Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Tenaga Kesehatan dalam Pengisian Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Swasta Tipe B Jakarta Utara Sulvi Anggraini; Yeny Sulistyowati; Tinon Ambarini
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i4.2585

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) are crucial for the quality of healthcare services, but compliance remains a challenge. This study analyzed factors influencing compliance among healthcare workers at a type B private hospital in North Jakarta using a quantitative cross-sectional design with 58 respondents through total sampling. Data were obtained through questionnaires related to individual factors (age, length of service, knowledge), psychological factors (attitude, motivation), and organizational factors (leadership, work design, rewards). The results showed that 72.4% of respondents were compliant. The chi-square test revealed a significant relationship between compliance and age (p=0.042), length of service (p=0.000), knowledge (p=0.001), attitude (p=0.017), motivation (p=0.002), leadership (p=0.046), and rewards (p=0.010), while work design was not significant (p>0.05). Multivariate analysis found age, length of service, knowledge, and leadership as the dominant factors. Healthcare workers with younger age, shorter tenure, good knowledge, positive attitudes, high motivation, good leadership, supportive work designs, and adequate reward systems tend to have higher compliance rates. Improving compliance in completing EMRs depends not only on individual factors but also requires organizational support through effective leadership and management systems. Recommended interventions include improving digital literacy, regular training, strengthening a work culture that emphasizes the importance of medical documentation, and implementing peer learning strategies among healthcare workers to accelerate adaptation and share best practices in completing EMRs.
Faktor yang Memengaruhi Penerapan Electronic Medical Record terhadap Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Swasta Jakarta Utara Tahun 2025 Rhea Renata Anindita; Eka Yoshida; Tinon Ambarini
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebida
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i4.1939

Abstract

Electronic Medical Record (EMR) is an essential component of hospital digital transformation aimed at improving administrative efficiency and service quality. This study aims to analyze the factors influencing the implementation of EMR in outpatient registration at a private hospital in North Jakarta. A mixed-methods design was employed, combining quantitative data collected from questionnaires completed by 30 registration staff with qualitative data obtained through structured interviews and direct observation. The logistic regression analysis revealed that Training and Staff Competence (X2) had a significant positive effect on outpatient registration (OR 30.663; p=0.040), while System Integration and Data Security (X4) also showed a significant effect (OR 15.121; p=0.047). In contrast, Technological Infrastructure Readiness (X1) was positive but not significant (p=0.112), and Organizational Culture and Managerial Support (X3) was negative and not significant (p=0.954). Simultaneously, the model explained 72.1% of the variation in registration effectiveness (Nagelkerke R²=0.721) with a classification accuracy of 93.3%. Qualitative findings supported the quantitative results, highlighting insufficient staff training, persistent technical issues in BPJS system bridging, and difficulties faced by elderly patients in adapting to digital registration. Elderly patients still required staff assistance and simple educational media such as tutorial videos displayed in hospital waiting areas. This study concludes that staff competence and system integration are the key determinants of successful EMR implementation in outpatient registration. It is recommended that hospitals strengthen continuous training programs, improve network and server stability, and expand patient education initiatives to ensure effective, efficient, and patient-friendly digital services.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien Di Rsau Dr Esnawan Antariksa Jakarta Tahun 2025 Sri Sulistyowati; Apri Sunadi; Tinon Ambarini
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8476

Abstract

Keselamatan pasien adalah isu global krusial, di mana 1 dari 10 pasien mengalami kejadian tidak diinginkan di rumah sakit, dan 50% di antaranya dapat dicegah melalui kepatuhan terhadap standar. Di Indonesia, Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) menjadi indikator utama mutu pelayanan, namun kepatuhan perawat masih bervariasi. Tujuan: Menganalisis faktor pengetahuan, sikap, motivasi, budaya keselamatan, dukungan pimpinan, supervisi, ketersediaan fasilitas, dan beban kerja terhadap kepatuhan perawat dalam implementasi SKP. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 122 perawat dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Faktor yang berhubungan signifikan (p=0,000) dengan kepatuhan adalah sikap, budaya keselamatan pasien, dukungan pimpinan, supervisi, dan ketersediaan fasilitas.Beban kerja ditemukan tidak berhubungan signifikan (p=0,276).Seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik, namun kepatuhan hanya mencapai 50% kategori baik, menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik. Kepatuhan perawat lebih dipengaruhi oleh faktor sistem dan lingkungan kerja dibandingkan sekadar aspek kognitif. Diperlukan penguatan budaya keselamatan, supervisi, dan dukungan organisasi untuk meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan. Kata Kunci : Kepatuhan Perawat, Sasaran Keselamatan Pasien
Analisis Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS Humana Prima Bandung Nuzulul Ary Setiawan; Alih Germas Kodyat; Tinon Ambarini
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8478

Abstract

Tujuan: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) wajib diterapkan untuk mengoptimalkan pelayanan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat penerimaan dan kepuasan penggunanya. Penelitian ini menganalisis pengaruh Technology Acceptance Model (TAM) terhadap kepuasan pengguna SIMRS Teramedik di RS Humana Prima Bandung menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional berbasis PLS-SEM. Metode: Sampel melibatkan 130 responden dari 325 pengguna aktif yang ditentukan melalui analisis G*Power. Model TAM yang diadaptasi menguji hubungan antara Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use/PEOU), Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness/PU), Niat Perilaku (Behavioral Intention to Use/BI), dan Kepuasan Pengguna. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS, menggunakan bootstrapping dengan 5.000 sub-sampel. Hasil: Hasil pengujian membuktikan instrumen valid (loading >0,70, AVE >0,50) dan reliabel (CR >0,90, α >0,85). Seluruh hipotesis terbukti signifikan (p