Permasalahan utama yang dihadapi adalah bagaimana meminimalkan keterlambatan dan menghindari penalti pada distribusi BBM yang memiliki karakteristik dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU menggunakan algoritma genetika di Fuel Terminal Tasikmalaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Dengan menggunakan metode Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows (CVRPTW), algoritma genetika diharapkan mampu menghasilkan solusi optimal dalam variabel jarak dan waktu. Penelitian ini berfokus pada beberapa batasan variabel, termasuk biaya operasional, kapasitas angkut kendaraan, utilitas kendaraan, dan potensi penalti. Data yang dikumpulkan mencakup permintaan BBM, kapasitas mobil tangki, jarak antara Fuel Terminal Tasikmalaya dan SPBU, waktu tempuh perjalanan, biaya operasional, waktu bongkar muat, spesifikasi mobil tangki, dan penggunaan mobil tangki dalam satu periode pengiriman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat mengurangi risiko keterlambatan pengiriman. Pada data awal mobil tangki Z9357TB akan mengirimkan BBM ke tiga SPBU yang berbeda, pada SPBU tujuan akhir menunjukan keterlambatan, mobil tangki Z9357TB tiba di SPBU 34.46.310 terlambat 17,5 menit, setelah dilakukan optimasi rute oleh algoritma genetika dengan memilih rute terpendek, sebagai urutan awal mobil tangki mengunjungi SPBU, keterlambatan dapat diminimalkan menjadi 0,0 menit artinya SPBU tujuan akhir tidak lagi terlambat. Selain itu, penelitian ini memberikan rekomendasi kepada perusahaan mengenai penerapan model optimasi rute dan mengidentifikasi peluang pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas model tersebut.