Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ERITRODERMA AKIBAT TINEA CORPORIS : LAPORAN KASUS Wijaya, Angeline; Kristiyani, Erna; Julianti, Linda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51390

Abstract

Eritroderma merupakan kelainan kulit ditandai eritema yang melibatkan lebih dari 90% luas permukaan tubuh. Kondisi ini jarang terjadi dengan kejadian sekitar satu per 100.000 orang dewasa, namun memiliki mortalitas tinggi hingga 16% populasi. Salah satu penyebab eritroderma yaitu infeksi dermatofita seperti tinea corporis. Tinea dapat berkembang menjadi eritroderma, terutama pada individu imunokompromais maupun penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat. Seorang laki- laki usia 59 tahun datang ke poli kulit dengan keluhan bercak kemerahan gatal sejak tiga tahun yang lalu dan memberat sehaj tiga hari yang lalu. Awalnya, muncul bercak kemerahan di area dada, dalam satu tahun meluas ke punggung, perut, dan ekstermitas. Gatal memberat saat berkeringat dan membaik setelah mandi. Gejala sistemik lainnya tidak ditemukan. Pasien memiliki diabetes melitus tidak terkontrol serta kebersihan diri yang buruk. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi berupa plakat multiple, eritematosa hingga hiperpigmentasi, batas tegas, berskuama kasar disertai ekskoriasi dengan distribusi universal. Hasil laboratorium menunjukkan leukositosis, peningkatan eosinofil dan trombositosis. Pasien didiagnosis dengan eritroderma akibat tinea corporis. Terapi rawat jalan dengan pemberian ketokonazol oral, salep racikan antijamur-steroid-emolien, dan cetirizine oral serta edukasi kebersihan diri. Terapi perbaikan klinis setelah sepuluh hari pemberian terapi. Evaluasi lanjutan tidak dapat dilakukan karena pasien tidak kembali datang untuk kontrol. Laporan kasus ini menunjukkan bahwa dermatofitosis seperti tinea corporis dapat menyebabkan eritroderma, walaupun sangat jarang terjadi, namun penting dipertimbangkan terutama pada pasien dengan faktor risiko seperti imunokompromais dan keberhisan diri yang buruk.
DAMPAK PENDEKATAN PEMBELAJARAN STEAM DENGAN MEDIA LOOSE PART PADA KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN kristiyani, erna; Hafidah, Ruli; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.65168

Abstract

Kreativitas adalah salah satu aspek kognitif manusia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia memiliki tingkatan kreativitas yang berbeda-beda. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts pada kreativitas anak usia 5-6 tahun di KBIT Briliant Musuk Boyolali. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan tipe non equivalent control group design. Sumber data penelitian ini dari pelaksanaan pembelajaran dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Uji Validitas menggunakan validitas isi. Uji Reliabilitas menggunakan alpha cronbach’s. Uji normalitas menggunakan teknik analisis shapiro wilk, sedangkan uji homogenitas menggunakan teknik analisis levene statistics. Uji hipotesis menggunakan independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts ini dapat meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di KBIT Briliant. Hal tersebut ditunjukkan dari rata-rata posttest kelompok eksperimen 3,729 dan kelompok kontrol 3,436. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan eksperimen, yang artinya pendekatan pembelajaran STEAM dengan media loose parts  berpengaruh terhadap kreativitas anak usia 5-6 tahun. Hal tersebut terlihat ketika proses pembelajaran anak menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan eksplorasi terhadap komponen loose parts yang telah disediakan, anak dapat menciptakan karya yang tiada batasannya, anak berani mengambil resiko ketika bertindak serta dengan media loose parts ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian anak mengenai lingkungan sekitarnya. Berkaitan dengan hal tersebut maka sekolah dan orangtua harus menjalin kerjasama dalam penggunaan pendekatan STEAM dengan media loose parts untuk mengoptimalkan kemampuan kreativitas anak usia dini, khususnya usia 5-6 tahun.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Penggunaan Media Konkret Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas II SD Negeri Sumber 5 Kristiyani, Erna; Allabibah, Nur Hafidhah; Saputra, Wahab Cahya; Iriana, Mei
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.97209

Abstract

Pendidikan adalah proses belajar sepanjang hayat yang mencakup pengembangan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap. Di SD Negeri Sumber 5 Surakarta pendidikan matematika sering dianggap sulit karena sifatnya yang abstrak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas II melalui model Problem Based Learning (PBL) dengan media konkret. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan, dengan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: pada pra siklus, hanya 37,5% siswa mencapai nilai KKM dengan rata-rata nilai 57,67. Setelah penerapan PBL, pada siklus pertama 62,5% peserta didik mencapai KKM dengan rata-rata nilai 77, dan pada siklus kedua 87,5% peserta didik mencapai KKM dengan rata-rata nilai 84,62. Penerapan PBL dengan media konkret terbukti efektif meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik.