Integritas struktur baja di lingkungan pertambangan tropis mempengaruhi kualitas sistem pelapisan pelindung proses konstruksi membuat sangat rentan terhadap korosi. Pelapisan permukaan baja merupakan metode mitigasi yang efektif digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketebalan dan kualitas pelapisan struktur baja piperack 3115 di area tambang terbuka, melalui pendekatan studi kasus lapangan. Proses pelapisan dilakukan secara manual menggunakan kuas dan roller, dengan metode persiapan permukaan berdasarkan standar SSPC-SP2 dan SSPC-SP3. Masalah yang diangkat dalam studi ini adalah adanya deviasi ketebalan pelapisan yang signifikan dari spesifikasi teknis, yang berpotensi mempengaruhi performa dan daya tahan sistem pelindung. Hasil pengukuran ketebalan lapisan kering (DFT) menunjukkan nilai existing coat sebesar 674 µm, lapisan primer 926 µm (spesifikasi 150 µm), dan top coat 1038 µm (spesifikasi 75 µm). Meskipun pelapisan dilakukan dalam kondisi lingkungan yang relatif stabil dan sesuai standar (suhu 29–33 °C, kelembaban 70–85%), kelebihan ketebalan berisiko menimbulkan retak atau delaminasi akibat tegangan internal. Penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan mutu dan pelatihan aplikator di lapangan agar hasil pelapisan lebih seragam, aman, dan sesuai spesifikasi kondisi ekstrem di lingkungan pertambangan. Rekomendasi diberikan untuk peningkatan pemantauan proses dan pelatihan tenaga kerja untuk meminimalkan deviasi selama aplikasi pelapisan secara manual di proyek-proyek industri serupa.