Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Determinasi Kemiskinan di Kabupaten/Kota Yogyakarta 2018–2023 Aeni, Amalia Nur; Rahmanella, Khaylila; Krishnaprabhacitta, Lintang; Septiani, Yustirania; Mukharohmah, Maulia Siti
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 6, No 2 (2025): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v6i2.15532

Abstract

Poverty remains a major issue in the Special Region of Yogyakarta (DIY), which has the highest percentage compared to other provinces on the island of Java. This condition indicates an inequality in welfare that needs to be studied, particularly in terms of education, health, and employment. This study aims to analyze the effect of Literacy Rate (LR), Life Expectancy (LE), and Open Unemployment Rate (OUR) on poverty levels in five districts/cities in DIY.  Using a quantitative approach with secondary panel data from the Central Statistics Agency (BPS), the analysis was conducted using Fixed Effect panel data regression through EViews 12 software. The results show that the OUR has a significant positive effect on poverty levels, while the LFR and HLE have a negative but insignificant effect. These findings confirm that unemployment is the most dominant factor in determining poverty levels in DIY. The implication is that poverty alleviation policies should focus on creating productive jobs, aligning education with labor market needs, and equalizing access to health care to strengthen the socio-economic resilience of the community. Kemiskinan masih menjadi isu utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang persentasenya paling tinggi daripada provinsi lain di Pulau Jawa. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan kesejahteraan yang perlu dikaji, khususnya dari aspek pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Angka Melek Huruf (AMH), Angka Harapan Hidup (AHH), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap tingkat kemiskinan di lima kabupaten/kota di DIY.  Melalui pendekatan kuantitatif dengan data panel sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), analisis dilakukan menggunakan regresi data panel model Fixed Effect melalui perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPT berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sementara AMH dan AHH berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pengangguran merupakan faktor paling dominan dalam menentukan tingkat kemiskinan di DIY. Implikasinya, kebijakan pengentasan kemiskinan sebaiknya difokuskan pada penciptaan lapangan kerja produktif, penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, serta pemerataan akses kesehatan untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat.
Digitalisasi UMKM melalui Implementasi QRIS: Program Pengabdian Masyarakat di Desa Gulon Rozikin, Miftakhur; Nurvitasari, Amprita; Cahyaningsih, Reymala; Rahma, Aufa Rosyada; Azzahra, Dwi Syarifah; Krishnaprabhacitta, Lintang; Khaerani, Anisa Zahra; Putra, Ariel Iqbal Maulana; Arifianti, Nova; Saputro, Rizky Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4055

Abstract

Program pengabdian digitalisasi UMKM di Desa Gulon dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan digital dalam sistem pembayaran, di mana sebagian besar UMKM masih menggunakan metode konvensional meskipun pembayaran digital seperti QRIS telah berkembang pesat di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan digital, meningkatkan pemahaman dan adopsi teknologi pembayaran digital, serta membantu pelaku UMKM menggunakan QRIS dalam transaksi usaha. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Tahap awal dilakukan survei untuk mengidentifikasi rendahnya penggunaan QRIS, dilanjutkan dengan penyuluhan dan pendampingan pembuatan QRIS melalui aplikasi GoPay Merchant, serta pendistribusian stiker QRIS. Selanjutnya dilakukan observasi terhadap UMKM yang mengadopsi QRIS dan evaluasi untuk menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Hasil program menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM melalui implementasi QRIS berjalan dengan baik, ditandai dengan 10 UMKM berhasil mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran. Meskipun masih terdapat kendala literasi digital, program ini mampu mendorong adopsi pembayaran digital, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat inklusi keuangan dan keberlanjutan UMKM di tingkat desa.