Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PAGUYUBAN THRIFTING JAWA BARAT MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL DAN PENDAMPINGAN STRATEGI PENJUALAN ONLINE MENGGUNAKAN BUSINESS INTELLIGENCE Rahma Wahdiniwaty; Anna Dara Andriana; Gentisya Tri mardiani; Yani Syafei; Geraldi Catur Pamuji
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paguyuban Thrifting Jawa Barat merupakan komunitas yang berisi para pengusaha penjual barang bekas berkualitas yang beranggotakan 300 pengusaha. Berdasarkan hasil wawancara sekitar 80% anggota paguyuban  sudah memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce secara hanya saja belum optimal. Para anggota paguyuban thrifting mengalami kesulitan ketika akan menganalisis data penjualan dan menentukan strategi bisnis berbasis teknologi informasi. Program pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh pelaku usaha thrift melalui pelatihan pemasaran digital serta pendampingan strategi penjualan online dengan memanfaatkan teknologi Business Intelligence (BI). Metode yang dilakukan mencakup lima tahapan yakni sosialisasi, pelatihan pemasaran digital, pelatihan pemanfaatan dashboard BI dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan pemahaman peserta terkait pemasaran digital dan konsep Business Intelligence serta manfaat data penjualan untuk pengambilan keputusan bisnis. Penerapan BI membantu para anggota pelatihan dalam mengidentifikasi produk terlaris, hal ini diperlukan untuk memprediksi tren penjualan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing anggota paguyuban dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang terjadi serta mendukung pertumbuhan usaha thrift yang berkelanjutan. AbstractThe West Java Thrifting Association (Paguyuban Thrifting Jawa Barat) is a community of 300 entrepreneurs selling quality secondhand goods. Based on interviews, approximately 80% of members have utilized social media and e-commerce platforms, but not optimally. Members of the thrifting association experience difficulties analyzing sales data and determining IT-based business strategies. This community service program aims to provide knowledge to all thrifting business owners through digital marketing training and mentoring on online sales strategies utilizing Business Intelligence (BI) technology. The method used includes five stages: outreach, digital marketing training, BI dashboard utilization training, and evaluation of results. The results demonstrated an increased understanding of digital marketing and Business Intelligence concepts among participants, as well as the benefits of sales data for business decision-making. The application of BI helped members identify best-selling products, which is necessary for predicting sales trends. This program is expected to increase the competitiveness of association members in the face of current digital technology developments and support the sustainable growth of thrift businesses.
IMPLEMENTASI METODE AGGLOMERATIVE CLUSTERING, K-MEDOIDS DAN K-MEANS DALAM MENGANALISIS SEGMENTASI PASAR BERDASARKAN PENJUALAN PRODUK DI OUTLET JIWALU BALUBUR TOWN SQUARE Nur Avi, Reza; Geraldi Catur Pamuji
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 11 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i2.18834

Abstract

Segmentasi pasar diperlukan oleh perusahaan dalam menentukan strategi marketing mix dengan mengenal karakteristik, perilaku dan kebutuhan pelanggan dan membantu proses pemasaran pada sumber daya badan usaha supaya digunakan secara cermat dan manjur.  Jiwalu berkecimpung di bagian elektronik dan kartu perdana data memiliki penjualan produk yang berbeda-beda dengan segmen pasar yang berbeda sehingga dalam pembuatan strategi pemasaran membutuhkan segmentasi pasar. Maksud dari penelitian ini yaitu menganalisis segmentasi pasar berdasarkan penjualan produk menggunakan metode AHC, K-Medoids dan K-Means juga mengukur capaian dari ketiga metode itu. Atribut penelitian yang digunakan yaitu 6 dataset berasal dari data penjualan produk outlet Jiwalu. Metode Silhouette dan metode Elbow digunakan untuk penentuan jumlah klaster ideal dan model Silhouette Score, DBI, Average Within dan Between serta Rasio Simpangan Baku digunakan untuk evaluasi clustering. Metode K-Means, K-Medoids dan AHC memperoleh tiga jenis segmentasi pasar yaitu jenis transaksi rendah, sedang dan tinggi. Evaluasi clustering nilai DBI algoritma K-Medoids mempunyai kualitas yang lebih bagus dalam membentuk klaster disandingkan algoritma K-Means dan Agglomerative Hierarchical Clustering sedangkan nilai Average Within algoritma K-Medoids mempunyai kualitas yang lebih bagus dalam membentuk klaster disandingkan algoritma K-Means dan Agglomerative Hierarchical Clustering dan nilai Average Between algoritma K-Means mempunyai kualitas yang lebih bagus dalam membentuk klaster disandingkan algoritma K-Medoids dan AHC. Pada nilai Silhouette Score klaster 2 K-Means mempunyai kualitas yang lebih bagus dari nilai Silhouette Score klaster 2 K-Medoids dan AHC dan nilai DBI k=3 K-Means mempunyai kualitas yang lebih bagus dari nilai DBI k=3 K-Medoids dan AHC. Nilai Rasio Simpangan Baku AHC mempunyai kualitas yang lebih bagus dari nilai Rasio Simpangan Baku K-Medoids dan K-Means sedangkan nilai Silhouette Score klaster 1 AHC mempunyai kualitas yang lebih bagus dari nilai Silhouette Score klaster 1 K-Means dan K-Medoids dan nilai Score klaster 3 AHC mempunyai kualitas yang lebih bagus dari nilai Silhouette Score cluster 3 K-Means dan K-Medoids. Hasil ini memperlihatkan algoritma K-Means dan AHC lebih bagus disandingkan dengan algoritma K-Medoids dalam mengimplementasikan segmentasi pasar berdasarkan penjualan produk di toko Jiwalu