Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS YURIDIS KEKUATAN MENGIKAT AKTA PERDAMAIAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA HAK MILIK TANAH DI PENGADILAN Adinda Diva Silvi Zaila Putri; Devita Antikasari; Moh. Ibnu Fajar
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/a525w655

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan mengikat secara yuridis dari akta perdamaian dalam penyelesaian sengketa hak milik tanah di pengadilan, sebagai alternatif penyelesaian yang efisien dari jalur litigasi yang prosesnya lama dan berbelit). Akta perdamaian, yang lahir dari kesepakatan para pihak di hadapan hakim sesuai Pasal 130 Herziene Inlandsch Reglement (HIR), memiliki kedudukan hukum istimewa yang setara dengan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Kekuatan mengikatnya bersumber dari tiga aspek utama: kekuatan mengikat mutlak (ne bis in idem) yang mencegah gugatan kembali untuk perkara yang sama, kekuatan pembuktian sempurna sebagai akta autentik, dan kekuatan eksekutorial yang memungkinkan pihak yang dirugikan dapat mengajukan permohonan eksekusi langsung kepada Ketua Pengadilan. Dari perspektif Hukum Perdata, akta perdamaian memadukan kekuatan kontraktual dan yudisial, sehingga memberikan perlindungan hukum yang optimal. Sementara dari perspektif Hukum Agraria, akta perdamaian dapat dijadikan alas hak yang sah untuk melakukan perubahan data kepemilikan di Kantor Pertanahan, menjadikannya solusi efektif yang memberikan kepastian hukum dan efisiensi dalam mengatasi sengketa hak milik tanah
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Inovasi Ramah Lingkungan di Desa Buddagan Nur Alifia Faryanti; Devita Antikasari; Amalina Hanuna; Putri Indah Ayuni
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v3i1.2913

Abstract

Converting used cooking oil into aromatherapy candles represents an environmentally sustainable solution for household waste management while supporting community-based economic development. This research examines the process and results of a participatory empowerment initiative conducted in Buddagan Village, aimed at producing value-added aromatherapy candles from used cooking oil. Employing a qualitative descriptive methodology with a participatory approach, the study involved 60 housewives as active contributors. Program activities were implemented through direct, in-person sessions encompassing education on health and environmental hazards of improper oil disposal, hands-on candle-making training, and basic instruction on product marketing. The production process consisted of oil purification using activated charcoal, mixing with stearic acid, heating, adding colorants and fragrances, and molding. Data were collected through direct observation of participant involvement, skill development, and product quality, and analyzed inductively. The results demonstrate increased environmental awareness, enhanced technical competence, and the successful production of aromatherapy candles with satisfactory shape, fragrance, and burning consistency.