Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Pemberian Kulit Jeruk Berastagi (Citrus Sinensis L) Secara Topikal Terhadap Perbaikan Luka Sayat Tikus Berdasarkan Jumlah Fibroblast dan Diameter Luka Sumantri, Dinda Triana; Natali, Oliviti; Lubis, Adhayani; Perangin-Angin, Eka Lestari Br; Jelita Siregar, Yohana Putri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62436

Abstract

Wound healing is a complex biological process involving cellular and tissue responses, including fibroblast formation and wound diameter closure. Berastagi orange peel extract (Citrus sinensis L.) contains flavonoids, tannins, and vitamin C, which play roles in anti-inflammatory, antioxidant, and collagen-stimulating processes, thus potentially accelerating wound healing. This study aimed to determine the effect of topical administration of Berastagi orange peel extract (Citrus sinensis L.) on the healing of incised wounds in rats based on fibroblast count and wound diameter. This research employed a quantitative analytic true experimental design with a post-test group design. Rats were divided into several treatment groups, namely gel base, 10% povidone iodine, and Berastagi orange peel extract gel (EEKJ) at concentrations of 40%, 60%, and 80%. The observed parameters were fibroblast count and wound diameter on day 0 and day 14. Data were analyzed using ANOVA followed by Post Hoc tests. The results showed an increase in fibroblast count and a greater reduction in wound diameter in the groups treated with EEKJ gel compared to the gel base control group. Compared to 10% povidone iodine, EEKJ gel also showed relatively comparable effects in accelerating wound healing. The 60% concentration demonstrated more optimal results in stimulating fibroblast proliferation and reducing wound diameter, although statistically, the differences between concentrations were not significant (p > 0.05). Topical administration of Berastagi orange peel extract proved effective in accelerating the healing process of incised wounds by increasing fibroblast count and reducing wound diameter. The 60% concentration was the most optimal compared to other concentrations, although the differences were not statistically significant.
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Kulit Jeruk Berastagi (Citrus Sinensis L.) Dengan Povidone-Iodine 10% Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Tikus Berdasarkan Jumlah Kolagen dan Lama Penyembuhan Luka Angin, Eka Lestari Br Perangin-; Natali, Oliviti; Lubis , Adhayani; Sumantri, Dinda Triana; Siregar, Yohana Putri Jelita
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.5072

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan pembentukan kolagen. Pemanfaatan bahan alami, seperti kulit jeruk Berastagi yang mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, berpotensi mempercepat penyembuhan melalui efek anti-inflamasi, antioksidan, dan stimulasi kolagen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol kulit jeruk Berastagi (EEKJ) terhadap pembentukan kolagen dan penyembuhan luka sayat pada tikus Wistar jantan, dibandingkan dengan povidone-iodine 10%. Desain penelitian menggunakan true experimental post test control group design dengan 5 kelompok, yaitu basis gel, povidone-iodine 10%, serta gel EEKJ konsentrasi 40%, 60%, dan 80%. Variabel yang diamati adalah jumlah kolagen dan persentase penyembuhan luka. Data dianalisis dengan One-Way ANOVA dan Post Hoc test (?=0,05). Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok basis gel, povidone-iodine 10%, dan EEKJ terhadap jumlah kolagen maupun persentase penyembuhan luka. Namun, kelompok EEKJ konsentrasi 40% menunjukkan rerata jumlah kolagen tertinggi dan konsentrasi 60% menunjukkan rata-rata persentase penyembuhan luka tertinggi (45,50) dibandingkan 40% (43,69) dan 80% (40,29). Kesimpulannya, ekstrak kulit jeruk Berastagi mampu merangsang pembentukan kolagen dan mempercepat penyembuhan luka sayat, meskipun efektivitasnya tidak berbeda signifikan dengan povidone-iodine 10%. Penelitian lanjutan diperlukan dengan jumlah sampel lebih besar, variasi konsentrasi, serta uji klinis pada manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai agen penyembuh luka alami yang potensial dikembangkan sebagai sediaan topikal farmasi.