Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Eduwisata dan Peternakan Rakyat sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat di Desa Muntang Aldo, Dasril; Kurniawat, Ajeng Dyah; Anwar, Toni; Mulyani, Sri; Fathan, Faizal Burhani Ulil; Al Faiz, M. Hanif; Maulana, Ihsan; An-Naayif, Hanief Taqiyuddien Adz-Dzaky
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2281

Abstract

This community service program aims to transform Muntang Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency into a digital-based literacy and people’s livestock education center. The activities were carried out through seven stages: needs assessment, socialization, digital system development, training on production and financial SOPs, implementation of an integrated system, mentoring, and sustainability evaluation. The results indicate significant improvements in management capacity, digital promotion, and financial efficiency. The implementation of production SOPs reached 100%, financial recording accuracy improved by 95%, community participation increased by 40%, and digital promotion activities grew by 200%. A satisfaction survey recorded an average score of 4.72 (very satisfied category). This program successfully established a community empowerment model based on digital literacy and appropriate technology that can be replicated in other villages toward a Smart Eduwisata Village.ABSTRAKProgram pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga menjadi pusat eduwisata literasi dan peternakan rakyat berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan melalui tujuh tahapan, meliputi observasi kebutuhan, sosialisasi, pengembangan sistem digital, pelatihan SOP produksi dan keuangan, penerapan sistem terintegrasi, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kapasitas manajemen, promosi digital, dan efisiensi keuangan komunitas. Penerapan SOP produksi mencapai 100%, akurasi pencatatan keuangan meningkat 95%, partisipasi masyarakat naik 40%, dan aktivitas promosi digital tumbuh hingga 200%. Survei kepuasan masyarakat memperoleh skor rata-rata 4,72 (kategori sangat puas). Program ini berhasil membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis literasi digital dan teknologi tepat guna yang berpotensi direplikasi di desa lain menuju Smart Eduwisata Village.
Integrasi Edukasi Kesehatan Berbasis Multimedia dan Produksi Kombucha Lokal untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Muntang Paramadini, Adanti Wido; Aldo, Dasril; Faizah, Faizah; Sa'adah, Aminatus; Prabowo, Dedy Agung; An-Naayif, Hanief Taqiyuddien Adz-Dzaky; Oktavia, Laksmi Dwi; Briliana, Carlita Wahyu; Salsabila, Luciana; Fiqrian, Muhammad Nafal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2540

Abstract

This community-based program aimed to improve health literacy among residents of Muntang Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency through the integration of multimedia-based health education and the production of locally sourced kombucha as a probiotic product based on village potential. The activities were implemented through several main stages, including community needs analysis, program socialization, development and utilization of multimedia educational media, training on hygienic kombucha production using local ingredients, implementation of digital promotion, mentoring, and sustainability evaluation. The results showed a 70 percent increase in community health literacy based on pre-test and post-test comparisons involving 50 training participants. The program also successfully produced 200 bottles of local kombucha with various flavor variants and improved hygienic production skills, with all participants able to independently apply standard operating procedures. The involvement of village youth in digital promotion contributed to a 50 percent increase in social media activity within three months, while the use of digital educational media engaged 50 active users during the program period. Participant satisfaction surveys yielded an average score of 4.6 on a 5-point scale, categorized as very satisfied. Overall, the program successfully established a community empowerment model based on health literacy and local product innovation that has the potential to be sustainably replicated in other rural communities.ABSTRAKProgram pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga melalui integrasi edukasi kesehatan berbasis multimedia dan produksi kombucha lokal sebagai produk probiotik berbasis potensi desa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama, meliputi analisis kebutuhan masyarakat, sosialisasi program, pengembangan dan pemanfaatan media edukasi multimedia, pelatihan produksi kombucha higienis berbahan lokal, penerapan promosi digital, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan literasi kesehatan masyarakat sebesar 70 persen berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test pada 50 peserta pelatihan. Program ini juga berhasil menghasilkan 200 botol kombucha lokal dengan berbagai varian rasa, serta meningkatkan keterampilan produksi higienis masyarakat hingga seluruh peserta mampu menerapkan SOP produksi secara mandiri. Keterlibatan remaja desa dalam promosi digital berdampak pada peningkatan aktivitas media sosial sebesar 50 persen dalam tiga bulan, sementara penggunaan media edukasi digital melibatkan 50 pengguna aktif selama periode program. Survei kepuasan peserta menunjukkan skor rata-rata 4,6 pada skala 5 yang termasuk kategori sangat puas. Program ini berhasil membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis literasi kesehatan dan inovasi produk lokal yang berpotensi direplikasi pada komunitas pedesaan lainnya secara berkelanjutan.