Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KRITIS SYARAT DAN KETENTUAN SHOPEE & TOKOPEDIA: MENYOROTI KETIDAKSEIMBANGAN POSISI KONSUMEN DALAM KERANGKA HUKUM INDONESIA Akbar, Muhammad Ali; Mubarak, Husni; Hidayat, AR; Zikra, Andi Anzanul; Fettyana, Fettyana; Allo, Nugra Tasik; Maniar, Jacklyn Preselia
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 20, Nomor 2 (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v20i2.74725

Abstract

Perdagangan digital Indonesia, yang didominasi oleh Shopee dan Tokopedia, telah merevolusi ekonomi, namun menyisakan persoalan fundamental terkait perlindungan konsumen. Penelitian ini menyajikan analisis yuridis normatif terhadap Syarat dan Ketentuan (T&C) kedua platform, dengan tolok ukur utama Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan peraturan turunannya. Argumen sentral penelitian ini adalah T&C yang berlaku saat ini, melalui mekanisme klausula baku, menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan yang sistemik. Platform secara kontraktual memposisikan diri sebagai perantara pasif untuk mengalihkan tanggung jawab, sebuah tindakan yang berpotensi bertentangan dengan larangan eksplisit dalam Pasal 18 UUPK dan mandat sebagai fasilitator aktif dalam Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2019. Klausula-klausula ini, yang mencakup hak sepihak untuk mengubah perjanjian dan membatasi ganti rugi, secara de jure berpotensi batal demi hukum, namun secara de facto tetap berlaku karena asimetri informasi dan sumber daya antara platform dan konsumen. Analisis diperkuat dengan studi kasus nyata, termasuk sengketa konsumen dan investigasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), yang mengilustrasikan bagaimana T&C tersebut diterjemahkan menjadi kerugian riil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa internal platform seringkali bersifat ilusi, sementara lembaga eksternal seperti Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terbukti tidak efektif. Sebagai solusi, direkomendasikan reformasi regulasi dan pengembangan kerangka kerja Online Dispute Resolution (ODR) nasional yang independen dan aksesibel untuk menyeimbangkan kembali neraca kekuasaan dan membangun ekosistem digital yang adil.
Transformasi Pembelajaran Matematika melalui Pengembangan Lingkungan Belajar Interaktif bagi Guru di Kabupaten Maros Nasrullah, Nasrullah; Khadijah, Khadijah; Liani, Ahyani Mirah; Wahyuni, Maya Sari; Fettyana, Fettyana
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 04 Nomor 02 (Oktober 2025)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v4i2.10311

Abstract

The paradigm shift in 21st-century education requires mathematics teachers not only to deliver content but also to design learning experiences that are interactive, contextual, and student-centered. This community service program aimed to transform mathematics learning practices in Maros Regency by enhancing teachers’ competencies in designing interactive and dynamic digital learning environments. The program was implemented through main stages: (1) needs analysis and socialization, (2) digital learning design workshops, (3) classroom implementation and mentoring, (4) evaluation and reflection. The activity involved 30 mathematics teachers from junior and senior high schools under the Maros Mathematics Teacher Association (MGMP), facilitated by lecturers and students from Universitas Negeri Makassar. During the workshops, teachers practiced using various digital tools, like GeoGebra Classroom, Canva for Education, and Padlet, to create interactive digital student worksheets (LKPD) based on local Maros contexts. The results indicate a significant improvement in teachers’ competencies, with increase of points between pre- and post-training assessments. Digital LKPDs were produced, with most of them meeting the criteria of "good" to "very good" in terms of interactivity, conceptual clarity, and visual quality. Classroom implementation demonstrated positive changes in student engagement and learning motivation, along with greater teacher confidence in integrating technology into instruction.