Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Negosiasi Islam dan Tradisi Lokal dalam Praktik Sedekah Laut: Studi Kajian Antropologis Siti Rohwati; Badrudin; Ainul Mamnuah
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i2.15014

Abstract

Proses negosiasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal dalam praktik sedekah laut di Rembang, Jawa Tengah, mencerminkan dinamika hubungan yang terus berlangsung antara agama dan budaya. Sedekah laut merupakan ritual tahunan yang bertujuan memohon keselamatan dan keberkahan dari laut bagi para nelayan. Dalam masyarakat Muslim yang taat, praktik ini kerap menimbulkan ketegangan antara nilai-nilai keislaman dan unsur adat yang dianggap mistik atau bahkan syirik. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi simbolik dan Teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz untuk menganalisis respons masyarakat nelayan Rembang terhadap ketegangan tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedekah laut mengalami proses reinterpretasi keagamaan, di mana simbol-simbol adat dikontekstualisasikan dalam kerangka ajaran Islam. Proses ini menciptakan ruang kompromi yang mengintegrasikan agama dan tradisi. Temuan ini menegaskan adanya dialektika yang berkelanjutan antara Islam dan budaya lokal di masyarakat pesisir, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka mempertahankan identitas kultural tanpa mengabaikan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang adaptasi tradisi lokal dalam konteks keagamaan serta menawarkan perspektif baru mengenai interaksi Islam dan budaya di Indonesia.
Negara, Ulama, dan Masyarakat: Relasi Kuasa dalam Produksi Otoritas Keagamaan di Indonesia Kontemporer Endang Susanti; Siti Rohwati
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 9 No 2 (2025): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v9i2.4355

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika hubungan kekuasaan antara negara, ulama, dan masyarakat dalam produksi otoritas keagamaan di Indonesia. Secara konseptual, penelitian ini menggunakan Teori Otoritas Keagamaan: Weber dan Foucault, dan relasi kuasa antara negara, ulama, dan masyarakat dalam sosiologi agama. Melalui pendekatan studi pustaka (literature review), dalam dua dekade terakhir, perubahan sosial akibat globalisasi, digitalisasi, dan transformasi politik telah menciptakan lanskap baru dalam otoritas keagamaan Islam. Dengan menelaah berbagai literatur akademik, tulisan ini mengidentifikasi tiga formasi otoritas utama ulama: negara, konservatif-independen, dan progresif. Otoritas ulama negara kerap dilembagakan melalui institusi resmi dan mendukung proyek Islam moderat sebagai bagian dari strategi kebijakan domestik. Sementara itu, Konservasi dan Revival Ulama menekankan pentingnya pemurnian ajaran dan resistensi terhadap nilai-nilai sekuler. Di sisi lain, ulama progresif mengadvokasi reinterpretasi ajaran Islam dalam kerangka keadilan sosial dan hak asasi manusia. Kata Kunci : otoritas keagamaan, ulama, negara, media digital, relasi kuasa