aga menjangkau lebih jauh informasi pertanian pada Kabuapaten Banjar, 4) Membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ). Kata kunci : Upaya, Optimal, Pengumpulan, Zakat Pertanian, Baznas.