Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FILSAFAT TVET DALAM LENSA SDGs REALISME, HATI DAN LOGIKA DALAM PENDIDIKAN VOKASI Yuberta, Andre; Refdinal, Refdinal; Abdullah, Rijal; Mardizal, Jonni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4802

Abstract

Abstract: Technical and Vocational Education and Training (TVET) plays a crucial role in bridging the needs of the industrial world with the goals of sustainable human development. Within the context of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4.7 on Education for Sustainable Development, this study revisits the philosophy of TVET through three dimensions: realism, heart, and logic. The research aims to uncover the philosophical foundations of TVET within the SDG framework by tracing classical German thought (Kerschensteiner, Spranger, Fischer) alongside modern paradigms rooted in technology, vocational psychology, and educational sustainability. The method employed is an integrative bibliometric-based literature analysis of 1,041 Scopus-indexed articles (2015–2024), combined with a philosophical review of five major sources from Germany, the United Kingdom, China, and Indonesia. The findings reveal four key insights: (1) Educational realism emphasizes contextual and meaningful work competencies; (2) The dimension of heart highlights moral values, humanity, and psychological well-being within the TVET system; (3) Educational logic is reflected in technology-based curricula that integrate knowledge, skills, and values; and (4) The integration of SDGs fosters ecological awareness and social responsibility. TVET is thus conceptualized as a philosophical system that unites work reality, humanity, and scientific rationality toward a sustainable vocational curriculum for the 21st century. Keyword: Philosophy of TVET; SDGs; vocational ethics; vocational psychology; educational sustainability Abstrak: Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) berperan penting dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan tujuan pembangunan manusia berkelanjutan. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4.7 tentang Education for Sustainable Development, kajian ini meninjau ulang filsafat TVET melalui tiga dimensi: realisme, hati, dan logika. Penelitian ini bertujuan mengungkap fondasi filosofis TVET dalam kerangka SDGs dengan menelusuri pemikiran klasik Jerman (Kerschensteiner, Spranger, Fischer) serta paradigma modern berbasis teknologi, psikologi vokasional, dan keberlanjutan pendidikan. Metode yang digunakan adalah integrative literature analysis berbasis bibliometrik terhadap 1.041 artikel Scopus (2015–2024), dipadukan dengan telaah filosofis terhadap lima sumber utama dari Jerman, Inggris, Tiongkok, dan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) realisme pendidikan menekankan kompetensi kerja kontekstual dan bermakna; (2) dimensi hati menyoroti nilai moral, kemanusiaan, dan kesejahteraan psikologis dalam sistem TVET; (3) logika pendidikan tercermin pada kurikulum berbasis teknologi yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai; serta (4) integrasi SDGs menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial. TVET dipandang sebagai sistem filosofis yang menyatukan realitas kerja, kemanusiaan, dan rasionalitas ilmiah menuju kurikulum kejuruan berkelanjutan abad ke-21. Kata kunci: Filsafat TVET; SDGs; etika vokasional; psikologi kejuruan; keberlanjutan pendidikan. 
KEPEMIMPINAN HIJAU BERBASIS KECERDASAN BUATAN DALAM PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN: JALAN MENUJU SDGS 2030 Yuberta, Andre; Giatman, M.; Lapisa, Remon; Maksum, Hasan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4991

Abstract

Abstract: The transformation of vocational education in the digital era requires a new leadership paradigm capable of integrating Artificial Intelligence (AI) with sustainability principles. This study highlights the importance of green leadership in managing TVET institutions to align with the 2030 Sustainable Development Goals, particularly those related to quality education, decent work and economic growth, as well as innovation and infrastructure. The main objective of this research is to formulate a conceptual model of AI-driven green leadership as a strategic pathway for sustainable transformation in vocational institutions. This research employs a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The quantitative phase involved 148 respondents from 12 vocational institutions in Indonesia using a Likert-scale questionnaire to measure perceptions of green leadership, digital readiness, and AI adoption. Data were analyzed using SEM-PLS and further explored through in-depth interviews with 15 institutional leaders as part of the qualitative phase. The results indicate that AI utilization significantly enhances decision-making efficiency, organizational transparency, and green innovation within the TVET environment. Leadership that combines digital intelligence and ecological awareness fosters an adaptive and sustainable organizational culture. The research implies the necessity of policies that promote AI-based green leadership literacy, the development of sustainable digital leadership curricula, support for environmentally friendly data infrastructure, and cross-sector partnerships to ensure that technological innovation aligns with human development and environmental sustainability.Keyword: green_leadership; artificial_intelligence; SDGs.Abstrak: Transformasi pendidikan vokasi di era digital membutuhkan kepemimpinan baru yang mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dengan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini menyoroti pentingnya kepemimpinan hijau dalam pengelolaan TVET agar selaras dengan SDGs 2030, terutama tujuan terkait pendidikan bermutu, pekerjaan layak, dan inovasi. Tujuan utama penelitian adalah merumuskan model konseptual AI-driven green leadership sebagai strategi transformasi berkelanjutan di institusi vokasi. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatori. Tahap kuantitatif melibatkan 148 responden dari 12 institusi vokasi di Indonesia melalui kuesioner skala Likert yang mengukur persepsi kepemimpinan hijau, kesiapan digital, dan adopsi AI. Analisis data menggunakan SEM-PLS, kemudian diperdalam melalui wawancara dengan 15 pemimpin institusi pada tahap kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan, transparansi organisasi, serta inovasi hijau di lingkungan TVET. Kepemimpinan yang menggabungkan kecerdasan digital dan kesadaran ekologis mampu menciptakan budaya organisasi yang adaptif dan berkelanjutan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya kebijakan yang mendorong literasi kepemimpinan hijau berbasis AI, pengembangan kurikulum kepemimpinan digital berkelanjutan, dukungan infrastruktur data ramah lingkungan, serta kemitraan lintas sektor untuk memastikan inovasi teknologi sejalan dengan pembangunan manusia dan lingkungan.Kata kunci: kepemimpinan_hijau; kecerdasan_buatan; SDGs