Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keadilan Dalam Pembagian Waris: Memahami Konsep Musytarakah Dalam Hukum Waris Islam Muhammad Jaidi; Ahmadi Hasan; Masyithah Umar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 4 (2023): Islamic Law, Religious Court System, and Judicial Decisions in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i4.198

Abstract

Abstract This paper examines the concept of musytarakah in Islamic inheritance law and its role in ensuring justice in the distribution of inheritance. Musytarakah allows heirs to collaborate and reach an agreement on the division of inheritance, taking into account principles of justice and equity among them. The flexibility of musytarakah allows heirs to consider various factors, such as the needs and contributions of each individual, in determining a fair division. However, it is important to respect the sharia principles laid out in the Quran and hadith to ensure the division of inheritance aligns with Islamic values. Justice, in the context of musytarakah, requires a deep understanding of Islamic teachings, cooperation among the heirs, and an agreement that prioritizes fairness and equality. The ultimate goal is to achieve a fair division of inheritance that is in accordance with the principles of justice in Islam, going beyond rigid adherence to predetermined provisions. Keywords: justice, inheritance, musytarakah, law, Islam Abstrak: Tulisan ini mengkaji konsep musytarakah dalam hukum waris Islam dan perannya dalam menjamin keadilan dalam pembagian warisan. Musytarakah memungkinkan para ahli waris untuk berkolaborasi dan mencapai kesepakatan dalam pembagian warisan, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan di antara mereka. Fleksibilitas musytarakah memungkinkan para ahli waris untuk mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kebutuhan dan kontribusi masing-masing individu, dalam menentukan pembagian yang adil. Namun, penting untuk menghormati prinsip-prinsip syariah yang ditetapkan dalam Al-Quran dan hadits untuk memastikan pembagian warisan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Keadilan, dalam konteks musytarakah, membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam, kerja sama di antara para ahli waris, dan kesepakatan yang mengedepankan keadilan dan kesetaraan. Tujuan akhirnya adalah tercapainya pembagian warisan yang adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam, tidak hanya sekedar mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan. Kata Kunci: keadilan, waris, musytarakah, hukum, islam
This Kompilasi Hukum Islam (KHI) sebagai Wujud Adaptasi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia Azqiana, Nazila Naura; Muhammad Jaidi
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasayarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v18i2.505

Abstract

This study discusses the historical process, legal politics, and significance of the Compilation of Islamic Law (CIL) as a form of adaptation of Islamic law into Indonesia's national legal system. Through a historical-normative approach, this study investigates the background of the formation of the CIL during the New Order era, as well as its impact on the existence of Islamic law in religious court practices. The CIL is not only a codification of Islamic family law in Indonesia, but also a symbol of the acceptance of Sharia values in the national legal system based on Pancasila and the 1945 Constitution. Thus, the CIL is important in building an Indonesian legal system based on social justice and the religious values of the nation. Keywords: Adaptation of Islamic Law, Indonesian National Law, Compilation of Islamic Law (CIL), Legal Policy, Religious Court System.