Komang Intan Gayatri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Tanaman MPTS (Multi Purpose Trees Species) di Kawasan RHL Desa Girimulyo Lampung Timur Vania Eveline Simanjuntak; Komang Intan Gayatri; Surnayanti; Machya Kartika Tsani; Sugeng P. Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 1 (2025): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v5i1.11807

Abstract

Hutan memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan, namun tekanan akibat alih fungsi lahan menurunkan keanekaragaman hayati sehingga diperlukan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dengan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS). Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi tanaman MPTS di kawasan RHL Desa Girimulyo, Lampung Timur. Metode penelitian menggunakan observasi lapangan pada 36 petak ukur berukuran 25 × 40 m² dengan data jenis, diameter, dan tinggi tanaman yang dianalisis melalui kerapatan, frekuensi, dominansi, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menemukan enam jenis MPTS, yaitu alpukat (Persea americana), durian (Durio zibethinus), jengkol (Pithecellobium jiringa), kelapa (Cocos nucifera), kelengkeng (Litchi chinensis), dan petai (Leucaena leucocephala). Alpukat mendominasi pada tingkat pancang (INP 192,17), tiang (295,16), dan pohon (221,56), menunjukkan adaptasi dan peran ekologis yang kuat, sementara jenis lain hanya ditemukan pada fase tertentu. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) tergolong rendah (0–0,43) pada semua fase pertumbuhan, dengan kemerataan dan kekayaan spesies juga masih rendah. Disimpulkan bahwa alpukat berpotensi besar dalam mendukung keberhasilan program RHL sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, namun rendahnya keanekaragaman jenis menandakan perlunya penambahan variasi tanaman MPTS guna memperkuat keberlanjutan ekosistem.
Struktur Vegetasi, Estimasi Produksi, dan Potensi Ekonomi Lahan Agroforestri Pekarangan di Kabupaten Lampung Barat Erlina Rufaidah; Surnayanti Surnayanti; Komang Intan Gayatri
Journal of People, Forest and Environment Vol. 6 No. 1 (2026): MEI
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v6i1.13198

Abstract

Agroforestri pekarangan merupakan sistem budidaya yang memadukan berbagai jenis tanaman dalam satu unit lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan, obat, dan fungsi ekologis rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur vegetasi, kategori dan pemanfaatan tanaman, serta fluktuasi produksi pada sistem agroforestri pekarangan di Kabupaten Lampung Barat. Penelitian dilakukan pada tiga kecamatan, yaitu Batu Ketulis, Belalau, dan Balik Bukit, menggunakan kombinasi metode inventarisasi vegetasi pada petak contoh berukuran 20 × 20 m dan wawancara terstruktur terkait produksi tanaman periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekarangan masyarakat memiliki 28 jenis tanaman dari 19 famili yang tersusun atas pohon, perdu, semak, herba, dan tanaman merambat. Famili Myrtaceae merupakan famili paling dominan, sedangkan kopi (Coffea canephora) memiliki kerapatan dan kerapatan relatif tertinggi, sehingga menjadi spesies yang paling mendominasi struktur vegetasi. Jenis tanaman yang dibudidayakan memiliki fungsi beragam sebagai sumber pangan, obat, peneduh, dan tanaman pagar, dengan pemanfaatan terbesar pada bagian buah. Selain itu, produksi tanaman selama 2021–2024 menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh umur tanaman dan kondisi lingkungan, terutama fenomena kekeringan akibat El Nino yang menyebabkan beberapa tanaman tidak berbuah pada tahun-tahun tertentu. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agroforestri pekarangan memiliki potensi ekologis dan ekonomis yang penting bagi ketahanan pangan rumah tangga dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Barat.