Daun Afrika (Vernonia amygdalina), anggota famili Asteraceae, merupakan salah satu tanaman yang telah digunakan secara tradisional di berbagai negara tropis. Tanaman ini diketahui memiliki berbagai khasiat biologis, seperti antibakteri, antioksidan, antidiabetik, dan antimikroba. Berbagai aktivitas biologis tanaman ini diduga berkaitan dengan keberadaan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan tanaman sebagai bagian dari mekanisme pertahanan alami, seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, saponin, dan steroid yang berperan penting dalam aktivitas farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, analisis FTIR dan GCMS serta bioaktivitas antibakteri dan antioksidan. Hasil ekstrak etil asetat daun Afrika (Vernonia amygdalina) menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid. Uji bioaktivitas memperlihatkan bahwa ekstrak ini memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat dengan daya hambat tertinggi pada konsentrasi 1000 µg/mL, yaitu sebesar 12,1 mm terhadap Escherichia coli sedangkan pada Staphylococcus aureus mencapai 91 mm dengan kategori sangat kuat serta aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 149,10 ppm. Analisis FTIR mengindikasikan keberadaan gugus hidroksil (O-H), alifatik (C-H), dan eter/alkohol (C-O) yang terkonfirmasi sebagai senyawa bioaktif. Sementara itu, hasil GC-MS teridentifikasi berdasarkan persen kemiripan senyawa utama seperti Linalool (89,23%), Neral (86,06%), Neophytadiene (91,78%), 2,6-octadienal, 3,7-dimethyl-,(E) (95,93%), Phytol (96,86%) dan 6,11-Dimethyl-2,6,10-dodecatrien-1-ol (69,85%) yang termasuk golongan terpenoid dengan aktivitas antibakteri dan antioksidan.