Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku kerja dan beban kerja terhadap kinerja personel. Fokus penelitian diarahkan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan terhadap peningkatan kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis statistik. Jumlah responden sebanyak 66 personel, dan analisis data dilakukan menggunakan uji t (parsial), uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R²). Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel Perilaku Kerja (X₁) memiliki nilai t hitung sebesar 7,425 lebih besar daripada t tabel 1,996 (7,425 > 1,996) dengan signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Personel (Y). Variabel Beban Kerja (X₂) juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja, ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 9,625 lebih besar dari t tabel 1,996 (9,625 > 1,996) dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F hitung sebesar 285,298 lebih besar dari F tabel 2,74 (285,298 > 2,74) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, yang menandakan kedua variabel berpengaruh positif terhadap kinerja personel. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,901 menunjukkan bahwa 90,1% variasi kinerja personel dapat dijelaskan oleh perilaku kerja dan beban kerja, sementara sisanya sebesar 9,9% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini.