Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Fundamental dan Teknikal sebagai Instrumen Evaluasi Investasi Saham Syariah Ana Sahroni; Arnelia Putri Pratiwi; Dini Selasi
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1089

Abstract

Studi ini membahas bagaimana analisis fundamental dan teknikal berfungsi sebagai alat penting untuk menilai investasi saham syariah. Untuk menentukan nilai intrinsik saham yang sesuai dengan prinsip syariah, analisis fundamental menggunakan laporan keuangan dan rasio untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Analisis teknikal mencari tren pasar dan menemukan cara terbaik untuk melakukan transaksi dengan mengamati pergerakan harga dan volume transaksi. Investor syariah dapat membuat pilihan investasi yang rasional, etis, dan bertanggung jawab yang sejalan dengan nilai transparansi, keadilan, dan keberlanjutan ekonomi Islam dengan menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Regulasi pasar modal syariah terbaru dan jurnal nasional dan internasional adalah sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika analisis fundamental dan teknikal bekerja sama, strategi investasi saham syariah menjadi lebih baik.
DIGITALISASI EKONOMI ISLAM BERBASIS MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH: INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN FINTECH SYARIAH DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN EKONOMI Ana Sahroni; Cory Vidiati
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.62465

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Artificial Intelligence (AI) dan fintech syariah dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah sebagai upaya mewujudkan keadilan ekonomi dalam sistem keuangan Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan dan wawancara mendalam dengan para pakar ekonomi Islam serta praktisi fintech syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam ekosistem keuangan syariah berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi sistem keuangan sekaligus memperluas inklusi keuangan berbasis nilai-nilai syariah. Integrasi AI dan fintech syariah juga berkontribusi terhadap pencapaian lima tujuan utama maqāṣid al-syarī‘ah, yaitu perlindungan agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi ekonomi Islam tidak hanya berorientasi pada efisiensi teknologi, tetapi juga berfungsi sebagai transformasi nilai yang mendukung terciptanya sistem ekonomi yang adil, etis, dan berkelanjutan sesuai prinsip syariah. Kata kunci: maqāṣid al-syarī‘ah, digitalisasi ekonomi Islam, artificial intelligence, fintech syariah, keadilan ekonomi.   Abstract This study aims to analyze the integration of Artificial Intelligence (AI) and Islamic financial technology (fintech) within the framework of maqāṣid al-syarī‘ah to promote economic justice in the Islamic financial system. Using a qualitative-descriptive approach, the research employs literature review and in-depth interviews with Islamic economic experts and fintech practitioners. The findings reveal that the application of AI in Islamic finance significantly enhances efficiency, transparency, and system accuracy, while also expanding financial inclusion based on Sharia values. The integration of AI and Islamic fintech contributes to achieving the five core objectives of maqāṣid al-syarī‘ah: protection of religion (ḥifẓ al-dīn), life (ḥifẓ al-nafs), intellect (ḥifẓ al-‘aql), lineage (ḥifẓ al-nasl), and wealth (ḥifẓ al-māl). This research concludes that the digitalization of the Islamic economy is not merely a technological advancement but also a value-driven transformation that supports the creation of a just, ethical, and sustainable economic system in accordance with Islamic principles. Keywords: maqāṣid al-syarī‘ah, Islamic digital economy, artificial intelligence, Islamic fintech, economic justice.
Analisis Hubungan antara Inflasi, Pengangguran, dan Deflasi dalam Stabilitas Ekonomi Nasional Intan Ratnasari; Dwi Aprilia; Maulidiyah Al Adawiyah; Della Wahyuningsih; Diva Nazmi Laila; Siti Ayu Juliyah; Ana Sahroni; Apriyanto Apriyanto
Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol. 2 No. 6 (2025): November : Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jiesa.v2i6.1716

Abstract

Inflation, unemployment, and deflation are three fundamental macroeconomic phenomena that are closely interconnected in influencing a nation’s economic stability. These variables illustrate the equilibrium between production capacity, consumption behavior, and government intervention in achieving sustainable economic growth. The main purpose of this study is to explore the interrelationship between inflation, unemployment, and deflation, and to assess their implications for Indonesia’s economic stability. This research applies a qualitative descriptive method, employing literature reviews, document analysis, and secondary data evaluation derived from credible institutions such as the Central Bureau of Statistics (BPS), Bank Indonesia (BI), and the Ministry of Finance. The results suggest that a moderate level of inflation can positively stimulate economic expansion through increased consumption and investment activities. In contrast, excessive inflation tends to erode consumer purchasing power and potentially elevate unemployment rates. Meanwhile, prolonged deflationary conditions may lead to a decline in product prices, reduced business profitability, and slower economic momentum. The interaction among these three factors is complex and dynamic, necessitating a coordinated balance between fiscal and monetary policies to safeguard overall economic stability. This study concludes that effective inflation control, job creation, and deflation prevention are critical elements in strengthening Indonesia’s long-term economic resilience.