Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERATURE REVIEW : RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND RANDOM BLOOD SUGAR IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Jagadhita, I Made Ari Lanang Mahosadi; Landra, I Komang Gunawan; Agustini, Ni Nyoman Mestri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51033

Abstract

Penyakit tidak menular saat ini merupakan salah satu tantangan utama dalam bidang kesehatan yang perlu diwaspadai. Fenomena ini dipengaruhi oleh tingginya prevalensi serta angka mortalitas penyakit tidak menular di seluruh dunia. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak diderita masyarakat dan termasuk ke dalam empat besar penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian terbanyak. IDF (International Diabetes Federation) melaporkan lebih dari 536 juta orang di dunia hidup dengan diabetes, dan Indonesia diprediksi akan mengalami kenaikan jumlah penderita diabetes melitus yang signifikan. Berdasarkan aspek fisiologis, stres dapat memicu terjadinya perubahan dalam fungsi sistem tubuh, termasuk ketidakseimbangan hormonal. Kondisi stres menyebabkan tubuh menghasilkan hormon kortisol berlebih dan menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon epinefrin yang menyebabkan kadar glukosa darah meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai artikel yang membahas tentang tingkat stres dan kadar gula darah acak pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini merupakan literature review yang memanfaatkan tiga basis data, yaitu Google Scholar, PubMed, dan Crossref. Beberapa artikel yang telah didapat akan diseleksi secara bertahap dan disesuaikan dengan kriteria peneliti. Berdasarkan tujuh artikel yang dilakukan review di dapatkan hasil terdapat hubungan antara kedua variabel yang bernilai positif. Stres berkontribusi terhadap terjadinya fluktuasi kadar glukosa darah yang tidak stabil, walaupun sudah dilakukan pengelolaan melalui aktivitas fisik, diet, dan terapi obat yang sesuai. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara stres dengan kadar gula darah acak pada pasien diabetes melitus.
TINJAUAN LITERATUR: POTENSI ANTIDIABETIK EKSTRAK DAUN SIRSAK UNTUK KONTROL GLIKEMIK DIABETES MELITUS Rustiana Dewi, Kadek Febi; Landra, I Komang Gunawan; Setiawan, Komang Hendra; Indra Mahiswari, Kadek Wulan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2263

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh penurunan sensitivitas reseptor insulin yang dinilai dari kadar glukosa darah puasa (≥126 mg/dL) atau kadar glukosa darah sewaktu (≥200 mg/dL) dan disertai gejala klinis khas, seperti polidipsia (rasa haus berlebihan), polifagia (rasa lapar berlebihan), dan poliuria (peningkatan frekuensi buang air kecil). Dalam konteks penemuan terapi komplementer, ekstrak daun sirsak (Annona Muricata Folium) telah diusulkan sebagai alternatif pengobatan herbal karena dianggap aman untuk konsumsi jangka panjang dan memiliki risiko efek samping yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi terkini mengenai pemanfaatan sumber daya alam ekstrak daun sirsak dalam upaya manajemen diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang mencakup analisis terhadap 57 jurnal dan artikel penelitian yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki aktivitas antidiabetes yang dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktifnya, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin, yang juga dikenal kaya antioksidan dan berperan penting dalam memodulasi metabolisme lipid, mengoptimalkan fungsi Glucose Transporter type 4 (GLUT-4), serta meningkatkan sensitivitas insulin. Berdasarkan profil senyawa antidiabetes ini, ekstrak daun sirsak berpotensi digunakan sebagai pilihan terapi herbal tradisional untuk mencapai kontrol glikemik jangka panjang.