Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Status Pernikahan Dari Pasangan Yang Pindah Agama Setelah Menikah Menurut Maqashid Syariah Putri, Brilian Sabila Anjani; 'Adnan, Moch. Badrus Sholahidin; Multazam, Amar; Rohman, Baitur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2461

Abstract

Perpindahan agama setelah pernikahan menimbulkan persoalan hukum dan syariah yang serius karena mengganggu stabilitas keluarga serta perlindungan keturunan, sehingga membutuhkan kajian mendalam melalui perspektif maqashid syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis status pernikahan pasangan yang salah satunya pindah agama dengan menitikberatkan pada perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta sebagai prinsip utama maqashid syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan hukum normatif melalui studi literatur terhadap ayat Al-Qur’an, hadis, dan pendapat ulama mengenai dampak hukum perpindahan agama setelah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan agama dapat mengganggu keseimbangan spiritual, keharmonisan emosional, dan kepastian hukum dalam keluarga sehingga menimbulkan mudarat bagi pasangan maupun anak. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa fasakh melalui pengadilan agama dapat menjadi solusi syar’i untuk mencegah kerugian yang lebih besar serta memastikan perlindungan iman, kesejahteraan jiwa, dan keberlangsungan keturunan sesuai tujuan maqashid syariah
Pindah Agama Setelah Perkawinan Perspektif Kompilasi Hukum Islam Putri, Brillian Sabila Anjani; Satu, Abdurrrahman; Multazam, Amar; Zain, Brilliana Fajrin Izza; Husin, Hasan; Ansory, Royanis; Atoilah, Muhibur Rohman
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4794

Abstract

Extrajudicial divorce (talak siri) remains prevalent within Indonesian Muslim society and poses significant legal challenges due to its incompatibility with the national family law system, particularly in terms of legal certainty, protection of women’s and children’s rights, and orderly population administration. This study aims to analyze the normative differences between Islamic jurisprudence (fiqh) and Indonesian positive law concerning talak siri practices and to examine their legal implications. Employing a normative legal research method with statutory, conceptual, and comparative approaches, this study examines fiqh doctrines, Law Number 1 of 1974 on Marriage, the Compilation of Islamic Law, and relevant legal doctrines related to divorce. The findings reveal a fundamental disparity between the validity of divorce under fiqh and its recognition under Indonesian state law, resulting in dual marital status and legal uncertainty that adversely affect the civil rights of former wives and children, particularly regarding marital status, inheritance, and administrative recognition. This study highlights isbat cerai as a crucial juridical mechanism to bridge normative differences, ensure legal certainty, protect vulnerable parties, and maintain orderly population administration.