Bambang, Jam’ul Ihsan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RUU Perampasan Aset: Antara Kebutuhan Pemberantasan Korupsi Dan Risiko Kriminalisasi Faralita, Ergina; Bambang, Jam’ul Ihsan
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1486

Abstract

Korupsi di Indonesia dipandang sebagai extraordinary crime yang merusak tata kelola pemerintahan dan menggerogoti kepercayaan publik. Mekanisme hukum pidana konvensional yang selama ini berlaku dalam KUHAP dan UU Tipikor terbukti memiliki kelemahan serius, karena perampasan aset hanya dimungkinkan setelah adanya putusan pidana yang berkekuatan hukum tetap. Akibatnya, banyak aset hasil tindak pidana korupsi gagal dikembalikan ke negara karena pelaku kabur, meninggal, atau berhasil mengalihkan aset kepada pihak ketiga. Untuk menutup celah hukum tersebut, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset diperkenalkan dengan mengadopsi mekanisme non-conviction based asset forfeiture (in rem), yang memungkinkan perampasan aset tanpa harus menunggu pemidanaan pelaku. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, dan konseptual. Analisis dilakukan terhadap UUD 1945, KUHAP, UU Tipikor, serta naskah RUU Perampasan Aset, dengan meninjau kesesuaiannya terhadap asas rule of law, prinsip presumption of innocence, dan perlindungan hak kepemilikan yang dijamin konstitusi. Kajian komparatif dilakukan dengan melihat praktik non-conviction based asset forfeiture di Amerika Serikat dan Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RUU Perampasan Aset memiliki urgensi tinggi dalam pemberantasan korupsi karena mampu mempercepat pemulihan aset negara, memperkuat kerja sama internasional, serta relevan dengan prinsip extraordinary measure dalam menghadapi kejahatan luar biasa. Namun, RUU ini juga mengandung risiko kriminalisasi berupa pembalikan beban pembuktian, lemahnya perlindungan terhadap pihak ketiga, serta potensi penyalahgunaan kewenangan oleh aparat. Dari perspektif hukum tata negara, keberhasilan RUU ini ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan hak konstitusional warga. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset merupakan instrumen penting bagi pemberantasan korupsi, tetapi harus dilengkapi dengan penguatan perlindungan hukum, mekanisme keberatan yang jelas, serta pengawasan peradilan yang ketat agar selaras dengan prinsip negara hukum (rule of law) dan konstitusionalitas UUD 1945.
Efektivitas Kinerja Dinas PUPR Kota Banjarmasin Dalam Pencegahan Banjir Berdasarkan Peraturan Wali Kota Banjarmasin Nomor 58 Tahun 2022 Bambang, Jam’ul Ihsan
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1661

Abstract

Banjir perkotaan merupakan permasalahan tata kelola pemerintahan daerah yang berkaitan langsung dengan kewajiban negara dalam menyediakan pelayanan dasar dan melindungi keselamatan warga. Kota Banjarmasin, dengan karakteristik geografis dataran rendah dan jaringan sungai yang kompleks, menghadapi risiko banjir yang berulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin dalam pencegahan banjir berdasarkan pelaksanaan tugas dan fungsi yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Banjarmasin Nomor 58 Tahun 2022, serta mengidentifikasi kendala yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara dengan aparatur Dinas PUPR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta studi dokumen terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur relevan. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas PUPR dalam pencegahan banjir tergolong cukup efektif, ditinjau dari aspek perencanaan program, pemeliharaan sungai dan drainase, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, serta respons terhadap kejadian banjir. Namun, efektivitas tersebut belum optimal akibat keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, sistem monitoring berbasis data, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pencegahan banjir tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh integrasi mitigasi struktural dan non-struktural, penguatan koordinasi lintas instansi, serta akuntabilitas pelaksanaan kewenangan pemerintahan daerah.