Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PAINTING THE WALLS OF AL-IKHLAS MOSQUE IN KAMPUNG WARUNG RT.09 / RW.03, PANYIRAPAN VILLAGE, BAROS DISTRICT, SERANG REGENCY: PENGECATAN DINDING MASJID AL-IKHLAS DI KAMPUNG WARUNG RT.09/RW.03, DESA PANYIRAPAN, KECAMATAN BAROS, KABUPATEN SERANG Robi Ariansyah; Rayhan Alifa; Cahyo Wibowo
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 2 No. 3 (2022): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v2i3.76

Abstract

Painting on walls is the final stage process after sprinkling and plastering on the walls. Painting on the walls functions as beauty in a building. In addition to functioning as an aesthetic beauty, painting on the wall can also be used as wall protection from rain splashes and direct sunlight that can shorten the life of the wall. First prepare the tools and materials used for painting the walls. Supervision is required so that the work or painting is in accordance with the Regulation of the Minister of Public Works on The Maintenance and Maintenance of Building Buildings No. 24/PRT/M/2008. After the painting process is complete, the painting results need to be evaluated/reviewed to ensure that all parts of the wall are painted neatly and cleanly. If a wall is found with uneven paint, it is necessary to repaint the section until the result is neat and even. Furthermore, if you are sure that all the walls are painted neatly and cleanly, then it is only a matter of time before the paint dries. The type and quality of wall paint used is prioritized for domestic production in accordance with the Joint Decree of the Minister of Trade and Cooperatives, Minister of Industry & Menpen. No. 472/Kop/XII/80, No. 813/Menpen/1980, No.  64/Menpen/1980, December 23, 1980. special methods before painting, one of which is the sanding process on the walls from the remaining cement from the results of sprinkling, so that during the painting process a smooth and even wall surface is obtained
Perancangan dan Fabrikasi Gas Separator untuk Gas Tekanan Tinggi Muhammad Muryanto; Trio Nur Wibowo; Daud Subekti; Cahyo Wibowo
Creative Research in Engineering (CERIE) Vol 4, No 1 (2024): Creative Reserach in Engineering (CERIE)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/cerie.v4i1.17712

Abstract

Dalam aliran fluida berupa gas alam untuk bahan bakar terjadi fenomena perubahan fasagas yang yang diakibatkan oleh komposisi gas maupun  peralatan yang digunakan untuk menyalurkan gas dari sumber gas utama sampai ke pengguna akhir. Perubahan fasa tersebut berakibat terhadap komposisi gas bercampur dengan cairan yang harus dihindari agar tidak menyebabkan terganggunya proses pembakaran. Cairan yang terbawa  tersebut dapat berupa kondensat, oli dan air yang terbawa selama proses penyaluran akibat perubahan suhu dan tekanan. Kondensat dapat dibawa dari sumber gas utama dan terjadi akibat perubahan tekanan dan suhu pada saat penyaluran baik dengan kompresor, saat melalui pipa maupun oleh kondisi lingkungan saat penyaluran. Oli terbawa karena pada saat kompresi gas dari tekanan rendah ke tekanan tinggi minyak pelumas akan terbawa ke tabung pengumpul ataupun pipa distribusi. Air terbawa dari dalam tangki penyimpan atau tangki pengangkut akibat terjadinya perubahan suhu yang sangat rendah saat dilakukan penyaluran dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Dari fenomena tersebut maka diperlukan alat pemisah berupa gas separator yang bertujuan memisahkan antara cairan dan gas untuk menghasilkan gas yang benar-benar bersih agar proses pembakaran lebih sempurna. Kata kunci: gas, cairan, tekanan
Tinjauan Literatur atas Peran Teknik Mesin dalam Inovasi Manufaktur Batik pada Era Technoverse Fathan Mubina Dewadi; Rizki Aulia Nanda; Cahyo Wibowo; Mohammad Fadli Perdana; M Dibyo Setiawan
JADI (Jurnal Teknik Industri) Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Indie Press Edutaste

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/k55yyt43

Abstract

Perkembangan dari Industri 4.0 menuju 5.0 telah mendorong perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk industri tekstil batik tradisional. Artikel ini menyajikan tinjauan pustaka komprehensif mengenai penerapan teknik mesin dalam memodernisasi sistem produksi batik. Fokus kajian meliputi pengembangan canting otomatis, pengendalian pemanasan malam, dan sistem gerak dua sumbu berbasis mikrokontroler. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, penelitian ini mengkaji 96 sumber dari jurnal terindeks hingga prosiding konferensi nasional. Temuan menunjukkan bahwa integrasi antara mekatronika dan desain mekanik dapat meningkatkan efisiensi produksi, akurasi pola, dan kenyamanan kerja perajin. Selain itu, perangkat canting dua sumbu berbasis open-source menawarkan inovasi yang layak bagi industri batik skala mikro. Studi ini menjadi dasar pengembangan prototipe lanjutan yang selaras dengan era Industri 5.0.
Tinjauan Penerapan Green Manufacturing dalam Proses Produksi Tekstil Batik: Peluang dan Tantangan di Industri Kecil Menengah Cahyo Wibowo; Karyadi; M. Dibyo Setiawan; Amir; Rizki Aulia Nanda; Amallia
JADI (Jurnal Teknik Industri) Vol. 1 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Indie Press Edutaste

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri batik sebagai bagian dari sektor tekstil Indonesia memainkan peran penting dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi lokal. Namun, proses produksinya kerap dikritisi karena menghasilkan limbah cair berbahaya. Penerapan green manufacturing menjadi solusi strategis untuk mengurangi dampak lingkungan tanpa mengorbankan kualitas dan nilai ekonomi. Artikel ini mengkaji pendekatan green manufacturing dalam produksi batik, khususnya pada skala industri kecil dan menengah (IKM), serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi. Dengan metode studi literatur terhadap 103 referensi dari jurnal internasional dan nasional, diperoleh gambaran komprehensif tentang teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, pemrosesan limbah, dan pendekatan ekonomi sirkular dalam industri batik. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh dukungan teknologi, regulasi, dan edukasi berkelanjutan kepada pelaku industri.
Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Klaster Servis Sepeda Motor Karburator Untuk Masyarakat Ciwidey Jawa Barat Adri Maldi Subardjah; Mokhamad Munir Fahmi; Budi Triyono; Dibyo Setiawan; Apri Setiawan; Sulistianto Sunaryo; Jumari; Cahyo Wibowo
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 12 : Januari (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The CSR program is a sustainable commitment ethically, legally, and contributes to improving the quality of life for workers/families, local communities, and society as a whole, such as waste processing, infrastructure development, MSME development, and others. Geo Dipa Energi operates in the field of managing and utilizing geothermal energy for electricity generation. Management is in the Ciwidey area covering 3 villages. The program aims to provide skills, support independence, and open up opportunities to apply for jobs with a skills certificate in the automotive sector. Polban with Public Service Agency status can provide services to the community in the form of providing goods/services in carrying out its activities based on the principles of efficiency and productivity. The method of implementing community service is through financing the Geo Dipa Energi CSR program in collaboration with Polban and LSP TOP. The carburetor motorbike service cluster training and certification includes 22 competency items, 3 batches are implemented, the number of participants is 30, details for each batch consist of 8 days of training, 1 day of simulation, satisfaction survey, registration, online assessment, and 1 day of practical assessment. As a result of the assessment, all participants obtained the title of competent.
Optimasi Performa Mesin Diesel Matsumoto MDX-178F melalui Modifikasi Intake dan Exhaust Dibyo Setiawan; Rizal Jatnika; Derry Murtadho Muthohhary; Ilham Azmy; Toni Okviyanto; Cahyo Wibowo
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.14945

Abstract

 The current condition of the Matsumoto MDX-178F diesel engine for the Energy Efficient Car Competition (KMHE) is not at its maximum performance, the efficiency and torque it produces have decreased from the initial engine specifications. The purpose of this activity is to recondition and modify the air intake and exhaust system on the Matsumoto MDX-178F diesel engine to optimize engine performance, increase combustion efficiency, and reduce exhaust emissions. The reconditioning method begins with an evaluation of the air intake and exhaust system which includes components such as air ducts, filters, exhaust ducts, head parts, pistons, cylinders, injectors and other parts. Repairs or replacements are carried out on components that are damaged or require readjustment. The modification process is carried out by porting and polishing the intake and exhaust lines. The increase in air flow is measured using a flow bench, the increase in power is measured using a dynotest, the reduction in exhaust emissions is measured using an exhaust gas analyzer. This study provides a scientific contribution through the integrated application of reconditioning and geometric optimization of intake–exhaust channels based on porting and polishing in a single-cylinder diesel engine within the context of energy-efficient vehicles, an area that remains limited in previous research. The results of this reconditioning and modification can show a significant increase in engine performance, including increased power and combustion efficiency. so that the engine becomes more environmentally friendly. The conclusion shows that the reconditioning and modification of the intake and exhaust systems of the Matsumoto MDX-170F diesel engine not only improves engine performance, but also improves fuel economy and reduces environmental impact.
Rancang Bangun dan Uji Kinerja Prototipe Turbin Angin Savonius 3 Sudu dengan Transmisi Sabuk-V untuk Pengisian Baterai 12V 35 Ah Berbasis Kondisi Angin di DKI Jakarta Muftialawy; Cahyo Wibowo; Bayu Aska
Engineering and Technology International Journal Vol 8 No 02 (2026): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v8i02.1344

Abstract

Kebutuhan energi listrik di wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta terus meningkat, sementara ketergantungan pada bahan bakar fosil menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji kinerja prototipe turbin angin sumbu vertikal tipe Savonius 3 sudu dengan sistem transmisi sabuk-V untuk aplikasi pengisian baterai 12V 35 Ah berdasarkan karakteristik kecepatan angin rendah hingga sedang (3–7 m/s) di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental rancang bangun dengan pendekatan kuantitatif. Prototipe dirancang dengan diameter rotor 500 mm dan tinggi 1000 mm. Sistem transmisi menggunakan pulley dengan rasio 2,4:1 (pulley penggerak berdiameter 120 mm dan pulley digerakkan berdiameter 50 mm) serta V-belt tipe A. Generator yang digunakan adalah generator magnet permanen (PMG) 12–24V DC dan baterai target berkapasitas 12V 35 Ah tipe VRLA. Pengujian dilakukan pada tiga variasi kecepatan angin (3 m/s, 5 m/s, dan 7 m/s) menggunakan blower industri. Parameter yang diukur meliputi kecepatan putaran turbin dan generator (RPM), torsi poros, tegangan dan arus pengisian, daya listrik output, serta waktu pengisian baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe mampu beroperasi pada kecepatan angin 3 m/s dengan daya listrik 2,1 watt dan mencapai daya maksimum 24,7 Watt pada kecepatan angin 7 m/s. Sistem transmisi sabuk-V berhasil meningkatkan putaran generator sebesar 2,4 kali putaran turbin. Waktu pengisian baterai dari kondisi 50% State of Charge (SoC) hingga 80% SoC adalah 19,6 jam pada kecepatan angin rata-rata 5 m/s. Prototipe ini terbukti layak sebagai alternatif sumber energi listrik skala kecil untuk wilayah perkotaan dengan kecepatan angin rendah.
Pengaruh Rasio Diameter Pulley Terhadap Putaran Generator Pada Turbin Angin Savonius Untuk Pengisian BateraI 12V 50Ah Wisnu Widi Atmoko; Cahyo Wibowo
Engineering and Technology International Journal Vol 8 No 02 (2026): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v8i02.1353

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi rasio diameter pulley terhadap putaran generator dan arus pengisian baterai 12V 50Ah pada turbin angin Savonius. Turbin angin Savonius memiliki kelemahan pada putaran poros yang rendah sehingga diperlukan sistem transmisi pulley untuk meningkatkan putaran generator. Penelitian eksperimental ini menggunakan turbin angin Savonius dua sudu diameter 1 m, generator DC magnet permanen, dan tiga variasi rasio pulley yaitu 0,5; 0,33; dan 0,25. Pengujian dilakukan pada kecepatan angin 3–6 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio pulley 0,25 menghasilkan putaran generator tertinggi mencapai 510 rpm pada kecepatan angin 6 m/s, namun arus pengisian optimal diperoleh pada rasio 0,33 yaitu 4,2 A. Rasio 0,25 menyebabkan beban berlebih sehingga efisiensi menurun. Kesimpulan: rasio diameter pulley terbaik untuk pengisian baterai 12V 50Ah adalah 0,33. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain sistem transmisi pada turbin angin skala kecil.
Perancangan dan Analisis Komparatif Kinerja Generator DC dengan Alternator Mobil pada Turbin Angin Savonius Putaran Rendah Susilo Syaifi; Cahyo Wibowo; Bayu
Engineering and Technology International Journal Vol 8 No 02 (2026): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v8i02.1354

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi angin sebesar 154,6 GW, namun pemanfaatannya masih sangat rendah (<0,1%) karena kecepatan angin rata-rata yang rendah (3–6 m/s) (Alqodri et al., 2015)–[3]. Kondisi ini memerlukan turbin angin Savonius yang mampu beroperasi pada putaran rendah (50–300 rpm) dengan generator yang sesuai [4], [5]. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis secara komparatif kinerja generator DC magnet permanen (PMDC) dengan alternator mobil pada turbin Savonius putaran rendah berdasarkan parameter tegangan, arus, daya, dan efisiensi. Metode eksperimen laboratorium menggunakan turbin Savonius dua sudu (D=40 cm, H=50 cm), generator DC 12V PMDC, alternator mobil 12V, variasi putaran 50–300 rpm (6 level), dan beban resistif tetap 10 Ω. Pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali ulangan untuk setiap kondisi. Data dianalisis secara deskriptif komparatif dengan membandingkan karakteristik keluaran kedua generator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generator DC menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan linear terhadap putaran dengan persamaan E = 0,038·n (V), sedangkan alternator memerlukan putaran cut-in minimum 180 rpm sebelum menghasilkan tegangan bermakna. Daya maksimum generator DC mencapai 8,64 W pada 300 rpm dengan efisiensi 58,2%, sementara alternator hanya mencapai 2,16 W dengan efisiensi 31,4% pada putaran yang sama. Secara keseluruhan, generator DC unggul pada seluruh rentang putaran yang diuji dengan rata-rata efisiensi 52,3% dibandingkan alternator 28,6%. Kesimpulan penelitian ini adalah generator DC PMDC lebih efektif digunakan pada turbin angin Savonius putaran rendah karena responsif tanpa eksitasi eksternal, efisiensi lebih tinggi 23,7%, dan tidak memerlukan sistem transmisi tambahan. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis bagi pengembangan pembangkit listrik tenaga angin skala kecil di wilayah dengan potensi angin rendah di Indonesia.
Analisis Ketebalan dan Kualitas Pelapisan Struktur Baja di Area Tambang Toni Okviyanto; Dibyo Setiawan; Hanni Maksum Ardi; Agus Subeno; Angga Setiawan; Cahyo Wibowo
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 6, No 1 (2026): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v6i1.39

Abstract

Integritas struktur baja di lingkungan pertambangan tropis mempengaruhi kualitas sistem pelapisan pelindung proses konstruksi membuat  sangat rentan terhadap korosi. Pelapisan permukaan baja merupakan metode mitigasi yang  efektif digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketebalan dan kualitas pelapisan struktur baja piperack 3115 di area tambang terbuka, melalui pendekatan studi kasus lapangan. Proses pelapisan dilakukan secara manual menggunakan kuas dan roller, dengan metode persiapan permukaan berdasarkan standar SSPC-SP2 dan SSPC-SP3. Masalah yang diangkat dalam studi ini adalah adanya deviasi ketebalan pelapisan yang signifikan dari spesifikasi teknis, yang berpotensi mempengaruhi performa dan daya tahan sistem pelindung. Hasil pengukuran ketebalan lapisan kering (DFT) menunjukkan nilai existing coat sebesar 674 µm, lapisan primer 926 µm (spesifikasi 150 µm), dan top coat 1038 µm (spesifikasi 75 µm). Meskipun pelapisan dilakukan dalam kondisi lingkungan yang relatif stabil dan sesuai standar (suhu 29–33 °C, kelembaban 70–85%), kelebihan ketebalan berisiko menimbulkan retak atau delaminasi akibat tegangan internal. Penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan mutu dan pelatihan aplikator di lapangan agar hasil pelapisan lebih seragam, aman, dan sesuai spesifikasi kondisi ekstrem di lingkungan pertambangan. Rekomendasi diberikan untuk peningkatan pemantauan proses dan pelatihan tenaga kerja untuk meminimalkan deviasi selama aplikasi pelapisan secara manual di proyek-proyek industri serupa.