Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perbandingan Hukum kontrak Indonesia Dan Britania Raya Hanifah, Fajar Putra; Syafiq, Ahmad; Saepudin, Agus
KEADILAN : Jurnal Penelitian Hukum dan Peradilan Vol 2 No 2 (2024): September
Publisher : Pengadilan Negeri Bale Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62565/keadilan.v2i2.58

Abstract

Artikel ini menyajikan analisis komprehensif mengenai hukum kontrak di Indonesia dan Britania Raya, dengan fokus pada kerangka hukum, efektivitas, mekanisme penyelesaian sengketa, dan aspek penting lainnya. Di Indonesia, hukum kontrak didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang mewarisi hukum kolonial Belanda, dengan penekanan pada undang-undang tertulis sebagai sumber hukum utama dalam sistem hukum perdata. Sebaliknya, Britania Raya mengikuti sistem hukum common law di mana hukum kontrak berkembang melalui preseden pengadilan dan diatur oleh undang-undang khusus seperti Sale of Goods Act 1979 dan Consumer Rights Act 2015. Perbedaan kunci meliputi syarat pertimbangan (consideration) dan doktrin privity yang merupakan dasar penting di Britania Raya namun kurang rigid di Indonesia.. Analisis komparatif ini menyoroti bagaimana setiap sistem hukum mencapai keseimbangan antara kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan adaptasi terhadap transaksi digital. Studi ini bertujuan untuk memberikan sumbangan dalam pemahaman bagi praktisi hukum dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kerangka hukum kontrak di kedua yurisdiksi.
Alternatif Penyelesaian Sengketa : PT. Surya Persada Lestari dengan Masyarakat Kota Padang Putra Hanifah, Fajar
KEADILAN : Jurnal Penelitian Hukum dan Peradilan Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Pengadilan Negeri Bale Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62565/keadilan.v2i1.33

Abstract

Pokok permasalahan penelitian ini adalah Pengembangan proyek besar-besaran di Padang oleh PT. Surya Persada Lestari yang tidak sejalan dengan kehendak masyarakat Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika sengketa antara PT. Surya Persada Lestari dan masyarakat Kota Padang, serta menjelaskan dampaknya terhadap identitas sosial, upaya penyelesaian sengketa, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Metode yang digunakan adalah menganalisis data melalui kondensasi, presentasi sistematis, dan verifikasi dengan teknik triangulasi, menggunakan metode observasi, studi dokumentasi, dan literatur. Sengketa PT. Surya Persada Lestari dan warga Kota Padang menciptakan ketegangan sosial dengan isu agama, pelanggaran Perda, dan persaingan bisnis. Identitas sosial terpecah antara pendukung dan penolak investasi, upaya penyelesaian terhambat, memunculkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Analisis Yuridis dan Praktis Surat Berharga Cek sebagai Alat Pembayaran di Indonesia Fajar Putra Hanifah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2573

Abstract

Kemajuan pesat dalam sektor bisnis mendorong pelaku usaha untuk mencari metode pembayaran yang efisien, sederhana, dan aman. Dalam aktivitas perusahaan dan perdagangan, tuntutan terhadap kepraktisan dan keamanan dalam proses pembayaran semakin meningkat. Saat ini, penggunaan uang tunai tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan, sebab telah tersedia alternatif berupa surat berharga yang dapat difungsikan sebagai alat pembayaran tunai maupun kredit. Pemanfaatan surat berharga dalam arus transaksi keuangan mempertimbangkan unsur kepraktisan, perlindungan, nilai prestise, serta potensi investasi. Dalam praktiknya, surat berharga memungkinkan transaksi berlangsung tanpa membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga mengurangi risiko kehilangan akibat pencurian, kebakaran, atau perampokan. Sistem ini juga menjamin bahwa hanya pihak yang sah yang dapat menggunakan surat tersebut, mengingat ada prosedur khusus dalam penggunaannya. Dengan demikian, penggunaan surat berharga menjadi solusi yang dipilih oleh para pelaku usaha untuk mempercepat dan menyederhanakan arus pembayaran secara aman.