Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN DAYA BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI SESI TALKSHOW DALAM RUANG DISKUSI ZADANKAI Solihin, Ivandra; Stahlumb, Frichicilia Grace; Putri, Bilqis Oktaviani; Novianti, Sarah; Putra, Teddy Chrisprimanata
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i1.683

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan untuk melatih kemampuan berpendapat dan berpikir kritis mahasiswa terhadap isu terkini dengan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika ekonomi dan kebijakan luar negeri Jepang serta implikasinya terhadap hubungan Jepang dan Indonesia. Melalui kegiatan Zadankai yang bertajuk “Taruhan Ketidakpastian: Ekonomi Jepang Era Takaichi”, kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Kegiatan ini disajikan dalam bentuk talkshow dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Selain sesi talkshow bersama narasumber, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi kepada peserta sebagai wadah untuk menganalisis dinamika ekonomi dan kebijakan publik era Takaichi terhadap stabilitas regional dan ketahanan ekonomi Jepang dan implikasinya pada Indonesia; serta melatih critical thinking dengan diskusi kritis dan pertukaran gagasan yang konstruktif. Melalui kegiatan Zadankai, mahasiswa sebagai peserta kegiatan tidak hanya memiliki wawasan baru mengenai perkembangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik, tetapi juga memperkuat kemampuan menyampaikan pendapat dalam ruang diskusi dan critical thinking mereka terhadap isu yang sedang terjadi. Tentunya ini dapat menjadi bekal mahasiswa saat terjun dalam dunia profesional ketika mereka dihadapi sebuah fenomena ataupun masalah yang baru ditemui.
Efektivitas Layanan Organisasi Non-Pemerintah terhadap Pengungsi Rohingya: Analisis Indikator Kesejahteraan dan Proteksi Natasya, I Gusti Ayu; Putri, Bilqis Oktaviani; Khalaeda, Salwa; Gianina Minerva, Keysha; Anugrah Hutagalung, Keenan
Jurnal Hubungan Internasional Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): JHII Desember 2025
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v7i1.108

Abstract

Krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya telah menempatkan organisasi non-pemerintah (NGO) sebagai aktor kunci dalam penyediaan layanan kemanusiaan lintas negara. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis model PRISMA untuk menganalisis efektivitas layanan NGO terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan fokus pada dua kategori utama: indikator kesejahteraan dan indikator proteksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa NGO berperan signifikan dalam fase tanggap darurat melalui penyediaan akses air bersih, sanitasi, pangan, layanan kesehatan, shelter sementara, serta dukungan psikososial. Namun, efektivitas jangka panjang masih terbatas akibat ketergantungan pendanaan, koordinasi yang belum optimal, serta hambatan struktural terkait regulasi pengungsi yang belum komprehensif. Pada aspek proteksi, NGO berkontribusi pada pendataan administratif, pemberian identitas sementara, mekanisme pencegahan trafficking, perlindungan kelompok rentan, serta advokasi hukum. Meskipun demikian, status hukum pengungsi yang tidak jelas dan absennya kerangka hukum nasional membuat proteksi yang diberikan bersifat sementara dan tidak menjamin rasa aman jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas layanan membutuhkan kolaborasi multi-stakeholder, reformasi kebijakan perlindungan pengungsi, serta penggunaan indikator terstandarisasi dalam evaluasi program. Dengan demikian, layanan NGO dapat berkontribusi tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memulihkan martabat pengungsi Rohingya secara berkelanjutan.
From Pop Culture to Political Symbols: Brave Pink, Hero Green, and Resistance Blue in Indonesia Ayuningtyas, Winda Eka Pahla; Novianti, Sarah; Setiawan, Anang; Arbiyanti, Hartika; Putri, Bilqis Oktaviani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5625

Abstract

In August 2025, Indonesia witnessed one of the largest protest waves in its history, sparked by public anger over elite privilege, detrimental policies, and government inaction. Amid this upheaval, three colors: Brave Pink, Hero Green, and Resistance Blue emerged as a symbolic repertoire that unified diverse demands. This article employs a qualitative case study that integrates semiotic analysis, Foucauldian discourse analysis, and theories of soft power and people power. It asks: How did this color-based symbolic repertoire function to challenge state power and construct a new political reality? The analysis reveals that these colors were not incidental but were consciously deployed to build a counter-discourse. Brave Pink embodied women's civil courage, Hero Green signaled solidarity and collective mourning for the working class, while Resistance Blue revived historical democratic struggle. By synthesizing the attractive force of soft power with the mobilizing energy of people power, this repertoire forged new cross-class political identities and expanded the protest arena into the digital sphere. The study concludes that this phenomenon illustrates how a simple, shared visual language can dismantle official narratives and construct an alternative "regime of truth" grounded in empathy and justice, marking a significant evolution in the grammar of political contestation.