Sunarko
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penilaian Kondisi Kerusakan Perkerasan Jalan Dengan Metode PCI (Pavement Condition Index), Sdi (Surface Distress Index) dan IRI (International Roughness Index) (Studi Kasus: Jalan Curahjati Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi) Fahmi Bachtiar; Dimas Aji Purnomo; Sunarko
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i3.170

Abstract

Jalan Curahjati merupakan jalur transportasi penting yang melayani angkutan utama dan berat. Kerusakannya berdampak pada sektor ekonomi, pendidikan, dan pariwisata masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi kerusakan perkerasan lentur pada jalan dengan metode SDI, PCI dan IRI serta mengetahui tingkat kerusakan jalan untuk menentukan perbaikan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan berdasarkan ketiga metode. Pelaksanaan penelitian pada jalan Curahjati sepanjang 3,4 km dimulai dari menggunakan Visual dengan  100m per segmen,dan terbagi sebanyak 34 segmen. Data survei selanjutnya dijadikan untuk menentukan perbbaikan yang sesuai. Hasil dari analisa kerusakan pada jalan Curahjati adalah nilai rata-rata Surface Distress Index (SDI) pada dari STA 00+000 s/d 03+450 adalah 166 maka jalan Curahjati memiliki nilai kondisi rusak berat. Nilai PCI dari setiap segmen jalan mulai dari STA 00+000 s/d 03+400, dengan rata-rata nilai PCI yaitu sebesar 30,86 dan berdasarkan tabel penilain PCI jalan Curahjati termasuk dalam kondisi Poor (Jelek). Dari aplikasi Roadbounc didapat kondisi perkerasan jalan Curahjati dengan presentase nilai (%)  pada setiap kondisi kerusakan yaitu kondisi Baik 17.65%, Sedang 64.71 % dan Rusak Berat 17.65%. Sedangkan nilai minimum IRI yaitu 1.03 dan nilai Maksimum 3.20 dengan nilai rata-rata International Roughness Index (IRI) 2.21 maka jalan Curahjati memiliki nilai kondisi sedang. Jenis penanganan untuk Jalan Curahjati berdasarkan nilai SDI, PCI dan IRI adalah pemeliharaan rutin dan sebagian penambahan atau rekonstruksi.
Analisis Efisiensi Dan Kehilangan Air Pada Saluran Sekunder Daerah Bangunan Grajagan Kabupaten Banyuwangi (Studi kasus Bangunan Grajagan BG IV Sampai BG IX) Fernando Septivano C. H.; Dimas Aji Purnomo; Sunarko
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i3.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehilangan air dan efisiensi penyaluran air pada saluran sekunder Bangunan Grajagan, dari BG IV hingga BG IX, Kabupaten Banyuwangi. Pengumpulan data dilakukan melalui metode kuantitatif, menggunakan observasi lapangan dan pengukuran kecepatan aliran dengan metode bola apung (float method), serta data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan air irigasi sebesar 0,037 m³/detik. Nilai efisiensi penyaluran air tercatat sebesar 94,55%, yang masih berada di bawah standar efisiensi ideal. Kehilangan air yang terjadi disebabkan oleh faktor fisik saluran, seperti kebocoran dan perembesan.