p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cahaya Edukasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Proses Afiksasi pada Cerpen "Kurir" karya Aliurridha Faradyna, Virginia Najwa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.166

Abstract

Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode afiksasi yang ada dalam cerpen berjudul “Kurir” karya Aliurridha, serta menganalisis fungsi dan dampaknya terhadap makna teks tersebut. Pendekatan yang diambil adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data berupa teks cerpen yang dianalisis melalui beberapa tahap, yakni seleksi data, pengorganisasian tabel yang mencakup kata berafiks, proses afiksasi, kelas kata, dan dasar kata, serta interpretasi data berdasarkan teori morfologi. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan prefiks dan konfiks berlangsung secara luas dalam menciptakan kata-kata yang memperkaya makna dan memperkuat susunan kalimat dalam cerpen. Proses afiksasi ini memiliki peranan krusial dalam mempertegas pesan serta nilai estetika dalam karya sastra. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi kajian morfologi di bahasa Indonesia, terutama dalam konteks sastra.
Campur Kode dalam Interaksi Mahasiswa PBSI Angkatan 2024 Univeritas Lambung Mangkurat Faradyna, Virginia Najwa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.170

Abstract

Abstrak—Penelitian sosiolinguistik ini bertujuan untuk mengenali, mengelompokkan, dan menganalisis secara rinci fenomena campur kode yang terjadi dalam komunikasi para mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Kelas A-2 Angkatan 2024 di Universitas Lambung Mangkurat. Dinamika bahasa dalam kelompok terpelajar ini diamati melalui dua jenis interaksi utama, yaitu interaksi langsung (luring) dan percakapan digital yang terdapat di media sosial WhatsApp. Penelitian ini penting dilakukan untuk memahami bagaimana bahasa daerah (Banjar) dan bahasa asing (Inggris) memengaruhi dan terintegrasi ke dalam bahasa utama yang digunakan, yaitu Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan untuk interaksi langsung dan dokumentasi dengan cara menangkap layar untuk percakapan di WhatsApp. Seluruh data tuturan yang memiliki unsur campur kode kemudian dianalisis berdasarkan teori sosiolinguistik, diklasifikasikan menjadi dua kategori: Campur Kode Kedalam yang berasal dari bahasa daerah atau asli, dan Campur Kode Keluar yang berasal dari bahasa asing. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 12 contoh campur kode yang ditemukan, pola komunikasi mahasiswa didominasi oleh Campur Kode Kedalam dengan total tujuh (7) temuan dan Campur Kode Keluar tercatat sebanyak lima (5) temuan. Temuan yang menarik adalah munculnya campur kode yang melibatkan tiga jenis kode sekaligus (Indonesia-Banjar-Inggris) dalam satu kalimat berupa percakapan di WhatsApp, yang mencerminkan tingkat kompleksitas dan fleksibilitas bahasa di era digital. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor regional, yaitu Bahasa Banjar, adalah hal yang paling berpengaruh dalam membentuk perilaku campur kode mahasiswa, meskipun pengaruh global juga memberikan kontribusi signifikan dalam mengubah kompleksitas percampuran kode
Analisis Gangguan Berbahasa ASD pada Tokoh Hendra dalam Film "My Idiot Brother" Faradyna, Virginia Najwa
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.175

Abstract

Penelitian ini mengupas tuntas mengenai bentuk-bentuk gangguan berbahasa dan kesulitan dalam komunikasinonverbal yang ditunjukkan oleh tokoh Hendra dalam film My IdiotBrother. Hendra, yang menjadi subjek utama penelitian ini,digunakan sebagai contoh kasus tunggal yang merepresentasikanindividu dewasa dengan gangguan Spektrum Autism Disorder(ASD). Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengenali,mengelompokkan, serta menafsirkan secara rinci gejala-gejalakomunikasi yang dialami Hendra dengan pendekatanpsikolinguistik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatifdeskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data utamadiperoleh dari pengamatan terhadap adegan interaksi yangdilakukan secara visual dan audio, kemudian dikategorikan kedalam lima aspek psikolinguistik, yaitu kesulitan memahami makna(pragmatik), komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, gangguanujaran, dan masalah dalam artikulasi. Dari hasil analisis, ditemukantotal 27 temuan yang mencerminkan cara komunikasi Hendra.Mayoritas temuan terkait dengan kekurangan pada komunikasinonverbal (24 temuan), seperti ekspresi wajah yang datar, gerakantubuh yang kaku dan berulang, serta kebiasaan menghindari kontakmata saat berinteraksi. Selain itu, ditemukan 2 temuan mengenaikesulitan memahami makna (pragmatik), yaitu ketidakmampuanHendra dalam memahami nuansa emosional dan norma sosial.Terdapat pula 1 temuan yang menunjukkan kemungkinan masalahdalam artikulasi (dugaan kelalaian fonem). Hasil ini secarakeseluruhan menunjukkan bahwa tokoh Hendra memperlihatkanpola komunikasi yang akurat dan kompleks sebagaimana kesulitanklinis ASD pada individu dewasa. Penelitian ini memberikanwawasan mendalam mengenai proses pengolahan bahasa sosial dannonverbal, sehingga berkontribusi signifikan terhadap bidangpsikolinguistik, khususnya dalam analisis gangguan komunikasiyang rumit melalui media film.