Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Law Guidelines Regarding The Banjar People's Belief In Using Turmeric And Whiting To Cure "Kepidaraan" Lestari, Bunga; Hafidzi, Anwar; Layli Nor Syifa; Muhammad Ilham Nadhir; Irwanda Fikri; Hayatun Na`Imah; Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 2 (2023): The Development of Islamic Law and Culture in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i2.14

Abstract

ABSTRACT This research examines the beliefs of the Banjar people in carrying out bapidara, namely the culture of overcoming fever which is believed to be caused by disturbances from spirits, also called kepidaraan. Treatment is done using natural ingredients such as turmeric and whiting. Bapidara has been a tradition for generations of the Banjar people and not just anyone can do it. Fever can be cured by applying a concoction of turmeric and whiting accompanied by reciting several mantras. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis method, namely analyzing data obtained from interviews and field observations. From the results of this study, it can be concluded that this bapidara treatment does not deviate from Islamic law, basically turmeric and betel lime have their own benefits that can treat fever and also the readings used are certain verses contained in the Koran. Suggestions and beliefs also affect conditions, regarding the disturbance of these spirits, they return to their respective beliefs. Keywords: Bapidara, Banjar, Turmeric and Whiting.   ABSTRAK Penelitian ini mengkaji mengenai kepercayaan masyarakat Banjar dalam melakukan bapidara yaitu budaya mengatasi demam yang dipercaya karena gangguan makhluk halus, disebut juga dengan kepidaraan. Pengobatan dilakukan dengan menggunakan bahan alami seperti kunyit dan kapur sirih. Bapidara sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Banjar dan tidak sembarang orang dapat melakukannya, demam dapat sembuh dengan mengoleskan ramuan kunyit dan kapur sirih disertai dengan membaca beberapa mantra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu menganalis data yang diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan lapangan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengobatan bapidara ini tidak menyimpang dari hukum islam, pada dasarnya kunyit dan kapur sirih memiliki manfaat tersendiri yang bisa mengobati demam dan juga bacaan yang digunakan adalah ayat-ayat tertentu yang terdapat didalam al-quran. Sugesti dan keyakinan juga mempengaruhi kondisi, mengenai gangguan makhluk halus ini kembali lagi pada kepercayaan masing-masing. Kata kunci: Bapidara, Banjar, Kunyit dan Kapur Sirih.
Application of the Salam Agreement Toward the Settlement of Disputes over the Sale and Purchase of Candlenuts in Nalui Village, Jaro Subdistrict Isnaniah; Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Integration of Islamic Knowledge and Values in Education, Islamic Studies, Loca
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i1.392

Abstract

Abstract This research discusses the implementation of the salam contract in the candlenut sale and purchase transaction, with a focus on the problems that arise from the seller's non-compliance with his obligations. The cases in this study include receiving goods that are not as ordered and defective, which results in unwillingness and loss on the part of the buyer. This study aims to understand the implementation of the salam contract in the sale and purchase of candlenuts and to find solutions to problems that arise during the transaction process. The research method used is a qualitative approach with a field research design and data collection techniques through interviews. The results of the study revealed two cases related to the implementation of the salam contract that did not meet the standards. Defective goods and buyer's unwillingness are the main problems in cases of implementation of contracts that do not meet the standards. The findings provide valuable insights to improve the implementation of the salam contract in candlenut trading, emphasizing the need to improve the quality of order preparation and enforcement of transaction standards. Keywords: Salam Agreement, Khiyar, Disputes, Abstrak Penelitian ini membahas pelaksanaan akad salam dalam transaksi jual beli kemiri, dengan fokus pada permasalahan yang timbul seiring ketidakpatuhan penjual terhadap kewajibannya. Kasus dalam penelitian ini mencakup penerimaan barang tidak sesuai pesanan dan cacat, yang mengakibatkan ketidakrelaan dan kerugian pada pihak pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan akad salam dalam jual beli kemiri dan mencari solusi terhadap permasalahan yang muncul selama proses transaksi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan dan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian mengungkap dua kasus terkait dengan pelaksanaan akad salam yang tidak sesuai standar. Barang cacat dan ketidakrelaan pembeli menjadi masalah utama pada kasus pelaksanaan akad yang tidak sesuai standar. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga untuk meningkatkan pelaksanaan akad salam dalam jual beli kemiri, dengan menekankan perlunya peningkatan kualitas persiapan pesanan dan penegakan standar transaksi. Kata Kunci: Akad Salam, Khiyar, Sengketa