Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Digitalisasi dan Pandemi COVID-19 Terhadap Pembentukan Keterampilan Guru di Jepang Stahlumb, Frichicilia Grace; Iskandar, Kurniawaty
KIRYOKU Vol 8, No 1 (2024): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v8i1.103-116

Abstract

This paper examines how the COVID-19 pandemic has implications for the formation of Japanese teachers' skills related to digitalisation, as well as how the teaching and learning situation in Japan has changed as a result. The COVID-19 pandemic has indirectly forced teachers in Japan to adapt and change their teaching methods to students. Discussions on teacher certification and training in Japan, digitization of education in Japan, and the formation of teacher skills in Japan before and after the COVID-19 pandemic are used to explain how digitization was already introduced in education in Japan but was only massively implemented during the COVID-19 pandemic. The results of this study found that current teacher skills in Japan have undergone some changes in standards. The introduction of digitalization in education in Japan as well as the COVID-19 pandemic that entered Japan in 2020 indirectly changed the teaching standards of teachers in Japan. Nowadays, teachers in Japan are not only required to be proficient in teaching but also to act as practitioners in their teaching environment, thus indirectly changing the teaching and learning process in Japan.
Realitas yang Dirasakan Diciptakan di Media Sosial yang Menyebabkan Migrasi Buruh yang Diinduksi: Kasus Pelatihan Internal Teknis Indonesia di Jepang Jeremy Ivander; Kurniawaty Iskandar; Frichicilia Grace Stahlumb
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.9910

Abstract

Tujuan penelitian ini mengeksplorasi fenomena migrasi tenaga kerja terinduksi ke Jepang dengan memeriksa bagaimana beberapa organisasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) memanipulasi media untuk membentuk persepsi positif tentang kualitas hidup pekerja asing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa media memiliki pengaruh terhadap penilaian individu peserta magang teknis Indonesia dalam membuat keputusan untuk bermigrasi ke Jepang. Peserta magang teknis Indonesia yang tidak mendapatkan informasi komprehensif tentang realitas pekerja asing di Jepang akan mendapatkan informasi yang menjanjikan tanpa kepastian tentang realitas sebenarnya. Manipulasi informasi melalui media untuk memancing calon peserta magang ke Jepang membentuk persepsi positif dari peserta melalui pembentukan 'realitas yang menjanjikan' tentang kehidupan sebagai pekerja di Jepang, tetapi kenyataan dari peserta tidak sesuai dengan yang diharapkan dan digambarkan oleh LPK di media sosial. Simpulan penelitian ini bahwa selain media sosial, hubungan peserta magang juga memainkan peran sebagai penyaring informasi dalam proses pengambilan keputusan. Kata Kunci: Media Sosial, Migrasi Tenaga Kerja yang Diinduksi, Pemagang Kerja Indonesia, Penetapan Agenda, Pilihan Rasional.
Dari Hashtag ke Jalanan: Aktivisme Digital dan Transformasi Gerakan Sosial di Indonesia, Hong Kong, dan Korea Selatan Teddy Chrisprimanata Putra; Frichicilia Grace Stahlumb; Ivandra Solihin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12920

Abstract

Platform digital telah memberi bentuk baru pada gerakan aktivisme dan kemudian berimplikasi langsung terhadap gerakan sosial di sebuah negara. Meski telah menjadi satu bidang yang cukup intens diteliti, nyatanya pengaruh aktivisme digital terhadap gerakan sosial di rezim kekuasaan yang berbeda masih perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial, aktivisme sosial media, dan represi digital sebagai pisau bedah utama. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, studi ini akan mengkaji secara mendalam perihal pengaruh aktivisme sosial media terhadap sebuah gerakan sosial, termasuk di dalamnya faktor-faktor penguat dan pembatas pengaruh aktivisme di sosial media. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivisme digital memiliki peran penting dalam membentuk konstelasi gerakan sosial kontemporer, baik di Asia Tenggara maupun di Asia Timur. Namun pengaruhnya sangatlah ditentukan oleh konteks politik dalam negeri dan karakter rezim di masing-masing negara, sehingga pengaruh aktivisme digital terhadap gerakan sosial tidak dapat dipahami secara seragam—ia bekerja melalui interaksi kompleks antara affordance teknologi digital; struktur jaringan formal dan informal; peluang politik yang dihadirkan oleh dinamika rezim.