Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Etika Bermedia Sosial Sebagai Upaya Penguatan Karakter Digital Remaja Masjid Bantean Klampis Mochamad Ichsan; Tri Marfiyanto
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4kyybg92

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman etika bermedia sosial sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat karakter digital remaja Masjid Bantean Klampis, Bangkalan, Jawa Timur. Program ini merespons maraknya dampak negatif media sosial pada kalangan remaja, seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, dan lemahnya kontrol diri dalam penggunaan gawai. Dilaksanakan pada 9 Agustus 2025 dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini melibatkan 20 remaja usia 18–21 tahun yang rutin mengikuti kegiatan keagamaan di masjid. Metode PAR dipilih karena menempatkan remaja bukan hanya sebagai penerima materi, tetapi sebagai subjek yang aktif menganalisis masalah, berdiskusi, mensimulasikan kasus, dan merumuskan solusi berbasis nilai-nilai Islam. Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus etis, dan workshop pembuatan konten digital positif. Efektivitas program diukur melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 38,7%, dari skor rata-rata 58,4 menjadi 81,1. Partisipasi aktif terlihat dari antusiasme dalam diskusi, penyelesaian studi kasus, hingga pembentukan “Tim Digital Dakwah” yang menghasilkan 12 konten Islami setelah kegiatan berakhir. Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan secara partisipatif mampu memperkuat karakter digital yang mencakup literasi digital, empati digital, kesadaran jejak digital, dan pengendalian diri. PKM ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran moral dan komitmen etis remaja melalui penandatanganan “Pakta Integritas Digital Remaja Masjid Bantean Klampis”. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong remaja untuk menjadi agen perubahan digital yang mampu menghadirkan jejak digital positif dan mempraktikkan etika bermedia sosial dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, program ini direkomendasikan untuk menjadi agenda rutin dan dapat direplikasi oleh masjid lain sebagai model penguatan karakter digital berbasis komunitas keagamaan.
Bersih-Bersih Musholla untuk Meningkatkan Kenyamanan Beribadah Warga Perum Griya Mutiara 2 Burneh Selama Bulan Ramadan Mochamad Ichsan; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wqdtet61

Abstract

Kebersihan musholla merupakan faktor penting dalam menciptakan kenyamanan beribadah, terutama selama bulan Ramadan. Program bersih-bersih musholla ini dilakukan di Perum Griya Mutiara 2 Burneh dengan tujuan meningkatkan kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini melibatkan warga secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, sehingga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan musholla secara berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup observasi awal, koordinasi dengan pengurus musholla, pembagian tugas kepada warga, serta pelaksanaan kegiatan pada 28 Februari 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa musholla menjadi lebih bersih dan nyaman, yang berdampak positif terhadap suasana ibadah warga. Namun, ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan alat kebersihan dan kurangnya sistem perawatan rutin. Sebagai langkah keberlanjutan, disarankan adanya tim kebersihan musholla dari warga setempat yang bertugas secara bergilir serta pengadaan alat kebersihan yang lebih memadai. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan kebersihan musholla dapat terjaga sepanjang tahun, sehingga menciptakan lingkungan ibadah yang lebih nyaman dan khusyuk