Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TREN DAN DISTRIBUSI TIMBULAN SAMPAH SERTA SUMBERNYA PADA KABUPATEN DAN KOTA DI INDONESIA Purba, Seri Ulina; Faradiba, Selly; Sitanggang, Jhon Wesly
HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN Vol 14 No 2 (2025): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : IKES Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/57dzbk98

Abstract

Waste management remains a strategic issue in Indonesia along with the increasing population, urbanization, and changes in consumption patterns that contribute to the rise in annual waste generation. This study aims to analyze waste generation trends and the distribution of its sources in districts and cities in Indonesia during the period 2020–2024. The research design uses a quantitative descriptive approach with secondary data from the National Waste Management Information System (SIPSN). The analysis is conducted through tabulation and graphical visualization to illustrate the comparison of trends and the contribution of waste sources. The research results show that the waste generation in urban areas is higher than in rural areas, with a total of 9.03 million tons in the city and 7.38 million tons in the district in 2020, increasing to 9.25 million tons in the city and 7.57 million tons in the district by 2024. The source of waste is dominated by households, with contributions increasing from 58.0% to 73.9% in the district, and from 37.8% to 51.1% in the city. Contributions from other sources such as markets, offices, public facilities, and areas are relatively small, while the percentage of areas that do not report data is still quite high, especially in the city. These results indicate that households are the main source of waste, so community-based management, increased public awareness, and improvements in the data reporting system are key to achieving sustainable waste management. Keywords: District, city, waste, source, trend
Intervensi Biosand Filter di Lingkungan Kampus dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Pendidikan dan Kualitas Air Saputra, Yoerdy Agusmal; Sunarsih, Elvi; Hasanah, Swara Mega; Lewinsca, Maurend Yayank; Sitanggang, Jhon Wesly; Faradiba, Selly; Purba, Seri Ulina; Ramadhini, Delfi; Apriana, Aisyah; Handayani, Adelia Rizki; Irawan, Cynthia Maharani; Marennu, Luthfi Nauval Isthi; Putri, Nurhaliza Luthfia; Salsabila, Vania Manda Zahrani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2649

Abstract

Akses terhadap air bersih tetap menjadi tantangan bagi institusi pendidikan tinggi. Biosand Filter (BSF), sebagai Teknologi Tepat Guna, dapat meningkatkan kualitas air dan berfungsi sebagai alat pembelajaran praktis. Studi ini mengevaluasi dampak intervensi pendidikan partisipatif (paparan teoritis ditambah perakitan BSF secara praktis) terhadap pengetahuan mahasiswa dan indikator organoleptik air yang difilter. Lokakarya pendidikan partisipatif dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya. Semua mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Kesehatan Masyarakat yang mengikuti lokakarya dimasukkan melalui total sampling (n = 100). Prosedur meliputi tes pra-intervensi, sesi teoritis, demonstrasi, perakitan praktis BSF, dan tes pasca-intervensi. Sampel air yang difilter dievaluasi secara organoleptik dan melalui pengamatan visual. Perubahan pengetahuan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Skor pra-tes rata-rata adalah 98,3 dan meningkat menjadi 99,6 pasca-intervensi (mean different = 1,3). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,001). Penilaian organoleptik dan visual melaporkan penurunan kekeruhan dan tidak adanya bau tidak sedap pada sampel yang difilter, menunjukkan peningkatan kualitas air yang dirasakan. Pendidikan partisipatif berbasis BSF secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa dan terkait dengan sifat organoleptik yang lebih baik pada air yang difilter, mendukung pelatihan praktis dan potensi BSF untuk solusi air di kampus.