Ngantori
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Management of Planning, Organizing, and Implementation of Arabic Language Learning Lutfi, Muhammad Fuad Khasan; Aminudin; Ngantori; Sisran
Journal of Educational Management Research Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v4i4.1463

Abstract

This study aims to examine the implementation of Arabic language learning management at the Al-Jauharen course institution, highlighting its advantages and potential as a model for other institutions seeking to improve Arabic language education quality. The study employs a descriptive qualitative field research approach, focusing on the Al-Jauharen course institution. Data collection methods include observations at the institution, interviews with the head and teachers, and document review. Data analysis follows the Miles and Huberman model, which involves data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the Arabic language learning program planning at the Al-Jauharen institution begins with determining the program, preparing learning materials, selecting media, and choosing appropriate methods and approaches. Organizationally, the program involves task division, lesson scheduling, evaluation and improvement planning, student activity scheduling, and provision of necessary facilities. The implementation process consists of three stages: introduction, core activities, and closing. These structured steps contribute to the effective learning management at the institution.
Implementation of the School Health Unit Program at Jarinabi Elementary School Tanjung Jabung Timur Jambi Province Meliani; Ngantori
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The School Health Business Program (UKS) is an effort to foster student health through three pillars, namely health education, health services, and fostering a healthy environment. However, in practice, the implementation of UKS in elementary schools still faces various obstacles. This study aims to describe the implementation of the UKS program and the obstacles and challenges that arise in its implementation. This study uses a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of school principals, UKS coaches, teachers, and students. Data was obtained through interviews, observations, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the implementation of UKS is already running, but it is not optimal. The obstacles found include the limited facilities of UKS space, lack of budget, lack of special training for UKS coaches, and low student awareness in maintaining cleanliness and health. Cooperation with the Health Center has also not been carried out optimally. Nevertheless, the school continues to conduct basic health education, light first aid, and clean living habits through routine activities. The conclusion of this study emphasizes that the implementation of UKS requires facility support, improving the competence of UKS coaches, cross-agency cooperation, and sustainable health education. This research is expected to be an input for schools to increase the effectiveness of the UKS program in shaping clean and healthy living behaviors in students. Abstract Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya pembinaan kesehatan peserta didik melalui tiga pilar, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan UKS di sekolah dasar masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program UKS serta hambatan dan tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, pembina UKS, guru, dan siswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan UKS sudah berjalan, tetapi belum optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas ruang UKS, minimnya anggaran, kurangnya pelatihan khusus bagi pembina UKS, serta rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Kerja sama dengan Puskesmas juga belum terlaksana secara maksimal. Meskipun demikian, sekolah tetap melakukan edukasi kesehatan xiv dasar, pertolongan pertama ringan, dan pembiasaan hidup bersih melalui kegiatan rutin. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelaksanaan UKS membutuhkan dukungan fasilitas, peningkatan kompetensi pembina UKS, kerja sama lintas instansi, dan edukasi kesehatan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi sekolah untuk meningkatkan efektivitas program UKS dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa.
The Role of the Principal in Improving Extracurricular Activities at MTs Negeri Binjai Sa'adatun Na'imah; Ngantori
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kepala sekolah dalam meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler di MTs Negeri Binjai. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kepala sekolah berkontribusi dalam pengembangan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler melalui perannya sebagai manajer, motivator, dan supervisor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, karena penelitian berupaya memahami secara mendalam fenomena yang terjadi di lingkungan sekolah terkait pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Pendekatan penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru pembina ekstrakurikuler, dan peserta didik untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Observasi digunakan untuk melihat secara langsung aktivitas ekstrakurikuler serta keterlibatan kepala sekolah dalam mendukung kegiatan tersebut, sedangkan dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa jadwal kegiatan, foto, dan dokumen pendukung lainnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik agar data yang diperoleh lebih valid dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler. Sebagai manajer, kepala sekolah berupaya menyediakan fasilitas dan sarana-prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan peserta didik merasa lebih nyaman dalam mengembangkan minat dan bakat mereka. Selain itu, kepala sekolah juga berperan sebagai motivator dengan memberikan dorongan, bimbingan, arahan, serta penghargaan kepada siswa agar lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Pemberian motivasi tersebut dinilai mampu meningkatkan partisipasi dan prestasi siswa dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Abstract This study aims to describe the role of school principals in improving extracurricular activities in MTs Negeri Binjai. The focus of the research is directed at how the principal contributes to the development and implementation of extracurricular activities through his role as a manager, motivator, and supervisor. This research uses a qualitative method with a descriptive type of research, because the research seeks to understand in depth the phenomena that occur in the school environment related to the implementation of extracurricular activities. The research approach was carried out through interviews, observations, and documentation. Interviews were conducted with school principals, extracurricular coaches, and students to obtain information related to the implementation of extracurricular activities. Observation is used to see directly the extracurricular activities and the involvement of the principal in supporting these activities, while documentation is used to complete data in the form of activity schedules, photos, and other supporting documents. The data obtained was analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model which included data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The validity of the data is tested through triangulation of sources and techniques so that the data obtained is more valid and trustworthy. The results of the study show that school principals have a very important role in supporting the success of extracurricular activities. As managers, the principal strives to provide the facilities and facilities needed to support the implementation of extracurricular activities so that activities can run well and students feel more comfortable in developing their interests and talents. In addition, the principal also acts as a motivator by providing encouragement, guidance, direction, and appreciation to students to be more active and enthusiastic in participating in extracurricular activities. The provision of motivation is considered to be able to increase