Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTEKSTUALISAI HADIS ANJURAN BERSIWAK: STUDI FIQIH AL-HADIS DAN IPLIKASINYA DALAM PROMOSI KESEHATAN GIGI MODERN Inatul Mufida; Latifatul Ulfa; Makrunatul Hasanah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/e0y72y95

Abstract

Plak gigi dan pertumbuhan mikroorganisme patogen merupakan penyebab utama karies dan penyakit periodontal. Siwak (Salvadora persica), yang dikenal sebagai chewing stick atau sikat gigi alami, telah digunakan secara tradisional selama berabad-abad dalam budaya Muslim untuk kebersihan mulut. Penelitian ilmiah modern menunjukkan bahwa siwak mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen terapeutik. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mensintesis temuan-temuan ilmiah mengenai efektivitas siwak, baik secara mekanik maupun kimiawi, dalam menurunkan indeks plak dan menghambat pertumbuhan bakteri rongga mulut. Sintesis dari berbagai jurnal menunjukkan bahwa siwak (Salvadora persica) secara konsisten efektif dalam menurunkan indeks plak. Efek ini diyakini berasal dari dua mekanisme: (1) Efek mekanik dari serat-serat batang siwak yang berfungsi layaknya sikat g igi, dan (2) Efek kimiawi dari pelepasan senyawa aktif alami, termasuk alkaloid (seperti salvadorine), klorida, silika, sulfur, vitamin C, dan sejumlah minyak esensial, yang memiliki sifat antibakteri. Selain itu, ekstrak siwak juga terbukti dapat meningkatkan pH saliva, yang berkontribusi pada pencegahan demineralisasi email gigi. Beberapa penelitian membandingkan efektivitas siwak dengan sikat gigi konvensional atau chlorhexidine 0,2%, dengan hasil yang bervariasi namun menunjukkan potensi signifikan siwak sebagai alternatif yang alami. Siwak (Salvadora persica) terbukti efektif sebagai agen antiplak dan memiliki aktivitas antimikroba yang baik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Oleh karena itu, siwak dapat direkomendasikan sebagai alat yang efektif, ekonomis, dan alami dalam praktik pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehari-hari, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi produk kesehatan gigi modern.
ANALISIS FLEXING DI MASA KINI MENURUT HADIS Latifatul ulfa
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/724yqx52

Abstract

Fenomena flekxing atau perilaku pamer kekayaan menjadi tren sosial yang marak di berbagai media, terutama media digital. Perilaku ini mencerminkan kecenderungan manusia untuk menonjolkan status sosial dan materi yang dimiliki. Dalam perspektif hadis, Tindakan semacam ini perlu dikaji secara secara mendalam karena berkaitan dengan nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan larangan terhadap sikap sombong (takabbur) maupun riya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan hadis mengenai perilaku flekxing serta implikasinya terhadap moral dan akhlak seorang muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan library research, melalui analisis tematik terhadap hadis-hadis yang membahas kesombongan, pamer, dan etika dalam menampakkan nikmat Allah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flekxing yang dilakukan dengan niat untuk menyombongkan diri atau merendahkan orang lain termasuk dalam perilaku tercela yang dilarang oleh Nabi Muhammad saw sebagaimana termasuk dalam hadis-hadis tentang larangan riya dan tabdzir. Namun jika menampakkan harta bertujuan untuk mensyukuri nikmat dan memberi teladan kebaikan, hal itu dapat dibenarkan dalam batas etika syar’i . dengan demikian, pandangan hadis menekankan pentingnya keseimbangan antara menampakkan nikamat alloh dan menjaga keikhlasan serta kerendahan dalam kehidupan sosial.