Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penatalaksanaan Senam Hamil untuk Mengurangi Keluhan Low Back Pain Intan Sari; Fitri Larasati; Serlly Destiana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4486

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common complaints during pregnancy and can significantly affect maternal comfort and daily activities. Postural changes, weight gain, and shifts in the center of gravity are major contributing factors. Since medication use during pregnancy is limited, non-pharmacological interventions such as prenatal exercise offer a safe and effective alternative to reduce pain. The purpose of this community service program is to provide an intervention in the form of a community-based prenatal exercise program tailored to local conditions, involving health cadres, and complemented with education on the benefits of prenatal exercise in reducing lower back pain complaints. This community service program was conducted at Anisa Maternity Clinic, Sembawa District, Banyuasin Regency, South Sumatra, from September 2 to October 2, 2025, involving 35 pregnant women in their second and third trimesters. The activity consisted of three stages: (1) Preparation (coordination, baseline assessment, and module development), (2) Implementation (health education and structured prenatal exercise twice weekly for 4 weeks), and (3) Evaluation (pre–post assessment using VAS/NRS scale and participant satisfaction questionnaire). The results showed an increase in participants’ knowledge about back pain prevention, improved skills in performing correct prenatal exercise movements, and a reduction in average pain intensity by ≥2 points in 68% of participants. Moreover, 85% of participants reported satisfaction with the program and experienced improved daily function. Two partner midwives were successfully trained as facilitators to sustain the program within the community. The community-based prenatal exercise program at Anisa Maternity Clinic proved effective in reducing LBP complaints and enhancing maternal comfort. The involvement of midwives and the provision of educational materials and exercise videos ensure the program’s sustainability for future maternal health promotion activities.     ABSTRAK Nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan salah satu keluhan tersering selama kehamilan yang dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas ibu hamil. Perubahan postur tubuh, peningkatan berat badan, serta pergeseran pusat gravitasi menjadi faktor utama penyebab keluhan ini. Penggunaan obat-obatan terbatas selama kehamilan, sehingga intervensi non-farmakologis seperti senam hamil menjadi alternatif aman dan efektif untuk mengurangi nyeri. Tujuan pengabdian masyarakat ini diperlukan untuk intervensi berupa program senam hamil berbasis komunitas yang disesuaikan dengan kondisi lokal, melibatkan kader kesehatan, serta dilengkapi dengan edukasi tentang manfaat senam hamil untuk mengurangi keluhan nyeri punggung bawah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Klinik Bersalin Anisa Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan pada tanggal 2 September–2 Oktober 2025 dengan melibatkan 35 ibu hamil trimester II–III. Kegiatan meliputi tiga tahap:(1) persiapan (koordinasi, survei awal, dan penyusunan modul), (2) pelaksanaan (edukasi kesehatan dan senam hamil terstruktur selama 4 minggu, 2 kali per minggu), dan (3) evaluasi  (penilaian pre–post intervensi menggunakan skala VAS/NRS dan kuesioner kepuasan). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan nyeri punggung bawah, keterampilan dalam melakukan senam hamil dengan benar, serta penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar ≥2 poin pada 68% peserta. Selain itu, 85% peserta menyatakan puas terhadap kegiatan dan merasa lebih nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dua bidan mitra juga berhasil dilatih sebagai fasilitator agar program dapat berlanjut di masyarakat. Program senam hamil berbasis masyarakat di Klinik Bersalin Anisa terbukti efektif meningkatkan kenyamanan dan menurunkan keluhan LBP pada ibu hamil. Keterlibatan bidan dan penyediaan modul serta video panduan memungkinkan keberlanjutan program secara mandiri di posyandu dan kelas ibu hamil.
Kajian Prevalensi dan Pola Keluhan Low Back Pain Pada Ibu Hamil Intan Sari; Fitri Larasati; Serlly Destiana
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1125

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan anatomi dan fisiologi yang berpotensi menimbulkan keluhan low back pain (nyeri punggung bawah) pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi, pola keluhan, dan faktor-faktor yang memengaruhi low back pain pada ibu hamil di Klinik Bersalin Anisa Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif-analitik terhadap 45 ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC) di Klinik Bersalin Anisa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan skala Visual Analogue Scale (VAS), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Sebagian besar responden berada pada trimester III (66,6%) dan mengalami nyeri dengan intensitas sedang (44,4%). Lokasi nyeri terbanyak berada pada punggung bawah tengah (55,6%) dengan sifat nyeri tumpul dan menyebar (62,2%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan low back painmeliputi IMT, aktivitas fisik, dan riwayat nyeri sebelumnya. Uji ANOVA menunjukkan hubungan signifikan antara trimester kehamilan dan tingkat nyeri (p = 0,002). Low back pain merupakan keluhan umum pada ibu hamil, terutama pada trimester III, dengan tingkat nyeri yang meningkat seiring usia kehamilan. Intervensi seperti senam hamil, pengaturan postur tubuh, dan manajemen berat badan perlu diterapkan untuk mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu hamil.
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Penerapan PHBS di Desa Teloko Nur Asbon; Viona Dhelafinia; Hanney Putri Wijaya; Zulia Zulia; Aulia Aulia; Shinta Alfa Bella; Serlly Destiana; Siti Saharah; Tia Rahma Nabila; Novita Sari; Sintia Wati; Edo Adensi; Desta Ayu Setiawati
JURNAL PENGABDIAN KADER BANGSA Vol 2 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kader Bangsa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jpkb.v2i2.1299

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus and remains a common public health problem, particularly during the rainy season and in environments with poor sanitasion. The habit of the teloko village community of disposing of a waste indiscriminately into rivers contributes to the rapid breeding of mostiquitoes as vectors of dengue transmission, one of the efforts to pravent DHF is the implementation of clean and healthy living behavior ( CHLB). This study aimed to improve and assess the knowledge and attitudes of 44 residents of teloko village regarding DHF prevention and the implementation of CHLB. The method used was a quasi-experiemn design with a one group pre -test and post- test approach. The activity was conducted through healt education sassioms followed by question and answer discussions involving 44 participants. The level of knowledge was measured using a structured questionnaire administered before ( pre- test ) and after ( post- test) in intervention. The results showed an improvement in the knowledge and understanding of the participants after the health education intervention. Therefore, it can be concluded that health education is effective in improving the knowledge and awareness of the teloko village community regarding DHF prevention and the implementation of CHLB.