Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Inovasi dan Tantangan Implementasi Penganggaran Partisipatif dalam Pembangunan Daerah di Kabupaten Lampung Timur Nisa, Nadia Khumairatun; Budiono, Pitojo
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2287-2296

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji inovasi dan tantangan implementasi penganggaran partisipatif dalam pembangunan daerah di Kabupaten Lampung Timur. Masalah difokuskan pada implementasi penganggaran partisipatif, faktor pendorong dan penghambat, tantangan, dan inovasi dalam menghadapi tantangan penganggaran partisipatif di Kabupaten Lampung Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Lampung Timur implementasi penganggaran partisipatif berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Hal ini karena dalam proses cenderung dipengaruhi dominasi faktor pendorong yang jauh lebih dominan dibandingkan faktor penghambat. Namun sejumlah tantangan masih senantiasa mewarnai diantaranya kompleksitas proses penganggaran partisipatif, disparitas dalam perencanaan, pengembangan, dan implementasi proyek, serta keterbatasan anggaran. Atas sejumlah tantangan tersebut Pemerintah Kabupaten Lampung Timur hanya mampu menghadirkan inovasi dalam rangka mengatasi disparitas dalam perencanaan, pengembangan, dan implementasi proyek melalui penerapan SIPPD, sementara tantangan lain belum mampu diatasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur belum mampu menghadirkan inovasi yang komprehesif guna mengatasi kompleksitas tantangan yang ada.
Sejarah Religi sebagai Pilar Pembangunan dan Kebijakan Publik Banten Lama Thahirah, Rafa; Nisa, Nadia Khumairatun; Asharika, Diyana Anis; Handriyanti, Amanda Putri; Ananda Chanaya Meutya Lestari; Luthfiyyah Annisa Paramita
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13018

Abstract

Revitalisasi kawasan religi Banten Lama merefleksikan dinamika relasi kekuasaan antara negara dan masyarakat dalam membentuk kesadaran kultural melalui simbol-simbol religius. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kebijakan revitalisasi tersebut menjadi instrumen hegemoni kultural sebagaimana dijelaskan oleh Antonio Gramsci, di mana kekuasaan bekerja bukan hanya melalui paksaan, tetapi melalui pembentukan persetujuan (consent) dan kepemimpinan moral dalam masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada pihak Dinas Kebudayaan, akademisi, serta tokoh masyarakat di sekitar kawasan Banten Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Banten Lama bukan sekadar proyek pelestarian sejarah, melainkan proses politik yang meneguhkan kekuasaan melalui narasi keagamaan dan kebanggaan identitas lokal. Pemerintah daerah berhasil mengkonstruksi legitimasi moral dengan membingkai revitalisasi sebagai upaya pelestarian warisan Islam Banten, sementara masyarakat memberikan persetujuan simbolik karena melihat revitalisasi sebagai penguatan nilai sejarah dan peningkatan ekonomi lokal. Dalam kerangka teori hegemoni Gramsci, proses ini mencerminkan terbentuknya moral leadership yang menghasilkan konsensus sosial, sekaligus memperlihatkan praktik transformisme dan passive revolution di mana kekuatan masyarakat diserap ke dalam agenda negara. Penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi Banten Lama merupakan bentuk hegemoni kultural yang tampak alami, tetapi sesungguhnya dibangun melalui proses politik yang sistematis, sehingga membuka ruang refleksi terhadap pentingnya partisipasi kritis masyarakat dalam setiap proyek kebudayaan.
Sejarah Religi sebagai Pilar Pembangunan dan Kebijakan Publik Banten Lama Thahirah, Rafa; Nisa, Nadia Khumairatun; Asharika, Diyana Anis; Handriyanti, Amanda Putri; Ananda Chanaya Meutya Lestari; Luthfiyyah Annisa Paramita
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13018

Abstract

Revitalisasi kawasan religi Banten Lama merefleksikan dinamika relasi kekuasaan antara negara dan masyarakat dalam membentuk kesadaran kultural melalui simbol-simbol religius. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kebijakan revitalisasi tersebut menjadi instrumen hegemoni kultural sebagaimana dijelaskan oleh Antonio Gramsci, di mana kekuasaan bekerja bukan hanya melalui paksaan, tetapi melalui pembentukan persetujuan (consent) dan kepemimpinan moral dalam masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada pihak Dinas Kebudayaan, akademisi, serta tokoh masyarakat di sekitar kawasan Banten Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Banten Lama bukan sekadar proyek pelestarian sejarah, melainkan proses politik yang meneguhkan kekuasaan melalui narasi keagamaan dan kebanggaan identitas lokal. Pemerintah daerah berhasil mengkonstruksi legitimasi moral dengan membingkai revitalisasi sebagai upaya pelestarian warisan Islam Banten, sementara masyarakat memberikan persetujuan simbolik karena melihat revitalisasi sebagai penguatan nilai sejarah dan peningkatan ekonomi lokal. Dalam kerangka teori hegemoni Gramsci, proses ini mencerminkan terbentuknya moral leadership yang menghasilkan konsensus sosial, sekaligus memperlihatkan praktik transformisme dan passive revolution di mana kekuatan masyarakat diserap ke dalam agenda negara. Penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi Banten Lama merupakan bentuk hegemoni kultural yang tampak alami, tetapi sesungguhnya dibangun melalui proses politik yang sistematis, sehingga membuka ruang refleksi terhadap pentingnya partisipasi kritis masyarakat dalam setiap proyek kebudayaan.
Analisis Formulasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kali Lima di Pasar Royal Kota Serang, Provinsi Banten Nisa, Nadia Khumairatun
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5788

Abstract

Pembangunan kota berkelanjutan menuntut keseimbangan antara penataan ruang dan keberlanjutan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor informal seperti Pedagang Kaki Lima (PKL). Kebijakan relokasi PKL di Pasar Royal Kota Serang menjadi contoh intervensi tata ruang yang memunculkan dinamika sosial-ekonomi di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses formulasi kebijakan relokasi di Pasar Royal berdasarkan perspektif teori formulasi kebijakan Dunn (2015). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan perumusan masalah masih bersifat sempit dan top-down dengan menitikberatkan pada aspek tata ruang, sehingga mengabaikan dimensi ekonomi PKL. Pada tahap peramalan, pemerintah cenderung menggunakan asumsi optimistis tanpa mempertimbangkan perilaku pasar dan risiko penurunan pendapatan. Sementara itu, rekomendasi kebijakan belum sepenuhnya mengakomodasi alternatif yang inklusif dan adaptif. Akibatnya, kebijakan relokasi mampu memperbaiki keteraturan kota, tetapi menimbulkan kerentanan ekonomi bagi pedagang. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan formulasi kebijakan yang lebih partisipatif, berbasis data, dan berorientasi pada keseimbangan antara penataan kota dan keadilan sosial.