Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Dalam Membangun Karakter Siswa Melalui Pendidikan Multikultural Khayatul Mustaqimah; Tiya Feza Qarina; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6184

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan aspek krusial dalam sistem pendidikan Indonesia yang dicirikan oleh keberagaman budaya, etnis, agama, dan bahasa. Artikel ini mengkaji peran guru dalam menanamkan nilai-nilai multikultural kepada siswa sebagai upaya pembentukan karakter yang inklusif dan toleran. Dengan pendekatan pendidikan multikultural, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar materi akademik, tetapi juga sebagai agen sikap sosial yang menghargai keberagaman. Proses pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan multikultural diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menghargai perbedaan dan mengembangkan perilaku positif yang mendukung kehidupan sosial yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif, memanfaatkan berbagai dokumen dan literatur relevan yang membahas teori dan praktik pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru perlu menerapkan berbagai strategi pembelajaran inklusif, menciptakan lingkungan kelas yang aman dan terbuka untuk dialog antarbudaya, serta mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam materi pembelajaran. Peran guru juga mencakup pembentukan karakter siswa dengan menyikapi perbedaan agama, bahasa, dan status sosial secara demokratis dan tanpa diskriminasi. Lebih lanjut, pendidikan multikultural yang diterapkan secara efektif di sekolah dasar dapat menumbuhkan sikap toleransi dan damai pada siswa sejak usia dini. Guru diharapkan berperan sebagai panutan dan fasilitator, membimbing siswa dalam mengarungi keberagaman melalui rasa saling menghormati dan berkolaborasi. Pendidikan multikultural juga berperan dalam mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab dengan kesadaran sosial yang kuat dalam masyarakat yang majemuk. Artikel ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman guru tentang pentingnya pendidikan multikultural dalam membangun karakter siswa. Implementasi nilai-nilai multikultural yang berkelanjutan akan memperkuat persatuan dan kerukunan bangsa, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta memperkuat fondasi demokrasi yang humanis dan inklusif.
Peningkatan Visibilitas dan Keselamatan Pengguna Jalan melalui Pemasangan Reflektor Jalan dan Penerangan Jalan Umum Berbasis Sensor Photocell di Desa Kemejing Sefiyuchanna Sefiyuchanna; Nur Baiti Jannati; Tyastiana Tyastiana; Dina Lutfa Azizi; Gian Adfad; Intan Ramadhany; Khofifah Nur Hasanah; Krisna Dwi Hartanto; Muhammad Miftakhus Salam; Muhammad Rafi Firnanda; Ni'matul Holisoh; Rifig Al Wafaa; Riza Maysharoh; Sylvia Wulandari; Tiya Feza Qarina; Yuangga Ilham Akbar
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v4i1.1859

Abstract

Kemejing Village is geographically hilly with winding roads and minimal lighting, reducing visibility and potentially compromising the safety and security of road users, especially at night. This community service activity aims to improve visibility and safety for road users in Kemejing Village, Loano District, Purworejo Regency, by installing road reflectors and street lighting (PJU) using photocell sensors. The method used was community empowerment based on field actions, which included observation, planning, implementation, and evaluation, involving students, village officials, and the community. The results of this activity showed that the road reflectors and PJU using photocell sensors successfully improved visibility at night, provided automatic and energy-efficient lighting, and made road users feel safer and more comfortable. This activity provided positive benefits to the community and helped build village infrastructure that can continue to develop in line with the Sustainable Development Goals (SDGs).